Diameter Orifice pada Flowmeter, Perhitungan dan RumusAbi Blog

Perhitungan diameter Orifice Plate pada Flowmeter

Diameter Orifice Plate pada Flowmeter

Diameter orifice Plat orifice flowmeter digunakan untuk menentukan kecepatan aliran cairan atau gas dengan metode pengukuran terhadap tekanan diferensial antara P1 dan P2.

Diameter Orifice Plate
Diameter Orifice Plate
Baca tentang rumus persamaan orifice plateRumus persamaan menghitung diameter orifice untuk cairan
P1 adalah titik dimana tekanan masuk atau aliran berasal dan P2 adalah titik dimana tekanan keluar dari orifice plate. Tekanan yang dibaca adalah dari kedua titik tersebut, melihat perbedaan tekanannya atau yang biasa disebut diferensial-nya dan menghitung sebagai jumlah aliran.
Posisi Tap tekanan sedikit mempengaruhi koefisien dari debit yang di hitung, berupa lubang yang mengarah menembus flange dan berada pada jarak standar yaitu 1” (2,54cm) dari kedua sisi lubang.
Rumus diameter orifice
Posisi Tap tekanan sedikit mempengaruhi koefisien dari debit yang di hitung
Orifice plate adalah sebuah pelat tipis yang dibuat dari stainless steel yang memiliki lubang di tengah lingkaran-nya dengan diameter yang dibuat dengan pertimbangan sesuai keperluan tingkat pengukuran.
Pelat tipis tersebut dipasang pada pipa aliran dengan desain khusus yang akan memberikan perbedaan tekanan antara sisi masuk dan sisi keluar dari lubang pada pelat tersebut.
Metode pembelokan aliran terjadi pada pemakaian orifice , dimana jalur aliran dibelokkan yang berpengaruh pada luasan aliran dan kecepatan aliran.
Rumus yang berhubungan dalam menentukan diameter lubang orifice plate.
Rumus diameter orifice
Rumus menentukan diameter lubang diameter orifice plate
Dimana:
  • = Area (L2)
  • Discharge Coefficient,
  • = Throat Diameter (L),
  • D= Pipe Diameter (L),
  • Km= Minor Loss Coeffient,
  • ∆p= Differential Pressure (F/L2),
  • Qm= Mass Flowrate (M/T),
  • Qv= Volumetric Flowrae (L3/T),
  • Red=Reynold Number Based dalam d,
  • ReD= Reynolds Number Based dalam D,
  • V= Velocity (L/T),
  • W= Pressure Loss (F/L2),
  • ᵨ=Density(M/L3),
  • v= Kinematic Viscosity (L2/T).
“w” adalah hilangnya tekanan statis yang terjadi diantara D dan 6xD jarak kemudian dari orifice plate.
Persamaan dan penerapan:
Rumus diameter orifice
Rumus hilangnya tekanan statis yang terjadi diantara D dan 6xD jarak kemudian dari diameter orifice plate
Rumus diameter orifice
Hasil Perhitungan Rumus Diameter Orifice

Kelebihan dan kekurangan pemakaian orifice plate

Kelemahan dari orifice plate adalah kehilangan pressure / tekanan permanen yang relatif tinggi sera nilai akurasi penggunaan ditentukan oleh ketepatan dalam pemasangan posisi pelat itu sendiri dan ini sangatlah riskan.
Sementara keuntungan dari pemakaian plate orifice adalah mencakup range pengukuran yang luas, bisa diaplikasikan pada banyak jenis material, mudah diganti tidak membutuhkan alat khusus, akurasi tinggi jika pemasangan-nya tepat dan tentunya harga relatif lebih murah.
diameter orifice
Tabel perhitungan diameter orifice plate
Beberapa posisi untuk mendapatkan beda tekanan pada pengaplikasian orifice plate antara lain adalah pada:
  1. Radius Tap, titik ini berjarak 1D pada upstream dan 0,5D pada downstream.
  2. Flange Tap, titik yang berada pada jarak 1” upstream dan pada 1” downstream.
  3. Ful Flow Pipe Tap, berjarak 2,5D pada upstream dan 8D pada downstream.
  4. Corne Tap, ini baik digunakan pada pipa yang lebih kecil dari 2” posisi pengambilan tekanan pada flange dekat dengan posisi orifice.
  5. Vena Contracta Taps, Pada upstream dengan jarak 0,5D hingga 2D dan pada downstream tergantung dari nilai d/D.

Artikel yang berhubungan dengan aliran :

Difinisi, fungsi dan jenis Head Meter

Loading...
loading...

Buat Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *