Cara Menghitung Plumbing Sesuai Dengan Debit Air

Diposting pada

Dalam mendesain sistem penyedia air bersih untuk gedung atau rumah, kamu perlu mengetahui cara menghitung plumbing dan memahami langkah-langkahnya.

Cara Menghitung Plumbing
Cara Menghitung Plumbing

Cara Menghitung Plumbing

Langkah Menghitung Plumbing

Sebelum ke cara menghitung plumbing, langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan adalah sumber air yang kira-kira berasal dari PDAM. Atau berasal dari sumber lain, misalnya mengebor air sumur dalam (deep weel).

Selanjutnya adalah mengetahui kapasitas kebutuhan sehari-hari dari suatu gedung. Dan untuk mengetahui kapasitas air, kamu perlu memperhatikan beberapa poin.

Bahan yang diperlukan Untuk Menghitung Plumbing

Poin-poin dalam menghitung plumbing dimulai dari menentukan jumlah penghuni, fungsi, dan daftar rata-rata penggunaan air per hari. Jika sudah mengetahui jumlah penghuni.

Baca Juga :  Dasar-dasar Sistem Pneumatik

Kamu harus menghitung pemakaian air rata-rata per hari (Q) yang dirumuskan seperti di bawah ini.

  • Pemakaian rata-rata per hari (Q) = Jumlah penghuni × pemakaian air rata-rata sehari (misalnya untuk apartemen penggunaan air rata-rata sehari = 250 liter per orang).
  • Setelah menghitung debit air rata-rata per hari (Qd). Yang rumusnya seperti ini: debit air rata-rata per hari (Qd) = 120% × Q: 20% merupakan tambahan untuk antisipasi kebocoran, perawatan alat plumbing, dan kebersihan gedung, dan Q = pemakaian air rata-rata per hari.
  • Setelah itu kamu harus menghitung penggunaan air bersih per jam (Qh). Yang rumusnya seperti ini: (Qh) = Qd /t: t = lamanya waktu penggunaan air per hari (jam), dan Qd = debit air rata-rata per hari.
  • Setelah itu kamu harus menghitung penggunaan air pada jam puncak (Qd max). Yang rumusnya seperti berikut: pemakaian air pada puncak (Qh max) = C1 × Qh: C1 = koefisien: 1,5 – 2,0, dan Qh = pemakaian air per jam.
Baca Juga :  Berbagai Tombol Dan Bagian Penting Pada Kamera DSLR Beserta Kegunaannya

Setelah mengetahui perhitungan tersebut, maka kamu akan mengetahui jumlah air yang dibutuhkan di rumah atau di gedung. Maka kamu bisa menentukan rencana, seperti menentukan kapasitas dari tendon bawah atau ground tank dan menentukan kapasitas tendon atas atau roof tank.

Nah, jika kamu sudah mengetahui kapasitas tendon bawah dan tendon atas. Maka langkah selanjutnya dalam cara menghitung plumbing adalah membahas distribusi air dari sumber air ke tendon bawah dan dari tendon bawah ke tendon atas.

Baca Juga :  Menghitung Plumbing Untuk Rumah Hunian Terbilang Mudah, Kok!

Pembahasan kali ini menyangkut tiga hal, yaitu pipa yang digunakan. Menghitung kapasitas pompa transfer yang kamu perlukan, dan distribusi dari tendon atas ke outlet saniter (seperti closet dan wastafel). Kira-kira menggunakan sistem gravitasi atau memasang pompa booster untuk 2 atau 3 lantai paling atas.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.