Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)

Alat Pengukur Tegangan

Ada dua pengukuran tegangan dari segi objek yang di ukur dengan alat pengukur tegangan, yaitu:

  1. Pengukur tegangan DC ( Direct Current Voltage Measurement) dan
  2. Pengukur tegangan AC ( Alternating Current Voltage Measurement).

Dalam dunia elektronika, di sebut tegangan DC karena  memiliki tegangan dan signal stabil, berubah kurang dari 1 siklus(cycle) perdetik (cicle / sec.) dan disebut sebagai sinyal AC karena memiliki bentuk gelombang yang berubah lebih cepat dari siklus per detik.

Baca Juga :  Pengertian Listrik Statis dan Contohnya
Pembacaan alat pengukur tegangan
Pembacaan alat pengukur tegangan

Tegangan AC yang umum digunakan ada pada frekuensi 60 siklus per detik atau di sebut 60 Hertz dengan besaran tegangan bervariasi.

Pembacaan alat pengukur tegangan 2
Pembacaan alat pengukur tegangan 2

Nilai pengukuran DC adalah tegangan rata rata selama periode waktu. Jika kita lihat satu siklus gelombang lengkap AC, akan kita dapatkan bahwa nilai rata-rata adalah , apakah ini berarti tidak ada tegangan ? Jawabannya adalah “tidak”, karena dalam jenis tegangan AC, bentuk gelombang tegangan efektif disebut dengan tegangan RMS.

Definisi dan istilah pada pengukuran tegangan

Mari kita mencoba mendefinisikan beberapa istilah:

1. Peak Voltage (Puncak Tegangan)

Peak Voltage (puncak tegangan) adalah nilai tegangan pada titik maksimum dalam grafik siklus. Dari ukuran tegangan 0 s/d maksimum.

2. Peak to Peak Voltage (Tegangan Puncak ke puncak)

Peak to Peak Voltage (Tegangan Puncak ke puncak) adalah diukur dari nilai minimum siklus sampai dengan nilai maksimum siklus.

3. Average Voltage (Tegangan rata-rata)

Average Voltage (Tegangan rata-rata) adalah nilai rata rata aritmatik tegangan dari seluruh nilai siklus. Dalam bentuk gelombang sinusoidal standar adalah 0,637 * Puncak tegangan.

RMS / Effective Voltage

RMS / Effective Voltage adalah perhitungan root-mean square dari sinyal AC. Ukuran dari beberapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh sumber daya AC. Nilai RMS untuk bentuk gelombang sinusoidal adalah 0,707* Puncak tegangan. Untuk sinyal non RMS perlu penghitungan nilai RMS dengan mengambil satu siklus menjadi contoh dan dihitung dengan rumus berikut:

Rumus nilai RMS
Rumus nilai RMS

Seperti dalam diagram bahwa nilai RMS bukan hal yang sama dengan nilai rata-rata . Jika sinyal yang diukur tidak benar-benar sinusoidal atau tidak simetris dengan cara apapun, nilai RMS akan bervarisai dari standar 0,707.

Gelombang sinusoidal
Gelombang sinusoidal

Pada contoh diagram diatas kita lihat gelombang sinusoidal dengan nilai puncak 130V. Nilai RMS dari sinyal menjadi 91,9Volt. Angka ini adalah nilai dari pembacaan pengukuran menggunakan multimeter dalam mode AC.

True RMS

True RMS adalah sebuah meter akan memecahkan gelombang menjadi bagian-bagian kecil dan membuat perhitungan RMS secara matematika dan menampilkan hasil perhitungan tersebut dalam True RMS Voltmeter. Meter ini akan menghasilkan nilai RMS akurat bahkan untuk sinyal non simetris.

Banyak beredar di pasaran berbagai jenis alat pengukuran dan sebagian besar beroperasi dengan prinsip yang sama. Setiap pengukuran pada probe multimeter akan diproses pada sirkuit elektronika di dalamnya dan merubah menjadi tegangan DC kecil. Tegangan DC kecil ini adalah satu satunya ukuran yang sebenarnya bahwa proses pengukuran ditampilkan di layar.

Kebanyakan alat pengukuran (Non True RMS Meter) meng-konversi gelombang AC menjadi sinyal DC yang mewakili nilai tegangan puncak. Nilai ini lalu diubah menjadi RMS oleh 1.414 : 1 Tegangan pembagi.

Demikian artikel alat pengukuran tegangan beserta penjelasan dan jenisnya, semoga bermanfaat.

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.