Commissioning

Diposting pada

Pengertian Commissioning

Commissioning (COMM) adalah pengujian atau melakukan pengujian operasional suatu pekerjaan secara real / nyata maupun secara simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku (rule), regulasi (regulations), kode (code) dan sesuai standar (standard) yang telah ditetapkan antara pelaksana kerja dan klien.

Pelaksanaan dilakukan apabila pelaksana kerja (kontraktor) telah menyelesaikan pekerjaannya dan siap untuk melakukan stat – up.

Commissioning

Tujuan

Dengan adanya pelaksanaan commissioning akan didapatkan kepastian hasil suatu pekerjaan.

Baca Juga :  Pemahaman Dasar Perhitungan dan Perkiraan Aliran (Flow)

Akan tetapi pelaksanaannya tidak selalu berada di akhir sebuah pekerjaan. Adakalanya beberapa pekerjaan memiliki beberapa step pekerjaan. Akan hal itu maka pelaksanaan bisa dilakukan pada akhir di setiap step pekerjaan.

Misalnya dalam sebuah pembangunan gedung bertingkat yang didalamnya banyak pekerjaan pekerjaan penunjang seperti elektrikal, mekanikal, elektronik, dll. maka bisa dilakukan pada setiap sub pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Pemasangan Kontrol Pneumatik BY EPCON

Persyaratan

Tentunya persyaratan administrasi sebelum dilakukanya commissioning harus dilengkapi yaitu adanya kumpulan arsip pekerjaan yang terdiri dari:

  1. Calibration Certificate (sertifikat kalibrasi).
  2. Assembly Certificate (sertifikat dari produsen barang yang terpasang).
  3. Test Certificate (sertifikat pengetesan fungsi / jika itu suatu sistem).
  4. Installation Certificate (sertifikat instalasi).
  5. Flushing Certificate (sertifikat telah dilakukan pembersihan) dll.
Baca Juga :  Flowmeter Elektromagnetik dari flotech

Yang dikumpulkan dalam Mechanical Completion

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

13 thoughts on “Commissioning

  1. Terima kasih kunjungannya,
    Perbedaan Commissioning dan SAT (Site Acceptance Test)
    Commissioning diperlukan untuk memastikan bahwa peralatan, fasilitas dan system yang terpasang berfungsi dengan benar dan layak di serahkan ke pihak owner / end user, secara menyeluruh.
    Commissioning efektif untuk meminimalkan / mengurangi item punchlist dan meningkatkan start-up dan mengeliminasi problem up-front.
    SAT (Site Accetance Test) adalah pra –commissioning, kegiatan yang dilakukan sebelum dilakukan commissioning.
    SAT melakukan pengujian dan melihat kekurangan yang muncul dari pengujian tersebut, memverifikasi peralatan yang tepat yang akan diterapkan.
    SAT lebih ke pengujian peralatan tunggal,dilakukan pada instalasi untuk mengkonfirmasi kesesuaian dengan spesifikasi instalasi seperti yang ditentukan oleh standar pabrikan yang diberlakukan pada perangkat tersebut,
    Berikut unsure-unsur khusus SAT:
    1. Definisi dasar lingkup (Acceptance Criteria) dan Spesifikasi,
    2. Finishing Visual Check,
    3. Pemeriksaan langsung komponen utama,
    4. Pelatihan operator
    5. Fungsi dalam system (selama test),
    6. Alarm dan safety,
    7. Fungsi Utilitas dan check setting,
    8. Pemeliharaandan panduan pengguna
    9. Kalibrasi instrument,
    10. Pengiriman protocol FAT ( Pelaksanaan FAT protocol, panduan pemeliharaan, rekomendasi suku cadang, sertifikasi, as built drawing, data sertifikat material, data peralatan utama, sertifikasi kalibrasi instrument, welding proses kualifikasi)
    SAT di laksanakan sebelum Commissioning.

  2. Berarti bisa dikatakan bahwa Commissioning itu test running plant sebelum running ke proses ya mas?

    sedangkat kalau SAT itu, pengecekan sebelum dilakukan test running?
    pengecekan SAT sama dengan FAT ya mas? hanya beda lokasi pengecekan saja.
    oh iya, kalau untuk prosedur commissioning dan SAT punya tak mas?
    boleh gak saya minta sebagai referensi?

    Terimakasih,

  3. FAT atau kependekan dari Factory Acceptance Test yang saya tahu adalah preformed di pihak vendor sebelum satu set system dikirim ke klien. Pengujian system yang akan dipasang yang dilakukan oleh vendor sesuai dengan permintaan klien.
    SAT ( Site Acceptance Test) pengujian untuk menunjukkan bahwa system dipasang dengan benar dan sesuai dengan system lain di area atau tempat pemasangan.
    Jadi hampir sama ya antara SAT dan FAT, mungkin butuh referensi yang lain , coba kunjungi situs yang membahas secara detail di: http://www.askaboutvalidation.com/626-the-difference-between-a-fat-and-a-sat
    Untuk prosedur commissioning saya hanya punya hard copy. Mungkin pada postingan ke depan saya akan share jika sudah siap.
    Terima kasih.

  4. Oke mas terimakasih sekali atas penjelasannya,,,,

    semoga saja cepat di posting untuk contoh FAT,SAT dan Commissioning prosedure nya,
    ini first project saya mas,,,

    heee

    salam kenal sebelumnya mas,

  5. Salam Kenal, mau tanya tentang Risk (risiko dalam Commissioning) penjelasannya apaya? dan apa perbedaan antara Completion dan Commissioning? begitupun juga antara Completion Risk dengan Commissioning Risk?

    Semoga bisa sharing, karena Commissioning menjadi hal yang krusial bagi pihak Construction (Project) dengan Operation dan maintenance. Dalam keterlibatan tersebut saya mau sharing bagaimana menghindari miss dan identifikasi risiko yang akan muncul. Terima kasih

    1. Completion pada dasarnya adalah proses yang dilakukan mulai dari tahap pengadaan hingga tahap commissioning.
      Termasuk didalamnya adalah tanggung-jawab:
      1. Penyelesaian pekerjaan yang mencakup disiplin ilmu,
      2. Penyelesaian pekerjaan sesuai perincian dalam kontrak,
      3. Penyelesaian pekerjaan pembuatan / menyusun berkas Completion dan laporan status pekerjaan ke PCS.
      Commissioning dilakukan setelah tahap pekerjaan completion selesai, yang dibagi dalam tiga tahap, yaitu:
      1. Persiapan commissioning,
      2. Pelaksanaan Commissioning,
      3. Pengarsipan, dokumentasi dan serah terima pekerjaan.
      Resiko utama dari commissioning adalah tidak diterimanya pekerjaan oleh pihak owner.
      Hal ini bisa terjadi karena proses antara completion dan commissioning tidak sesuai dengan kesepakatan kontrak bersama owner, misalnya:
      penggunaan material yang tidak sesuai standar, mutu pekerjaan dll. Yang perlu diperhatikan juga masalah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan commissioning seperti diatas.
      Sementara resiko dari completion adalah pengaruhnya terhadap langkah selanjutnya yaitu commissioning, di dalam proses completion banyak hal yang harus menjadi perhatian, mulai dari sertifikasi material (MCC / Mecahnical Completion Certificate), data test material (CR / Chec Record), daftar punch list (PLR / Punch List Record), Laporan status pekerjaan (MCSI / MC Status Index).
      Untuk lebih detail , akan saya tulis pada artikel lainnya tentang completion dan commisioning.
      Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.