Manfaat Ubi kayu / Singkong sebagai bahan pangan

Diposting pada

Manfaat Ubi kayu / Singkong sebagai bahan pangan

   Ubi kayu atau singkong sebagai bahan pangan sudah di kenal sejaka jaman dahulu , menurut penelitian ubi kayu atau singkong di gunakan sebagai bahan pangan sejak jaman bangsa Maya di Amerika Selatan sekitar 2000 tahun yang lalu. Bahkan di prediksi lebih lama dari itu.
    Menurut peninggalan arkeologi yang di temukan di Peru, Venezuela dan kolumbia , ubi kayu telah di budidayakan sebagai bahan makanan pokok sejak permulaan abad Masehi. Cara dan metode yang di pakai oleh bangsa Maya mengetraksi pati masih di gunakan secara modern dewasa ini.
Manfaat Ubi kayu / Singkong sebagai bahan pangan

   Di Indonesia ubi kayu telah di olah dalam bentuk makanan yang bermacam macam , misalnya di bakar, di kukus, di goreng, atau bahkan di buat tapai. Dari gaplek/ ubi kayu kering dapat di buat tiwul, gatot, dan macama macam jenis kue.
   Suku suku bangsa Indian di Amerika Serikat banyak memanfaatkan tepung farinha yang berasal dari ubi kayu sebagai makanan pokok, seperti halnya juga di lakukan oleh suku di Nigeria yang menyebutnya sebagai gari , di Indonesia menyebutnya sebagai tepung gaplek , sementara di Malaysia disebut sebagai lemang ubi. Menurut penelitian masakan dari tepung gaplek memiliki kandungan gizi lebih di banding masakan masakan yang di olah dari tepung murni yang banyak di jual di pasaran Internasional
   Di Amerika dan Eropa , tepung tapioka di olah menjadi pudding, bahan pengental untuk gravies dan frozen prepacked foods, sebagai gelling agent untuk beberapa jenis makanan, juga sebagai pengikat pada pembuatan permen ( sweets dan candies). Juga di buat semacam gula yang di sebut high fructose syrup.
  Kekurangan utama yang menyebabkan ubi kayu tidak begitu diterima secara global dan hanya di manfaatkan sebagai bahan makanan pokok di daerah pedesaan dan pegunungan terpencil pada saat musim paceklik atau pada saat panen tanaman pokok seperti padi dan jagung kurang memuaskan, diperkirakan karena hal hal berikut:
a.       Karena Ubi kayu miskin lemak, meskipun kaya vitamin C dan karbohidrat, dan sebenarnya hal ini umum di miliki oleh tanaman pokok lain seperti padi dan jagung.
Kita lihat komposisi kandungannya sebagai berikut:
Ubi kayu
Ubi jalar
padi
jagung
tumbuk
giling
berasan
maizena
Air, garam
625
700
130
130
120
120
Riboflavin, mg
0,3
0,5
4,5
0,3
1,1
0,8
Niasin, mg
6
7
46
16
20
46
Thiamin, mg
0,6
1
3,3
0,8
4,5
1,8
Vitamin C, mg
360
230
Na
Na
Na
Na
Vitamin A, I.U.
Trace
5.000
4.500
3.006
Besi, mg
7
1
14
9
23
12
Kalsium, mg
330
340
150
100
210
50
Lemak, gram
3
4
18
7
43
12,1
Protein, gram
12
13
75
67
95
84
Karbohidrat, gram
347
273
767
787
729
773
Energi, kalori
1.460
1.170
Na
Na
Na
Na
Kandungan energy dari tepung ubi kayu/ farinha > 3.000 kalori , Na> tidak teranalisa
b.      Ubi kayu mengandung racun glukosida sianogenik ( linamarin dan lotaustralin) , dalam satu waktu pada saat hidrolisis dapat menghasilkan asam sianida dab glukosa. Karena pada kadar tinggi racun pada ubi kayu dapat berakibat keracunan yang di sebut tropical ataxic neuropathy. Kandungan tiosianat pada darah yang terlalu tinggi dapat mengganggu kelenjar gondok dan berakibat penyakit gondok (goiter) atau kekerdilan (cretinism). Namun pada kadar rendah racun tersebut bisa mencegah penyakit sickle cells anemia dan kemungkinan juga kanker.
   Cara menghilangkan racun pada ubi kayu atau singkong adalah dengan cara di goring, dikukus, dijemur, dan di olah menjadi makanan lainnya.
   Zat racun pada ubi kayu dapat di bedakan menjadi ( berdasar kadar racunnya):
i.    Tidak beracun, jika kadar HCN kurang dari 50mg/kg ubi bsah dikupas,
ii.   Setengah beracun, bila kadar HCN antara 50-100mg/kg ubi basah dikupas,
iii. Sangat beracun, bila kadar HCN lebih dari 100mg/kg ubi basah di kupas.
Baca Juga :  Manfaat Ubi kayu / Singkong sebagai bahan pakan

   Berdasar data dari FAO Foods Balance Sheets 1964-68, bahwa ubi kayu dapat mencukupi 50% kebutuhan kalori atau 90% kebutuhan kalori berupa karbohidrat bagi pendudukdi Negara Negara Afrika Tengah, Sementara di Indonesia sendiri dapat memenuhi 15% kebutuhan kalori total atau 31% kebutuhan kalori berupa karbohidrat.Daerah terkenal yang masih menggunakan ubi kayu sebagai makanan pokok dan memenuhi sekitar 90% kebutuhan kalori berupa karbohidart adalah daerah Gunung Kidul di Jogjakarta.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.