Energi Listrik Di Indonesia, Alternatif Penghematan / KonversiAbi Blog

Kondisi Listrik Di Indonesia Dan Alternatif Penghematan Terbaik

Energi Listrik

Energi listrik erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari, tidak bisa dipisahkan mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal yang besar. Bahkan bisa dikatakan, saat ini energi merupakan kebutuhan pokok setiap orang.

Dan salah satu jenis energi yang sangat berpengaruh dan tak terpisahkan di era canggihnya perkembangan teknologi ini, adalah energi listrik. Untuk itu sudah seharusnya jika kita gunakan energi listrik dengan bijak, demi masa depan anak cucu kita.

Energi Listrik di Indonesia
Energi Listrik di Indonesia

Kondisi Ketersediaan Energi Listrik Saat Ini

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sampai akhir tahun 2014, total kapasitas pembangkit 53.585 MW. 70 persennya (sebanyak 37.280 MW) disumbang oleh PLN.

Rata-rata konsumsi energi menghabiskan 199 TWh. Pemakaian listrik terbesar ada pada golongan rumah tangga 43%, kemudian disusul oleh industri 33%, lalu bisnis 18% dan kemudian publik 6%.

Pada awal bulan Maret 2016 terdapat total 22 sistem kelistrikan dengan 6 kondisi normal (cadangannya sebanyak lebih dari 20%), 11 siaga (cadangannya sebanyak kurang dari 1 unit besar) dan sisanya sebanyak 5 adalah defisit atau pemadaman sebagian.

Pemerintah juga terus mengupayakan penambahan untuk kapasitas listrik di Indonesia sebanyak 7.000 MW per tahunnya, karena kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat per tahunnya. Dalam 5 tahun, diperkirakan akan ditambahkan sebesar 35.000 MW kapasitas listriknya.

Penambahan pengadaan penambahan kapasitas listrik tersebut pembagiannya berdasarkan zona. Jawa-Bali sebanyak 20,91 GW, Sumatera sebanyak 8,75 GW, Sulawesi sebanyak 2,70 GW, Nusa Tenggara sebanyak 0,70 GW, Papua sebanyak 0,34 GW dan Maluku sebanyak 0,28 GW.

Akan dibangun juga jaringan transmisi total yang berguna untuk mendukung program penambahan kapasitas listrik sebanyak 35.000 MW per 5 tahunnya. Jaringan tersebut sepanjang 46.597 kms, terdiri dari jaringan 150 kV untuk 33.562 kms, 70 kV untuk 2.689 kms, 275 kV untuk 5.262 kms, 500 kV untuk 3.541 kms dan 500 kvDC untuk 1.543 kms.

Program Konservasi Energi / Penghematan Listrik

Banyak cara untuk menghemat cadangan energi listrik kita saat ini, salah satunya adalah dengan program konservasi energi. Konservasi energi bisa dilakukan mulai dari hal yang paling kecil, dan dari diri sendiri. Jika kita berhemat energi, terutama listrik, bisa saja membangun pembangkit listrik guna menyupplai kebutuhan listrik di daerah terpencil yang belum terjemah listrik di Indonesia.

1. Matikanlah lampu yang sekiranya tidak perlu

Sebanyak 11% tagihan listrik disedot oleh pencahayaan lampu. Selain menghemat listrik, mematikan lampu juga bisa memperpanjang usia lampu. Pada siang hari, Anda bisa menggunakan cahaya alami pengganti, yaitu sinar matahari.

2. Gunakan lampu hemat energi.

Pada zaman sekarang sudah banyak sekali beredar lampu hemat energi. Anda bisa beralih ke lampu hemat energi mulai sekarang untuk membantu menghemat energi listrik.

3. Jangan menggunakan komputer malam hari.

Penggunaan komputer pada malam hari akan menyedot banyak daya listrik. Dengan tidak menggunakan komputer di waktu malam, Anda ikut berpartisipasi dalam menghemat energi.

4. Gunakan laptop sebagai pengganti penggunaan komputer.

Penggunaan laptop hanya akan menghabiskan daya sebesar 15 sampai dengan 25 watt listrik. Sedangkan penggunaan komputer memakan daya lebih banyak sekitar 150 watt listrik. Masih ragu untuk beralih penggunaan komputer ke penggunaan laptop?

5. Tentukanlah peralatan listrik apa saja yang memang benar-benar Anda butuhkan untuk Anda gunakan

Meskipun peralatan rumah tangga bertenaga listrik Anda cukup lengkap, jangan gunakan semuanya atau jangan biarkan semuanya menyala saat itu juga. Anda akan terkejut jika mendapati Anda ternyata bisa berhemat listrik dengan manyalakan peralatan secukupnya saja sesuai kebutuhan Anda pada saat itu juga.

6. Gantilah peralatan rumah tangga Anda yang model lama dengan yang model lebih baru

Pada kenyataannya peralatan rumah tangga yang model lama menghabiskan lebih banyak daya listrik dibandingkan dengan peralatan rumah tangga model baru, karena yang model baru pasti sudah dirancang sedemikian rupa mengikuti perkembangan zaman satunya keharusan menciptakan produk yang hemat listrik.

7. Cabut semua power plug, dan juga steker.

Pada dasarnya semua peralatan listrik akan menyedot daya listrik saat peralatan tersebut terhubung dengan listrik, meskipun sedang tidak digunakan. Cabutlah semua steker atau power plug saat peralatan tersebut tidak sedang digunakan.

Demikianlah sekiranya wacana kondisi perlistrikan di Indonesia sejauh ini beserta alternatif penghematan energi listrik yang bisa saya informasikan. Semoga bermanfaat.

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *