Mechanical Completion

Pengertian Mechanical Completion

Mechanical Completion adalah tahap yang berlangsung mulai dari pengadaan material, pelaksanaan fabrikasi, dll. Hingga masuk tahap Commissioning.

Dalam tahap tersebut mencakup antara lain:

  1. Penyelesaian pekerjaan fisik yang terdiri semua disiplin ilmu,
  2. Perincian tanggungjawab yang telah disebutkan dalam kontrak bersama owner / pemilik,
  3. Pelaksanaan Mechanical Completion menghasilkan berkas MC dan leporan perkembangannya ke PCS.
Baca Juga :  Standard Operating Prosedure Panel MVMDP
Mechanical Completion
Mechanical Completion

Dokumentasi untuk Mechanical Completion

Beberapa persayaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan Mechanical Completion antara lain adalah:

  1. MCC (Mechanical Completion Certificate), formulir / form yang dibuat oleh pelaksana MC, setelah semua pekerjaan diselesaikan. MCC adalah lembar penutup untuk setiap paket MC. MC yang telah tertandatangani siap untuk dilakukan tahap selanjutnya, yaitu Commissioning.
  2. CR (Check Records), formulir / form dimana pelaksana MC mencatat semua hasil pengecekan, berisikan hasil inspeksi dan pengetesan untuk masing-masing item pekerjaan.
  3. PLR (Punch List Register), dibuat oleh pelaksana pekerjaan berisi kegiatan pelaksanaan MC. Pada setiap MC, PLR harus disertakan untuk mendokumentasikan pekerjaan yang belum selesai.
  4. MCSI (MC Status Index), dalam daftar ini mencantumkan semua status CR untuk paket MC yang telah selesai. Form ini disertakan dalam berkas dokumentasi MC.

Serah Terima Mechanical Completion

Serah terima MC adalah tahap untuk masuk ke commissioning yang didokumentasikan bersama RFCC (Ready for Commissioning Certificate).

COWR (Carry Over Work Register)

COWR menampilkan semua item punch yang diterima oleh pelaksana karena tidak dapat diselesaikan selama waktu yang ditentukan.

COWR digunakan untuk merilis pekerjaan dari pelaksana dan menjadi data pekerjaan lanjutan dalam status pekerjaan outstanding yang dilakukan pada tahap selanjutnya.

Nomor item dalam COWR serta referensi dari PLR / CR harus disertakan , serta melakukan penandaan pada gambar atau skema dan dimasukkan dalam catatan.

MLS (Material Status List) COWR dan gambar / instruksi harus cukup menampilkan informasi untuk pengaturan pada pekerjaan lanjutan.

Aktivitas penyelesaian Mechanical Completion

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa MC merupakan tahapan pekerjaan yang meliputi pengadaan, pengecekan, fabrikasi serta pemasangan.

Dalam pelaksanaannya harus disertai dengan paket yang terkait serta disiplin ilmu yang dibutuhkan dan tercantum sebagaimana yang menjadi persyaratan oleh MCSI.

Pelaksana kerja harus melengkapi daftar item dengan MCCR. Kegiatan MC antara lain meliputi:

Pekerjaan Mekanikal

  1. Inspeksi visual pada instalasi dengan lengkap dan benar.
  2. Pemeriksaan material dan lapangan.
  3. Alignment.
  4. Pengujian peralatan pengangkat.
  5. Pelepasan minyak panas.
  6. Penguatan baut.

Listrik / Elektrik

  1. Inspeksi visual untuk instalasi dengan lengkap dan benar.
  2. Pengujian insulasi dan kontinuitas kabel.
  3. Uji insulasi generator, transformer dan motor, panel dll.
  4. Cek grounding.
  5. Cek switch static dan control.
  6. Baterai.
  7. Penerangan dan stop kontak.

Instrumentasi dan Telekomunikasi

  1. Kalibrasi dan pengujian instrument sebelum pemasangan,
  2. Inspeksi visual pada instalasi dengan lengkap dan benar.
  3. Pengujian insulasi dan kontinuitas kabel.
  4. Pembersihan, pembilasan, uji tekanan dan uji kebocoran pada silinder pneumatik serta hidrolik.
  5. Seting pengaturan kontrol, alarm dan shutdown.
  6. Loop testing.
  7. Pengujian fungsi sistem kontrol.
  8. Pengujian fungsi alat-alat instrument di lapangan.

Piping

  1. Melakukan NDE.
  2. Prosedur pengelasan.
  3. Penggantian semua item yang mengalami kerusakan.
  4. Flushing pada pipework.
  5. Pembersihan dan pengujian kimia pada pipework.
  6. Pengeringan pipeline yang diuji.
  7. Mengkonfirmasi bahwa pipa telah dilakukan pengujian.
  8. Pemeriksaan akhir
  9. Pengujian ISO dan P&ID yang menunjukkan tingkat uji tekan.
  10. Pipa pneumatik dan hidrolik.
  11. Penandaan aliran pada pipa.

HVAC

  1. Inspeksi visual pada instalasi dengan lengkap dan benar.
  2. Pembersihan ductwork.
  3. Pengujian kebocoran ductwork.
  4. Alignment.
  5. Pemeriksaan fungsi mekanis peralatan.
  6. Penandaan arah aliran.

Mechanical Completion

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *