Apakah yang dimaksud dengan Electrical Engineering

Diposting pada

Electrical = kelistrikan, Engineering = teknik / rekayasa, jadi electrical engineering adalah teknik atau rekayasa di bidang ilmu kelistrikan. Electrical Engineering adalah praktisi salah satu cabang ilmu rekayasa, ini adalah cabang teknik yang berhubungan dengan teknologi kelistrikan.

Teknisi kelistrikan bekerja pada berbagai bidang, perangkat serta sistem, dari perangkat kecil microchip hingga pada generator listrik yang besar.

Percobaan awal di bidang kelistrikan adalah termasuk pada penemuan baterai kuno dan listrik statis, namun desain yang pertama dengan kontruksi pada perangkat yang berguna dimulai dengan menerapkan hukum Faraday tentang induksi listrik (Michael Faraday’s Law Induction).

Michael Faraday 1791 - 1867
Michael Faraday 1791 – 1867

Hukum Faraday menyatakan: “Tegangan dalam suatu rangkaian sebanding dengan laju perubahan dalam medan magnet yang melalui rangkaian tersebut”. Hukum ini berlaku pada prinsip-prinsip dasar generator listrik, motor listrik dan trafo.

Baca Juga :  Cara membaca nilai Kapasitor / Kondensator berbagai jenis

Munculnya era modern dengan diproduksinya berbagai peralatan listrik untuk rumah tangga, peralatan produksi dan industri adalah berkat berbagai riset dan penemuan oleh yang kita sebut “ Electrical Enginnering”.

Beberapa tokoh yang sangat berperan dalam hal ini yang tidak mungkin dilupakan antara lain:

a. Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu listrik

b. George Westinghouse, penemu arus AC (Alternating Current)

c. Nikola Tesla, penemu motor induksi

d. Gugliuelmo Marconi, penemu radio

Baca Juga :  Rumus Daya Listrik Untuk Rumah Tangga

e. Philo T Farnsworth, penemu televisi.

Tokoh-tokoh diatas adalah pelopor yang menghasilkan ide cemerlang dalam menciptakan inovasi di bidang ilmu kelistrikan.

Sejak awal, bidang electrical engineering telah berkembang dan menghasilkan beberapa cabang sesuai kategori ilmu kelistrikan khusus, termasuk:

  1. Pembangkit listrik,
  2. Sistem transmisi,
  3. Motor,
  4. Baterai,
  5. Sistem kontrol,
  6. Elektronika

Sementara elektronika sendiri melahirkan cabang kategori, yang antara lain:

  1. Sistem Frekuensi radio (RF, radio Frequency),
  2. Sistem Telekomunikasi,
  3. Sistem penginderaan jauh (remote sensing),
  4. Pemrosesan Signal (Signal Processing),
  5. Sirkuit Digital,
  6. Instrumentasi,
  7. Sistem Audio,
  8. Sistem Video,
  9. Optoelektronik, dll.

Bidang elektronika lahir dengan ditemukannya tabung vakum katup dioda termionik pada tahun 1904 oleh John Ambrose Fleming.

Baca Juga :  Membuat Rangkaian Power Bank Sendiri di Rumah

Tabung vakum pada dasarnya adalah sebagai penguat arus dengan keluaran kelipatan dari arus masukan (input). Ini adalah dasar dari semua elektronika, termasuk radio, televisi, dan radar.

Hingga abad ke 20, sesuai perkembangan dan penemuan baru oleh praktisi electrical engineering terutama di bidang elektronika, perangakat elektronik telah digantikan dengan komponen-komponen yang lebih modern, lebih kecil namun memiliki kinerja lebih seperti transistor.

Transistor dikembangkan pada tahun 1947 oleh AT&T ‘s Bell Laboratories oleh Williem Shocley, John Bardeen dan Walter Brattain. Yang membuat mereka mendapatkan hadiah Nobel bidang Fisika pada tahun 1956.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.