Fungsi dan kontruksi Differential Pressure Transmitter

Diposting pada

Apa yang dimaksud Differential Pressure Transmitter?

Differential Pressure adalah pada dasarnya adalah salah satu metode pengukuran tekanan yang tidak mengacu pada referensi tekanan khusus, seperti di bahas pada posting yang lalu.
 
Transmitter adalah pemancar yang berfungsi mengirimkan signal dari pengukur / sensor ke suatu sistem kontrol monitoring.

Jadi Differential Pressure Transmitter adalah suatu alat yang berfungsi mengirimkan signal pengukuran dari suatu alat ukur tekanan diferensial.

Peralatan ini akan memantau perbedaan tekanan antara dua port dan menghasilkan sinyal output dengan mengacu pada berbagai tekanan yang di kalibrasi.
Differential Pressure Transmitter
Differential Pressure Transmitter
 Baca juga artikel tentang tekhnologi sensing pressure : Teknologi sensing tekanan (pressure sensing)

Bagian – bagian Differential Pressure Transmiter

Rata-rata Differential Pressure Transmitter memiliki dua bagian utama, yaitu:
 
  1. Elemen penginderaan / sensor, biasanya berada dibagian bawah, dan
  2. Bagian elektronika yang biasanya berada pada posisi atas.
Memiliki dua port tekanan yang ditandai dengan “high” dan “low”, namun pada praktek-nya bahwa tidak wajib dalam penginstalan bahwa port high untuk tekanan tinggi dan port low untuk tekanan rendah. Penandaan ini berhubungan dengan instalasi sinyal output-nya.

Fungsi bagian Differential Pressure Transmitter

Secara fungsional Differential Pressure Transmitter memiliki dua bagian, yaitu:

1. Bagian penginderaan / sensor tekanan (terletak pada posisi lebih rendah).

 Pada umumnya Differential Pressure Transmitter menggunakan diapragma sebagai elemen penginderaan.
 
Diapragma adalah perangkat mekanis yang membaca perubahan tekanan yang menyentuh pada permukaannya yang ditempatkan diantara dua port  inlet.
 
Tekanan yang mengenai permukaan diapragma akan merubah sudut cekungan (defleksi) di permukaannya dan diubah menjadi sinyal listrik. Yang berfungsi merubah defleksi menjadi sinyal listrik adalah antara lain:
  1. Strain Gauge,
  2. Differential Capacitance, (kapasitansi diferensial)
  3. Vibrating Wire (kawat vibrasi)

Untuk lebih detail tentang dasar pengukuran, silahkan baca ini : Penggunaan pengukuran tekanan diferensial (differential pressure)

Bagian unit elektronika (sinyal listrik yang dihasilkan adalah rendah dalam hitungan milivolt saja)

 Sinyal listrik yang dihasilkan dari bagian penginderaan yang hanya dalam ukuran milivolt harus diperkuat lagi pada range 0-5V atau 0-10V atau beberapa jenis di konversi ke 4-20mA untuk pengiriman ke instrument kontrol yang berbeda tempat.

Penggunaan Differential Pressure Transmitter

Beberapa penggunaan Differential Pressure Transmitter antara lain adalah dalam aplikasi sebagai berikut:
  1. Kontrol pemantauan pompa-pompa,
  2. Pemantauan penurunan tekanan pada valve,
  3. Metering aliran minyak dan Gas di darat , laut maupun bawah laut,
  4. Pemantauan instalasi pengolahan limbah,
  5. Pemantauan sistem sprinkler,
  6. Pemantauan jarak jauh sistem pemanas untuk uap dan air. dll
 Artikel yang membahas tekanan / pressure yang lain :
Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

8 thoughts on “Fungsi dan kontruksi Differential Pressure Transmitter

  1. Numpang nanya, . saya mau masang flow transmitter di pipa air, .
    tapi ada kendala di penentuan range dan spek dari transmitternya, .
    saya mohon bantuannya gimana cara menghitungnya,.?
    termasuk diameter orifice yang di perlukan berapa??

  2. Langkah-langkah yang perlu diambil saat menetukan pemasangan flow meter transmitter ataupun non transmitter adalah: mengetahui media yang diukur (cair atau gas), jika itu sebuah cairan berupa air (yang mas Adi Apriansyah sebutkan) apakah jenis air? Tingkat kebersihan cairan?
    Saya mungkin akan berasumsi bahwa cairan yang akan diukur adalah air bersih (PDAM contohnya)
    Langkah selanjutnya adalah: menentukan jumlah minimum dan maksimum debit air yang melaluinya, tekanan proses minimum dan maksimunya, dan berapa ukuran pipa, suhu air (sedikit berpengaruh).
    Menetukan range adalah dengan memperhitungkan aliran minimum dan maksimum (masaa atau volume) yang akan diukur.
    Biasanya akurasi pengukuran dihitung dalam persentase pembacaan aktual aau bahasa tekniknya actual range (AR), dalam persentase range kalibrasi (Calibration Range) atau dalam skala penuh (Full Scale).
    Akurasi nilai itu terdiri dari minimal debit, normal debit dan maksimum debit.
    Kemudian menentukan diameter orifice yang dipakai, perhitungannya lumayan panjang jika ingin lebih memahami di mulai kembali ke rumus Bernoulli dan rumus rumus turunan yang lain.
    Namun saya akan coba share dalam arikel tersendiri untuk menentukan diameter orifice dan langkah menentukan range kerja dari flowmeter. Kalau saya tulis di sini mungkin terlalu panjang.
    Terima kasih Mas Adi Apriansyah, mungkin jawabannya belum cukup membantu untuk saat ini namun saya mengharap mengikuti artikel saya selanjutnya untuk membahas penentuan diameter orifice tersebut.

  3. Untuk DP transmitter dengan range -2 – (2)bar bolehlah kita menginject port LOW untik mendapatkan nilai -2 bar? Mohon penjelasannya.Thanks.

    1. Selamat malam pak Jhonny
      Yang perlu saya ketahui terlebih dahulu adalah, apa tujuannya memberikan injeksi ke port-low. Pada intinya sensor membaca dua bagian yaitu port-high dan low yang menghasilkan perbedaan, jadi sah-sah saja memberikan tekanan pada port-low. Karena bagaimanapun hasil sensingnya adalah pressure dari bagian yang bertekanan tinggi dikurangi pressure pada bagian yang bertekanan rendah. F = F1-F2, dalam batas referensi range diafragma tentunya.Jika anda memberikan tekanan pada port-low sementara pada port-high tanpa tekanan (tekanan atmosfir) tentunya akan menghasilkan signal minus (-) pada pembacaan.
      – High = Low = 0 V Output;
      – High > Low = + V Output;
      – High < Low = - V Output. Demikian menurut saya , jika bukan itu maksudnya, mungkin isa bapak jelaskan lebih detail. Terima kasih Pak Jhonny

  4. Dear Bapak,
    Ada ngak Pak rumus untuk menentukan perbandingan antara flow dan orifice?
    Contohnya,
    Jika 2000bbl berarti sekian ukuran orificenya.Thks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.