Cara Setting Mur Kontrol Tekanan Pressure Switch Pompa Air

Diposting pada

Kontrol tekanan pompa air atau biasa orang menyebutnya pressure switch, adalah alat pengontrol tekanan dimana fungsi utamanya untuk membaca / sensing tekanan pada output / suction pompa untuk mengatur aktif dan tidaknya (ON atau OFF) pompa, sesuai dengan nilai tekanan yang dibutuhkan.

Untuk pengaturan pembatas tinggi rendahnya tekanan yang dihasilkan membutuhkan pemahaman khusus, meskipun kadang sepele tapi sebagian orang begitu kebingungan, seperti beberapa pertanyaan yang diajukan ke admin Abi Blog pada posting sebelumnya. Lihat di SINI.

Pemahaman pertama adalah tentang istilah “cut-in” dan “cut-out” pada pressure switch.

Cut-in dan cut-on diatur dari posisi mur, pada postingan ini kita akan membahas arah putaran mur tersebut, agar lebih mudah memahami.

Ada dua buah mur (biasanya) pada pressure switch pompa air, yaitu mur besar dan mur kecil, coba perhatikan gambar dibawah ini:

Kontrol Tekanan Pompa Air (Pressure Switch Water Pump)
Kontrol Tekanan Pompa Air (Pressure Switch Water Pump)

Baca juga : Cara kalibrasi dan mengatur tekanan pada differential pressure switch

Kita akan membahas satu persatu fungsi dari masing-masing mur tersebut.

Mur pengatur besar.

Perubahan tekanan cut-in dan cut-off secara bersamaan / simultan kearah atas (pada tekanan tinggi) dan ke bawah (tekanan rendah) ini disebut mur pengatur range atau jangkauan. Jangkauan yang dimaksud adalah jangkauan tekanan cut-in ke cut-off.

Jadi ini memiliki efek menaikkan atau menurunkan berbagai tekanan operasi switch. Contohnya begini: Jika anda setting 20/40 ( maksudnya: 20psi adalah posisi ON, 40psi adalah posisi OFF), kemudian anda kencangkan mur ini (arah kanan tentunya) sebanyak 3 ½ putaran, maka dengan begitu anda telah meningkatkan tekanan operasi menjadi 30/50 (30psi adalah posisi ON dan 50psi adalah posisi OFF).

Biasanya mur besar pada sebagian besar kontrol tekanan pompa penyesuaian cut-on (cut-in) dan cut-off secara bersamaan. Itu berarti ada kesenjangan atau istilah teknik-nya diferensial antara tekanan cut-on dan cut-off, rentang nilai itu bertahan tapi dapat dinaikkan dan diturunkan (secara bersama-sama).

Baca Juga :  Memilih antara Stainless Steel tipe 304 atau 301

Arah putar searah jarum jam pada mur besar ini berarti menaikkan nilai tekanan cut-on dan cut-off, jadi memutar searah jarum jam tersebut merubah kedua nilai tekanan tersebut.

Sebaliknya, jika memutar berlawanan arah jarum jam, artinya secara besamaan pula merubah kedua nilai tekanan tersebut (selalu diingat kedua tekanan tersebut adalah tekanan cut-on dan cut-off).

Cara mengidentifikasi / menentukan mur range (jangkauan) dan mur perbedaan tekanan (diferensial).

  1. Mur untuk mengatur range (cut-on dan cut-off) adalah memiliki spring atau pir lebih besar bentuknya.
  2. Mur untuk perbedaan tekanan / diferensial adalah memiliki spring atau pir lebih kecil bentuknya secara fisik.
  3. Mur pengatur diferensial memiliki spring atau pir lebih pendek, terlihat lebih rendah dibawah posisi sakelar / switch kontrol.
  4. Beberapa tipe kontrol tekanan hanya menggunakan mur pengatur range tanpa menggunakan mur pengatur diferensial.
  5. Untuk jenis terbaru, kontrol tekanan bentuk mur berbentuk 3/8” atau soket.

Efek dari putaran Mur pengaturan rentang (range)

Tabel dibawah ini mungkin akan lebih mempermudah dalam penyesuaian pengaturan dan jumlah putaran yang diperlukan.

Range bawaan pada mur pengatur Cut-On dan Cut-Off dalam psi Jumlah rentang putaran mur searah jarum jam Range cut-on dan cut off setelah dilakukan perputaran dalam psi
20/40 psi 3 ½ putaran 30/50 psi
20/40 psi 8 – 8 ½ putaran 40/60 psi
30/50 psi 3 ½ putaran 40/60 psi

Mur pengatur kecil

Mur pengatur kecil seperti gambar diatas, adalah untuk merubah nilai diferensial antara cut-on dan cut-off.

Efek dari putaran Mur pengatur diferensial

Efek dari mengatur mur kecil ini adalah hanya untuk menaikkan dan menurunkan tekanan cut-off saja. Sehingga hasilnya akan memperlebar dan mempersempit GAP atau perbedaan antara cut-on dan cut-off.

Baca Juga :  Kesulitan perbaikan Panel Kontrol Bow Thruster dari Marol

Cara mengubah nilai tekanan diferensial pada mur kecil di Pressure Switch

  • Putar searah jarum jam atau dikencangkan, jika ingin mendapatkan tekanan lebih tinggi, jadi nilai cut-off akan meningkat.

Mengapa mur kecil disebut diferensial?

Mengatur tekanan pada spring atau pir hanya merubah cut-off pompa untuk tekanan naik adalah searah jarum jam, untuk tekanan turun adalah berlawanan jarum jam.

Pada beberapa tipe kontrol tekanan, mur kecil ini mengontrol tekanan menjadi meningkat (putar kebawah atau mengencangkan) atau menurunkan (melonggarkan atau memutar kearah luar), nilai dari mur kecil ini akan merubah diferensial cut-on dan cut-off.

Dengan kata lain jika anda tidak melakukan setting sama sekali pada mur besar dan mengubah nilai pada mur kecil maka anda telah meningkatkan tingkat diferensial antara tekanan cut-in dan cut-off.

Setelah melakukan pengaturan pada kedua mur diatas, yang terpenting adalah perlu memeriksa tekanan air operasi yang sebenarnya dalam sistem, melakukan pengaturan pada mur besar, untuk memastikan bahwa tekanan tidak mendorong cut-off menjadi sangat tinggi sehingga pompa air tidak akan pernah off dan ini bahaya sekali.

Atau melonggarkan mur kecil (penyesuai diferensial) sehingga diferensial tekanan pompa menjadi sangat kecil, sehingga pompa akan sebentar hidup dan sebentar mati.

Kesimpulan

  • Mur range yang berubah akan merubah seluruh rentang tekanan operasi, namun gap antara cut-on dan cut-off tetap sama.
  • Mur diferensial berubah akan merubah jarak antara cut-on dan cut-off (menjadi lebar atau menjadi sempit)
  • Tetapi merubah diferensial juga akan merubah tekanan operasi sehingga perlu memahami antara keduanya (mur besar dan mur kecil).
Baca Juga :  Status

Bagaimana jika pada pressure switch hanya memiliki satu mur?

Banyak tipe kontrol tekanan pompa hanya memiliki satu jenis mur pengaturan. Namun tetap sama pembahasan-nya dengan yang telah ditulis diatas, yaitu hanya ada satu mur besar.

Bagaimana mengatur meningkatkan tekanan cut-off pompa tanpa merubah pengaturan tekanan cut-off terlalu tinggi?

Begini pertanyaannya:

Saya memeriksa pompa dan mengatur cut-on di 25psi dan cut-off di 65psi, tapi diagram dibagian dalam penutup pompa menunjukkan bahwa harus cut-on di 40psi dan cut-off di 80psi (fix).

Bagaimana cara merubah itu? Dari 25 menjadi 40psi?

Sebagian besar kontrol tekanan pompa disesuaikan dengan cara standar seperti pada data tutup pompa tersebut. Tetapi kita bisa mengatur cut-on menjadi nilai yang lebih tinggi (ditingkatkan), lalu menyesuaikan kembali tekanan diferensial cut-on dan cut-off untuk menjaga cut-off tidak terlampau tinggi, yang akan menyebabkan pompa berubah on-off dengan cepat selama air mengalir dan siklus itu akan meningkat sebagaimana faktor dalam pompa.

Pada pengatur kontrol tekanan pompa, mur kecil pada switch kontrol pompa menyesuaikan nilai diferensial atau kesenjangan antara cut-on dan cut-off, sementara mur besar adalah merubah diferensial tekanan.

Dengan kata lain, anda dapat mengatur tekanan yang lebih tinggi dan kemudian mempersempit diferensial sehingga cut-off tekanan tidak menjadi tinggi dan berbahaya atau diatas kemampuan pompa sendiri.

Pengaturan cut-off tekanan terlalu tinggi dapat menyebabkan pompa tidak akan pernah OFF atau justru akan menimbulkan kebocoran pada instalasi atau peralatan karena kemampuan instalasi serta peralatan juga harus dipertimbangkan.

Begitu cara pengaturan mur kecil dan mur besar di pressure switch pompa, jika kurang jelas silahkan bertanya secara detail.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

35 thoughts on “Cara Setting Mur Kontrol Tekanan Pressure Switch Pompa Air

  1. terima kasih atas pencerahannya, ada yang ingin saya tanyakan, pada saat tekanan telah mencapai titik cut on (bisa dilihat dari jarum yg ada pada mano meter) akan tetapi swich pompa tidak mau bergerak menjadi on tetep pada posisi off apakah ini berarti presure swich nya sdh ada kerusakan ataukah ada faktor yg lain, karena saya menglami hal ini.
    mohon penjelasannya, terima kasih.

    1. Belum tentu terjadi kerusakan pada pressure switch, karena perlu disetting/stel kekuatan spring penahan pada Pressure switchnya dengan melakukan adjust untuk menyamakan tekanan yang bekerja yang ditunjukkan pada pressure gauge/manometer sama betul dengan batas tekanan yang bekerja pada posisi cut on PS. Istilahnya perlu kalibrasi antara PG dan PS.

  2. saya mau tanya mas jika saya mau menaikan tekanan cut in mur yg mna yg hrus dstel dan dikencangkn at dendorkan?
    kmudian jika saya mau menaikan tekanan cutout mur yg mna yg hrus dstel dan dikencangkn at dendorkan?
    mhon pencerahanny terima kasih

    1. Pertama pastikan air disepanjang pipa hisap penuh, agar tidak terjadi masuk angin, karena pompa tidak akan bisa menghisap tanpa air. Coba dengan memassukkan air pancingan ke dalam pompa dengan membuka plug khusus di pompa untuk memasukkan airnya.
      Kedua jika air disepanjang pipa hisap penuh tapi tidak bisa menghisap, kemungkinan kipas pompa aus. Saya sarankan menambah tusen klep pompa pada ujung pipa hisap, fungsinya untuk menahan air di pipa hisap pada saat pompa tidak bekerja.
      Ketiga, pastikan valve hisap kalau mungkin ada dan valve keluar dalam keadaan terbuka.
      Sebenarnya jika kita peka, ada perbedaan bunyi antara pompa yang menghisap air dan pompa yang menghisap udara.

  3. salam mas, pompa air sy kondisi nya tekanan air kecil dan tdak mau mati. MUr apa saja yg hrs sy rubah? OTomatis baru beli. Makasi mas

    1. Hai Mas Daniel
      Untuk pompa yang tidak menghasilkan tekanan, berarti ada masalah pada bagian pompa, terutama bagian impeler. Impeler adalah bagian pompa yang berputar yang berfungsi untuk menciptakan tekanan pada bagian suction-nya (output pompa) sekaligus menciptakan daya hisap pada bagian discharge (input pompa).
      Penyebab lain selain ausnya impeler juga mungkin disebabkan kebocoran pada sepanjang pipa hisap.
      Dalam hal, seting bagian otomatis pompa, saya kira belum sampai tahap itu. Karena otomatis pompa akan bekerja karena tingkat tekanan suction / output pompa, jadi belum patut dicurigai.
      Pemeriksaan bisa dilakukan pada bagia-bagian berikut:
      1. Tosen pompa,
      2. Instalasi pipa hisap, hindarkan kebocoran,
      3. Memastikan sepanjang pipa hisap dan ruang impeler tidak ada udara yang terjebak.
      4. Cek kemungkinan kebocoran pada outpit / suction pompa.
      Kesimpulannya : ada masalah pada kinerja pompa itu sendiri, belum masuk ke bagian otomatis pompa.
      Terima kasih Mas Daniel

  4. Malam mas,, pompa air saya kmaren gk mau mati. Terus saya panggil tukang,, katanya bisa di akalin gk perlu ganti otomatis. Ehh skarang malah mesin nya gk mau on…
    Mohon pencerahan nya mas… biar saha gk perlu lagi manggil2 tukang… hehe

    1. Ganti saja otomatisnya Mas, kemungkinan kegagalan kontak NC pada otomatis yang gagal, cara pengecekannya:
      Pada saat power di stop kontak sudah ready, coba periksa output pada otomatis, bagus menggunakan multitester (voltmeter) lihat apakah ada power keluar dari otomatisnya. Jika tidak ada tegangan yang keluar maka pakai solusi kedua
      Solusi kedua, perlu melakukan setting pada otomatis, mungkin adjust tekanan terlalu rendah sehingga pada saat tanpa tekananpun spring tekanan kontak tidak mau kembali menutup (close).

    2. Dear Mas Dudi
      Ganti saja otomatisnya Mas, kemungkinan kegagalan kontak NC pada otomatis yang gagal, cara pengecekannya:
      Pada saat power di stop kontak sudah ready, coba periksa output pada otomatis, bagus menggunakan multitester (voltmeter) lihat apakah ada power keluar dari otomatisnya. Jika tidak ada tegangan yang keluar maka pakai solusi kedua
      Solusi kedua, perlu melakukan setting pada otomatis, mungkin adjust tekanan terlalu rendah sehingga pada saat tanpa tekananpun spring tekanan kontak tidak mau kembali menutup (close).
      Terima kasih

  5. Malam mas. Saya baru beli 2 presssure swicth Shimizu yg satu nya okey tapi yg satu lagi tik tak tiktuk mulu meskipun udah saya atur mur 1 da mur 2.
    Kira2 kerusakannya apa ya mas…trims.

    1. Bagian dari pressure switch terdiri dari :
      – Pegas spiral, Pegas spiral mendapat tekanan dari membran saat tekanan instalasi pompa meningkat. Kekuatan pegas cukup diatur oleh baut pengatur. Pegas ini tidak perlu mengeset lagi, karena biasanya sudah disesuaikan oleh pembuat.
      – Pegas daun dan tuas. Mekanisme tuas dan pegas daun adalah satu set. Fungsinya untuk mengatur gap set point ON dan OFF sehingga tidak kondisi ON dan OFF yg terlalu cepat.
      Proses sederhananya begini:
      Saat tekanan air meningkat, membran akan terdorong ke arah pegas, tuas akan terdorong selanjutnya akan mendorong pegas daun, pegas daun akan membuka anak kontak. Dalam kondisi ini pompa akan mati.
      Pada saat ada pemakain air, tekanan air akan menurun, membran kembali tertarik keluar, lalu spiral juga akan mengembang, tuas akan ikut bergerak, pagas daun akan terdorong juga. Pegas daun akan menarik tuas dan menutup anak kontak. Pompa akan menyala.
      Fungsi pegas daun adalah membedakan antara set point ON dan OFF, tekanan yang umum dipakai 1.1 kg/cm2 untuk ON dan 1.8 kg/cm2 untuk OFF. Gap ini akan memberikan waktu jeda antara ON dan OFF.
      Efeknya akan membuat pompa jadi lebih awet. Meskipun awet dan tidak juga dipengaruhi oleh cara penggunaan dan tentu saja kualitas dari pompa itu sendiri
      Pada kasus Anda, sepertinya dicoba lagi penyetelan pada mur pengatur GAP / pegas daun dan tuas. Cepatnya kondisi ON dan OFF menyebabkan suara tak tik tak tik,
      Silahkan di coba. Tentunya dengan sabar, pastikan tidak ada kebocoran pada instalasi,

    1. Pastikan sepanjang pipa hisap penuh dengan air, agar tidak ada udara terjebak didalamnya. Pastikan tozen telah terpasang diujung pipa hisap, fungsinya untuk menahan air agar tidak jatuh dari sepanjang pipa hisap.

  6. Halo pak..mau tanya bagaimana cara setting yg ideal utk mur besar/kecil otomatis pompa supaya air yg kluar deras atau kencang, krn pompa saya air yg kluar kecil..padahal sumur bor nya dalam..skitar 70 meter, dan kalo lebih dari 1 kran di hidupkan maka pompa langsung kehabisan air dah harus di pancing air lg begitu seterusnya. Mohon pencerahannya agar pompa saya bisa mengeluarkan air yg deras walau di pakai lebih 1 kran dan tidak bolak-balik kehabisan air. Terimakasih sebelumnya Pak

  7. Selamat siang Pak Abi Royen,
    Pompa air saya Shimizu 503 dengan kedalaman kurleb 35 M, Untu menghidupkan/matikan mesin saya menggunakan saklar on/off sehingga untuk start pertama harus menunggu jarum sampai kondisi tekanan normal baru air akan keluar kencang (biasanya 30 detik). Akhir2 ini kondisi normal (air keluar kencang) agak lama kurleb 2 menit. Apakah yg harus diperbaiki atau ganti. Terima kasih

  8. Selamat siang pak..blm lama saya baru beli mesin jet pump simizhu pc 250 Bit ..dengan kedalaman 30 meter knp air masih agak keruh dan 1 lg pertanyaan baru isi tangki blm ada 2 menit otomatisnya nyala terus saya kuras lagi blm ada 2 menit sdh nyala lg otomatisnya dan seterusnya .padahal saya baru saja mengganti otomatisnya..langkah apa yang harus di perbaiki pak ..terimakasih sebelum dan sesudahnya.

  9. bang, pompa air saya awalnya normal tapi setela saya menambakan angin jadinya air keruh dan tak mengalir lagi. apakah anda memiliki solusi mengenai hal itu? terimakasih

  10. Bang saya mau tanya. Kemaren saya bongkar pompa air saya karena habis banjir terendam air pada bagian motor. Setelah saya pasang kembali airnya kecil. Pressurenya berada di range 10 bar ga mau naik lagi. Apa yang harus saya cek/setel agar air normal kembali.teeimakasih mohon pencerahanya

  11. Mas Abi, saya baru pasang pompa air listrik otomatis shimizu model PS-135E sebagai pompa dorong ke semua kran yang saya pasang dekat dengan toren. Yang jadi permasalahan air yang keluar dari kran seperti tersendat sendat. Bagaimana ya Mas cara mengatasinya supaya airnya memancar tanpa terputus putus atau tersendat sendat. Terima kasih banyak atas bantuannya.

  12. Selamat malam, penjelasan pengaturan pressure switch yang dicontohkan diatas untuk pompa air, apakah bisa pressure switch untuk pompa air(YORK
    Type FR-2 misalnya) bisa untuk kompresor angin, saya sudah punya pressure switch otomatis yg pengaturannya 1 per, saya sudah coba gak dapat2 cara setingnya, sampai dengan baut lepas dan posisi per tidak dalam tekanan baut, nah kalau posisi demikian, saya harus putar berapa kali untuk mendapatkan setingan cut-on di 20psi dan cut-off di 60psi untuk mencoba, atau cut-on di 40psi dan cut-off di 80psi, ceritanya saya buat kompresor angin menggunakan tabung freon, mesinnya kompresor bekas kulkas, menggunakan pressure switch otomatis dengan pengaturan 1 per, dan untuk kontrol tekanan menggunakan pressure gauge max 85 psi, tapi belum jadi, gak bisa setingnya, semoga pertanyaan saya dan jawaban dari bapak bisa menginspirasi teman2 yang lain ingin berkreasi, terimakasih, oooh iya ada yg lupa, kalau boleh tolong diinfo juga berapa psi maksimal kekuatan tangki freon, sekali lagi terimakasih

  13. kemaren saya memasang pompa sumizu.air naik pompa normal.
    mesin hidup waktu di tutup kran jadi mati.masalah nya di saat kita buka kran ga bisa hidup.udah capek saya stel ga bisa bisa.mohon silusi nya.

    1. Bantu jawab. Ibu seting mur besar terlalu rendah jd air keburu habis mesin belom hidup. Coba putar mur besar ke arah jarum jam (kencangkan) bbrp x putaran (hrs coba2 dulu). Nanti ketemu titip idealnya. Pd contoh d atas titip cut on d 20psi.

  14. Om master pompa, saya mau tanya saya pakai jet Shimizu 260 bit, fungsi dari tabel tekanan 10 bar – 60 bar apa yak? Mohon pencerahannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.