Memori Kuantum Nano Optik Pertama

Memori Kuantum Nano Optik Pertama ~ Kemajuan teknologi komputasi kuantum menjanjikan kemampuan komputasi maya dalam bentuk kecil namun efisien yang membawa teknologi komputasi ke kinerja lebih tinggi. Teknologi komputasi kuantum menjadi imajinasi menarik dan memunculkan banyak penelitian dari banyak universitas dan organisasi nasional dari seluruh dunia.

Meskipun memori hanya bagian kecil dari komputasi kuantum yang kompleks dalam sistem jaringan. Namun komponen ini merupakan komponen terpenting yang beberapa tahun belakangan menjadi bahan penelitian Caltech dan Universitas Verona di Italia. Caltech telah berhasil membuat memori kuantum optik nano on-chip pertama.

Baca Juga :  BIOS, Fungsi, Cara Kerja dan Arti Kode Beep yang Muncul
Memori Kuantum
Memori Kuantum

Memori Kuantum Nano Optik Pertama

Seperti layaknya memori komputer biasa, kuantum juga menyimpan informasi digital. Namun memori kuantum juga mampu memanfaatkan beberapa fenomena kuantum yang berpotensi lebih menguntungkan seperti fenomena superposisi.

Memori kuantum hanya memerlukan foton tunggal dalam satu sel memori, yang memungkinkan memori menjadi bekerja lebih cepat, efisien dan tentunya aman.

Teknologi kuantum menyebabkan miniaturisasi yang ekstrim, yang memiliki kemampuan kontrol yang lebih baik terhadap interaksi antara foton dan atomindividu. Foton berperan sebagai alat pembawa memori,karena tidak mengandung massa dan muatan sehingga dapat dikirim di sepanjang jalur serat optik EMI-resistant.

Peneliti dari Caltech, Andrei Faraon, menggunakan rongga optikyang dibuat dari kristal terdrainase untuk menyimpan foton. Modul sepanjang 700 nanometer dan 15 micron menjadi rumah rongga kristal berada, menggunakan penggilingan berkas ion terfokus dan didinginkan hingga 0,5 Kelvin sebelum memasukkan foton. Kemudian sebuah foton tunggal dimasukkan ke rongga menggunakan laser yang disaring dan diserap oleh ion.

Setelah 75 nanodetik, foton diambil dan diuji untuk memastikan data asli utuh. Perbandingan antara fungsi gelombang foton sebelum dan sesudah penyisipan digunakan untuk memastikan bahwa perangkat tersebut adalah perangkat memori yang benar. Foton yang diambil memiliki tingkat keberhasilan hingga 97%.

Meskipun set-up eksperimental kelihatan tidak praktis dibandingkan dengan memori solid-state biasa, namun peneliti berpendapat bahwa memori kuantum optik nano berpotensi terkurung dengan sumber foton dan perangkat detektor berskala kecil.

Perkembangan lebih lanjut, penggunaan memori kuantum terbukti semakin praktis pada perangkat berperforma tinggi, kedepan akan muncul kuantum multipleks dan pemrosesan klasik untuk sistem jaringan dan data center.

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.