Fungsi, klasifikasi dan jenis sakelar / switch

Diposting pada

Sakelar / switch adalah komponen mendasar dalam sebuah rangkaian listrik maupun rangkaian kontrol sistem. Fungsi utamanya adalah menghubungkan, memutuskan dan mengubah arah sambungan listrik.

Meskipun sakelar adalah komponen yang sederhana, namun memiliki fungsi yang paling vital di antara komponen listrik yang lain.

Sakelar / switch terdiri  dalam berbagai macam , misalnya: toggle, push button, raotary, reed, proximity, hall effect, momentary, pressure, rocker, magnetic, dip, slide, thumbwheel, lock dal lain-lain.

Macam-macam sakelar / switch

Dari berbagai macam sakelar / switch yang di buat oleh produsen sakelar, sebenarnya bisa di klasifikasi-kan dalam beberapa jenis antara lain:

  1. Menurut jumlah kaki / kutub-nya : SP, DP, 3P, dll.
  2. Menurut jumlah posisi tertutup : Single Trow, double Trow.
  3. Menurut jenis kontaknya : knife blade, butt contact, mercury.
  4. Menurut jumlah breaks-nya: tunggal dan ganda.
  5. Menurut metode isolasinya: air-break, oil immersed.
  6. Menurut metode operasinya: manual, magnetik, motor, lever, dial, drum, snap.
  7. Menurut kecepatan operasinya: quick break, quick make, slow break.
  8. Menurut tempatnya/ casingnya: terbuka dan tertutup.
  9. Menurut tingkat perlindungan terhadap perangkat.
  10. Menurut jenis penggunaannya: sakelar daya, sakelar kabel / wiring, sakelar kontrol, sakelar instrumental.
Baca Juga :  Kiat-kiat Membuat Setrum Ikan Menggunakan CDI Motor Bekas

Jadi sakelar dibagi dalam berbagai macam menurut klasifikasi di atas. Pembagian tersebut bisa mempermudah dalam penyebutan dan pemesanan kepada produsen.

Toggle Switch ( sakelar toggle)

Toggle Switch
Toggle Switch

Sakelar jenis ini sering di digunakan pada perkakas elektronika sebagai sakelar catuan daya utama.

SPST

SPST
SPST

Sakelar sederhana jenis on dan off, biasa dipakai untuk sakelar penerangan atau baybuses rumit yang memerlukan sakelar on off. Switch jenis ini hanya memungkinkan untuk mengubah sirkuit antara terbuka dan tertutup.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Avometer Analog dan Digital

SPDT

SPDT
SPDT

Contoh pemakaian switch ini adalah jika kita membutuhkan beberapa perangkat dengan tegangan yang berbeda (misalnya kipas angin). Jenis switch ini memungkinkan untuk merubah antara dua jenis sirkuit tertutup dan sirkuit terbuka.

DPST

DPST
DPST

Ini jenis SPST , namun memiliki beberapa (dua) kontak sekaligus untuk posisi tertutup. Switch ini berguna jika dibutuhkan satu gerakan tertutup switch menyambungkan beberapa item sekaligus.

Baca Juga :  Pembahasan sambungan seri dan paralel pada resistor

DPDT

DPDT
DPDT

Switch ini memiliki enam terminal dan memungkinkan untuk merubah dua arah yang berbeda. Bisa dipakai dalam baybuses tegangan ganda serta mengubah tegangan di sirkuit yang rumit.

Momentary Switch ( kontak sementara) / Push Button

Push Button
Push Button

Normally Open (NO) biasa digunakan untuk tombol start atau yang lain yang memberikan catuan saat ditekan dan terputus kembali saat di lepas.

Normally Close (NC) biasa digunakan untuk tombol stop atau yang lain yang memberikan catuan pada saat dilepas dan memutus catuan saat di tekan.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.