Dasar-dasar Sistem PneumatikAbi Blog

Dasar-dasar Sistem Pneumatik

Silinder Pneumatik, aktuator rotari maupun motor udara menghasilkan tenaga berupa gerakan dalam dasar sistem kontrol pneumatik, untuk menekan, manahan, memindahkan, dan membentuk bahan dalam proses tenaga gerak tersebut.

Untuk pengoperasian dan pengendalian aktuator dan komponen pneumatik yang lainnya memerlukan unit tekanan udara yang dibuat dalam unit kompresi cadangan dalam sebuah tabung, yang disebut sebagai tabung kompresi (tabung tekanan). Tekanan udara yang dihasilkan oleh kompresor ditampung dalam tabung tekan dan diatur pemakaiannya oleh pengontrol tekanan (regulator).

Gambar dibawah ini menunjukkan sistem pneumatik dasar , yang terdiri dari bagian utama, yaitu:

  1. Bagian produk tekanan udara dengan sistem distribusinya,
  2. Bagian pemakaian tekanan udara.
Dasar-dasar Sistem Pneumatik
Dasar-dasar Sistem Pneumatik

Bagian- bagian pada gambar diatas adalah:

Pada bagian Unit Kompresor:

  1. Kompresor. Input udara dari udara bebas di mampatkan melalui unit kompresor untuk menghasilkan udara terkompresi. Udara terkompresi digunakan pada sistem pneumatik dimana energi mekanik berubah menjadi energi pneumatik.
  2. Motor Listrik. Motor listrik dalam sistem pneumatik berguna untuk memberikan tenaga gerak ke mesin kompresor biasanya berupa tenaga gerak putar. Dalam proses ini terjadi perubahan energi listrik menjadi energi mekanik.
  3. Pressure Switch ( Sakelar Tekanan).  Pressure Switch berguna untuk mengontrol motor listrik dengan memberikan perintah untuk ON dan STOP dengan mendeteksi nilai tekanan yang dihasilkan oleh bagian kompresor. Pada tekanan maksimum motor akan berhenti / STOP dan pada tekanan minimum motor akan berputar / ON.
  4. Check Valve. Berguna untuk menjaga tekanan balik pada saat kompresor dalam posisi motor berhenti. Sehingga tekanan pada tabung akan stabil.
  5. Tank / tabung. Bagian ini berguna untuk menyimpan udara bertekanan / terkompresi, Ukuran dari tabung ini tergantung oleh kapasitas kompresor, semakin besar volumenya maka semakin lama interval  motor untuk bekerja. Kebanyakan pada sistem dirancang dengan perhitungan 50% duty cycle, tersedia minimal dua kali permintaan dari sistem jumlah penyimpanannya.
  6. Pressure Gauge. Adalah indikator tekanan udara yang berada didalam tabung kompresi.
  7. Auto Drain. Bagian ini berguna untuk membuang cairan hasil dari kondensasi di dalam tangki / tabung.
  8. Safety Valve. Ini adalah bagian pengaman, jika terjadi tekanan yang berlebihan karena suatu hal (misalnya kegagalan sistem pada Pressure Switch) akan membuang tekanan dengan sendirinya, tinggi tekanan dapat diseting pada komponen ini dan sesuai range yang tersedia pada komponen tersebut.
  9. Refrigerated air dryer. Untuk memproses pendinginan udara yang terkompresi ke beberapa derajat diatas titik beku dan mengembunkan sebagian besar kelembaban udara. Hal ini berguna untuk menghindari adanya air di dalam sistem. Perangkat ini harus dipasang setelah aftercooler artinya tidak langsung pada line kompresor. Idelanya adalah udara yang masuk adalah sesuai dengan suhu udara pada ruang bebas sekitar.
  10. Filter. Filter berada pada pipa utama , pada filter ini harus memiliki penurunan tekanan minimum dan kemampuan menghilangkan kabut minyak 9oil mist). Filter harus berkemampuan untuk membatasi masuknya debu, air dan minyak.

Pada bagian pemakaian

  1. Air Take-Off. Untuk bagian pemakaian, udara diambil dari pipa utama untuk memungkinkan kondensat tertinggal di pipa utama. Pada saat mencapai titik terendah air take-off dari bawah pipa akan mengalir ke dalam saluran otomatis dan kondensat akan dibuang. Biasanya ada bagian yang bisa dibuka dan ditutup untukl pemeliharaan.
  2. Auto Drain. Pada dasarnya semua tabung atau tangki harus memiliki saluran pembuangan pada level terendah, pada tangki kompresor menggunakan auto drain, yang berada tepat dibawah ruang ekspansi , yang memungkin udara hasil pendinnginan pada ruang ekspansi langsung dapat dihilangkan / dibuang.
  3. Unit Air Service. Kondisi udara bertekanan untuk menghasilkan udara yang bersih dengan tekanan yang optimal perlu penambahan pelumas untuk memperpanjang umur komponen pada sistem pneumatik.
  4. Valve Pengarah. Ini adalah perangkat individu, kemungkinan ada beberapa valve pengarah pada satu manifold.
  5. Aktuator. Pada aktuator ada proses yaitu proses perubahan energi tekanan udara menjadi energi gerak.
  6. Pengatur kecepatan. Bagian ini memungkinkan menyesuaikan kecepatan untuk gerakan aktuator.

Demikian pembahasan tentang Dasar Sistem Pneumatik, dari ABI BLOG

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *