Cara Instalasi Plumbing, Memasang Instalasi Pipa Air Bersih

Cara instalasi plumbing memerlukan beberapa hal yang patut kamu perhatikan. Membuat plumbing dengan mengetahui teknisnya akan menciptakan sebuah bangunan yang memenuhi kesehatan dan sanitasi yang baik dengan sistem pipa yang mampu mengalirkan air bersih ke tempat yang kamu inginkan serta membuang air kotor ke saluran pembuangan tanpa takut mencemari lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Cara Mudah Menyambung Pipa Instalasi Plumbing
Cara Instalasi Plumbing, Memilih Pipa Berdasarkan Tipe Ketebalan
Memilih Pipa Berdasarkan Tipe Ketebalan

Cara Instalasi Plumbing

Memperhatikan Bahan Instalasi: Pipa

Untuk cara instalasi plumbing, bahan yang kamu gunakan adalah bahan yang memenuhi syarat: tidak menyerap air, mudah membersihkan, tanpa karat atau memakai keluar dengan mudah.

Pada instalasi air bersih atau air kotor di gedung kecuali instalasi air panas yang sering digunakan adalah pipa PVC, yaitu pipa yang dapat dibagi ketika tidak adanya spesifikasi khusus.

Memilih Pipa untuk Instalasi Plumbing Air Bersih Berdasarkan tipe (ketebalan)

Hal–hal yang perlu kamu perhatikan pada pipa instalasi plumbing adalah Tipe pipa yang terdiri atas:

Tipe AW

Pipa ini memiliki kualitas terbaik karena bahan yang digunakan amat tebal dan sering digunakan untuk saluran air bersih, saluran air minum, dan diperlukan untuk penahan tekanan tinggi.

Tipe D

Pipa dengan kualitas menegah karena memiliki ketebalan yang medium. Sering kali digunakan untuk saluran pembuangan, sebagai saluran air hujan, saluran septictank, pembuangan air kotor, dan lain sebagainya.

Tipe D

Pipa dengan kualitas terendah (berbahan tipis). Sering digunakan untuk sparing saluran listrik yang ditanam di dinding.

Cara Instalasi

Setelah mengetahui pipa yang akan kamu gunakan untuk menyelesaikan cara instalasi plumbing, maka saya lanjutkan ke tahap instalasi plumbing untuk air bersih.

  1. Untuk mengetahui terlebih dahulu, alangkah baiknya kamu menggunakan denah pipa dan diagram isometrik agar peletakan pipa dapat diketahui dengan mudah.
  2. Instalasi pipa dilakukan sebelum pekerjaan memlester dan sebelum acian yang berfungsi untuk menghindari keretakan dinding.
  3. Pipa yang melewati pelat dak atau balok (kolom) dan sparing pipa beton harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran dilakukan.
  4. Posisi pipa yang benar silakan tutup menggunakan steker/ dop yang tidak mudah dipisahkan untuk menghindari kotoran masuk atau mortar yang menyebabkan penyumbatan.
  5. Hindari tikungan pipa dengan bagian pembakaran.
  6. Posisi pipa di kamar mandi harus kamu sesuaikan dengan sanitary.
  7. Rencana instalasi air bersih silakan ditempatkan di perempatan keramik.
  8. Setelah selesai memasang, silakan tekan pada bagian yang terpasang pipa: untuk jenis pipa GIP atau stainless maksimum 10 Bar dan untuk jenis pipa PVC maksimal 6 Bar.
Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *