Kesulitan perbaikan Panel Kontrol Bow Thruster dari Marol

Perbaikan kontrol panel Bow Thruster

Kali ini saya akan membahas perbaikan kontrol panel bow thruster, sebelum membahas terlalu jauh tentang kontrol tersebut sebaiknya kita mengenal dulu apakah bowthruster?
 
Bow thruster secara umum adalah satu unit peralatan dalam kapal yang berfungsi untuk menggerakkan kapal ke samping ( kanan maupun kiri).
 
Banyak jenis sistem bow thruster disesuaikan dengan jenis kapal, bobot kapal dan tentunya teknologi yang dipakai.
Panel Kontrol Marol
Panel Kontrol Marol
Artikel tentang peralatan kapal yang lain : Pengertian dan pemahaman istilah seputar Inert Gas System di kapal
Peralatan utama dalam bow thruster antara lain adalah:
1. Baling-baling,
2. Penggerak, bisa dengan motor maupun langsung dengan engine khusus,
3. Peralatan kontrol (panel kontrol)
 
Untuk kontrol beberapa menggunakan sistem hidraulik sebagai pendukung sistem terutama untuk merubah sudut bilah baling-baling.
 
Memang untuk menjabarkan secara detail bow thruster butuh penjelasan panjang, karena banyaknya jenis sistem bow thruster tergantung produsen pembuat, perancang pembuatan kapal dan tentunya teknologi yang dipakai.
 
Beberapa waktu lalu saya mengerjakan perbaikan kontrol bow thruster dari MAROL Marine, sebagai produsen lama yang membuat alat-alat pendukung dan utama dalam perancangan kapal.
 
Berbeda dengan sistem terbaru yang notabene kebanyakan sistem baru menggunakan motor sebagai penggerak utama / pemutar baling-baling dan sistem tekanan hidrolik sebagai penggerak sudut bilah.
 
Semuanya tergantung aplikasi dengan peralatan pendukung lainnya .
Interface Panel Remote Kontrol Bow Thruster Marol
Interface Panel Remote Kontrol Bow Thruster Marol
Pada kapal vesel / supply yang butuh kelincahan gerakan kapal membutuhkan setidaknya dua buah bow thruster sebagai penggerak kapal ke samping kanan kiri dengan cepat.
Biasanya saya menemukan dua unit bow thruster dan satu buah stern thruster yang bekerja-nya di kontrol melalui sistem Dinamic Position.
 
Pada Marol yang pernah saya kerjakan, sistem yang dibuat pada tahun 2000-an cukup membuat ketegangan urat nadi, sistem yang sederhana namun ribet. Karena produsen hanya mengikutkan data berbahasa dan ber-huruf Jepang yang cukup kesulitan untuk memahami kode-kode error disana.
 
Kontrol panel bow thruster ini memiliki dua menu utama yaitu:
1. Kontrol lokal, menu ini memungkinkan memberi perintah langsung pada interface panel yang terpasang di dekat engine bow thruster.
2. Kontrol remote, sementara menu ini memungkinkan untuk memberikan perintah dari jarak jauh / anjungan / bridge.
Sensor Rotari
Sensor Rotari


Bagaimana mengukur tingkat kapal mengambang di laut ? Baca : Draught Gauge sebagai pemantau level kapal mengambang
Kedua menu tersebut dipilih hanya dengan memindahkan switch di interface panel kontol.
Di kontrol panel Marol terdapat dua buah motor servo untuk menggerakkan tuas yang terhubung langsung dengan engine dan as dari bow thruster.
 
Motor servo tersebut terhubung dengan sebuah kopling elektrik yang tentunya berfungsi menghubungkan putaran dari motor servo dengan gearbox yang terdapat di sisi dalam panel.
 
Kopling elektrik tersebut mendapat perintah dari sirkuit elektronika yang mengatur semua aktifitas dari sistem yang berjalan.
 
Untuk memantau putaran dan sudut putaran pada kedua tuas tersebut , Marol menggunakan sensor rotari yang sederhananya adalah sebuah potensiometer khusus yang memiliki nikai 2Kohm.
 
Alat ini sangat sensitif terhadap pengaruh resistansi yang dihasilkan oleh kedua sensor rotari tersebut.
 
Begitu juga untuk kontrol jarak jauh dari anjungan, menggunakan perbedaan resistansi dalam pengiriman perintah, termasuk didalamnya perintah untuk Port dan Startboard dengan besaran sudut yang berbanding lurus dengan perubahan besaran resistansi pada handel / tuas putar di anjungan.
Tuas Kontrol Bow Thruster
Tuas Kontrol Bow Thruster
Secara kasat mata kontrol ini cukup sederhana namun kejelian dalam melihat nilai resistansi dan pemposisian gear rotari sensor menjadikan sangat sulit dalam penyetingan sudut.
 
Apalagi dengan posisi yang cukup jauh antara anjungan dan ruang bow thruster, hal ini menambah kesulitan dalam langkah setting sudut baling-baling.
 
Namun yang pasti langkah pertama untuk perbaikan jika resistansi tidak stabil tentunya langsung tertuju pada kelayakan pakai dari sensor rotari sendiri, apakah masih menghasilkan resistansi yang stabil pada sepanjang putaran-nya atau ada drop resistansi pada titik – titik tertentu.
 
Yang kedua adalah men-sinkron-kan resistansi dengan sistem perintah jarak jauh yang dipakainya.
 
Silahkan lihat video saat pengetesan tersebut:
Beberapa sistem lain yang ada di kapal :
Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *