Kristal Perovskite, Teknologi Baru Panel Surya

Kristal Perovskite ~ Penggunaan panel surya menjadi pilihan terbaik untuk alternatif sumber tenaga listrik alternatif saat ini. Selain alasan ramah lingkungan juga mengurangi beban tagihan listrik bulanan.

Sistem turnkey yang berputar mengelilingi sel surya berbasis silikon dari Tesla menjadi pilihan. Namun mahalnya biaya yang harus dikeluarkan tidak menjadi solusi yang terbaik. Selain karena berat secara fisik yang mempengaruhi konstruksi atap pada setiap rumah pengguna, menjadi masalah.

Baca Juga :  Tentang Generator Listrik dan Fungsinya
Kristal Perovskite
Kristal Perovskite

Kristal Perovskite

Sam Tranks dari Universitas of Cambride mengawali riset untuk mendapatkan solusi terbaik dengan menggunakan panel surya mirip terpal berbasis kristal perovskite yang jauh lebih ringan dan murah.

Lapisan Film Tipis Perovskite

Perovskite adalah sejenis bahan kristal buatan yang mirip karakteristik mineral alami. Alasan penggunaan perovskite adalah bahan ini bisa dibentuk menjadi lembaran film tipis yang fleksibel dan ringan. Selain itu perovskite dapat menyerap energi dari spektrum cahaya matahari yang lebih luas dengan potensi mendapatkan lebih banyak energi dari sebuah lempeng persegi. Keuntungan lainnya adalah bahan ini lebih murah.

Perovskite sudah dikenal cukup lama, namun kemajuan penggunaannya sebagai panel surya adalah masalah ketidaksempurnaannya dalam struktur kristal. Namun dengan penyesuaian tingkat cahaya dan kelembaban pada saat pembuatannya, sel perovskite dapat terbentuk dengan baik.

Dua Lapis Surya dalam Satu Lembar

Karena bentuk fisiknya yang tipis, perovskite dapat di buat dalam dua lapis, lapisan biru berperan sebagai penyerap energi, sementara lapisan merah menyerap radiasi matahari dan infra merah.

Output dari kedua lapisan digabungkan menjadi energi yang lebih banyak, sehingga menghasilkan energi lebih banyak untuk disimpan.

Penggabungan Sel Perovskite dengan Silikon

Meskipun kombinasi dari dua sel ini lebih berat dan lebih mahal, namun diprediksi efisiensi sekitar 30% dapat diperoleh dari penggabungan ini. Penggabungan ini dengan menumpukkan antara sel silikon dengan perovskite dalam dua lapis.

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.