Hukum Ohm dalam ilmu listrikAbi Blog

Hukum Ohm dalam ilmu listrik

“Selama suhu yang bekerja adalah tetap (tidak berubah ) rasio perbedaan potensial di ujung konduktor dengan arus yang mengalir di sepanjang konduktor adalah konstan” .  Pernyataan hubungan tersebut disebut sebagai hukum Ohm dan di rumuskan sebagai berikut: 

V / I = a konstan = R

Dimana:

  • V : beda potensial / Voltase dalam satuan Volt, 
  • I : arus listrik dalam satuan Ampere, 
  • R : resistansi atau tahanan dalam satuan Ohm ( Ω ). 

Rumus diatas juga bisa dijabarkan dalan=m bentuk lain misalnya:

V = I x R
I = V / R
R = V / I

Untuk lebih jelas lihat gambar segitiga yang menunjukkan hubungan antara beda potensial, arus dan tahanan. Tiga hubungan dalam gambar tersebut adalah sangat penting karena merupakan dasar dalam perhitungan besaran arus listrik , tegangan dan tahanan yang sering dibutuhkan dalam pekerjaan kelistrikan. 
Hukum Ohm dalam ilmu listrik
Baca Juga :  Sejarah Perkembangan PLN di Indonesia
Perlu di ingat bahwa ketika melakukan perhitungan kuat arus, beda potensial / tegangan dan nilai tahanan / resistansi pada sirkuit jarang diperlukan penilaian dengan akurasi yang lebih dari 1% hanya karena toleransi komponen menjadi selalu agak lebih tinggi. 
Beberapa pilihan dalam pembacaan nilai tahanan dari nilai Ohm, kilo Ohm hingga Mega Ohm, begitu halnya dengan nilai arus listrik , bisa dari mA, uA, A dst. Pada tegangan juga bisa memilih bacaan dari mV, V hingga mega volt. 

Contoh soal 1:

Sebuah tahanan sebesar 100 Ohm terhubung dengan tegangan listrik sebesar 12 Volt, berapa arus yang mengalir dalam resistor tersebut? 

Penyelesaian:

Baca Juga :  Pengertian Daya Reaktif, Daya Semu, dan Daya Nyata

Rumus yang dipakai adalah :

I = V / R
I = 12 V / 100 Ohm
I = 0,12 A

Jadi kuat arus yang mengalir pada resistor tersebut adalah 0,12 A atau 120 mA.

Contoh soal 2:

Arus listrik sebesar 500mA mengalir melewati tahanan senilai 47 Ohm, berapa tegangan yang bekerja pada resistor tersebut? 

Penyelesaian:

Rumus yang digunakan adalah :

V = I x R
V = 0,5 A x 47 Ohm
V = 23,5 Volt

Catatan: 0,5 A = 500 mA

Jadi tegangan yang bekerja pada resistor adalah sebesar : 23,5 Volt

Contoh soal 3:

Diketahui tegangan listrik adalah 24 Volt dengan kuat arus yang mengalir pada resistor adalah 3 Ampere, maka hitunglah tahanan yang dibutuhkan? 

Penyelesaian:

Rumus yang digunakan:

R = V / I
R = 24 / 3
R = 6 Ohm

Jadi tahanan yang dibutuhkan yang memiliki resistansi sebesar 6 Ohm.

Baca Juga :  Penyebab Dengung Pada Power Amplifier Dan Cara Mengatasinya
Loading...
loading...
The following two tabs change content below.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Latest posts by Abi Royen (see all)

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *