Fungsi dan bagian transformator daya pada rangkaian proteksi katodik

Fungsi transformator proteksi katodik

  Fungsi utama transformator daya jenis ini adalah merubah nilai tegangan, jadi transformator dapat merubah nilai tegangan primer tertentu menjadi tegangan yang diinginkan pada output sekundernya.

Mengapa harus menggunakan transformator daya pada rangkaian ini?

Fungsi dan bagian transformator daya pada rangkaian proteksi katodik
  Karena besar tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian berikutnya tidak sama dengan besar tegangan yang tersedia di area terpasangnya peralatan proteksi katodik.

Berapa tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian proteksi katodik?

  Tegangan yang dibutuhkan pada peralatan proteksi katodik biasanya adalah 24 Volt, namun memiliki nilai arus yang sangat kuat yang memungkinkan aliran arus listrik secara continue dan dapat menopang seluruh luas jangkauan yang diharapkan.

Bagian- bagian Transformator

  Transformator proteksi katodik terdiri dari inti besi dan dua set kabel lilitan, lilitan / kumparan pertama sebagai lilitan primer dan lilitan kedua sebagai lilitan sekunder.
Lilitan primer terhubung dengan pasokan tegangan yang tersedia dilapangan/area. Lalu lilitan sekunder terhubung ke peralatan selanjutnya , dalam hal ini adalah perangkat/rangkaian penyearah/rectifier.
   Pada proteksi katodik memerlukan transformator jenis step down sehingga logikanya lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer namun memiliki diameter email /bahan lilitan lebih besar.

Prinsip kerja transformator proteksi katodik.

  Sama dengan prinsip kerja transformator umumnya. Tegangan maupun arus yang mengalir melalui lilitan primer akan menyebabkan inti besi menjadi magnet akibat dari diterapkannya dasar energi elektromagnetik. Inti besi yang menjadi magnet tersebut menginduksi lilitan sekunder sehingga menyebakan beda potensial dari kedua ujung lilitannya.
   Penyesuaian tegangan sekunder dengan menghitung jumlah lilitan nya, hal ini di atur dalam pembagian beberapa tap tegangan outputnya.

Baca Juga :  Tentang Komponen Potensiometer Dan Cara Perawatannya
Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *