Osiloskop sebagai Pengukur Listrik

Sebelum membicarakan tentang cara menggunakan osiloskop, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu soal osiloskop. Alat ini merupakan alat pengukur listrik yang mampu dapat memetakan sinyal listrik.

Aplikasi, khususnya grafik, ditampilkan untuk memperlihatkan sinyal yang berubah terhadap waktu. Sumbu vertikal (Y) merepresentasikan tegangan V, sedangkan pada sumbu horizontal (X) menunjukkan besaran waktu t.

Layar osiloskop terbagi atas delapan kotak skala besar ke arah vertikal, sedangkan arah horizontal terdiri atas sepuluh kotak. Tombol pada oslioskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala.

menggunakan osiloskop

Cara menggunakan oslioskop

LANGKAH AWAL SEBELUM MENGGUNAKAN OSILOSKOP

Sebelum membahas perihal cara menggunakan osiloskop, kamu perlu memperhatikan beberapa poin, yaitu:

  1. Menentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan cara mengatur posisi tombol Volt/ Div pada posisi tertentu. Kalau sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, silakan menggunakan skala Volt/ Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besar tegangan masukan, kamu harus menggunakan atenuator 10× (peredam sinyal) pada posisi probe atau skala Volt/ Div dipasang pada posisi besar.
  2. Selanjutnya adalah menentukan skala Time/ Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan.
  3. Gunakan tombol TRIGGER atau HOLD-OFF untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.
  4. Pilih atau gunakan tombol pengatur fokus jika gambar yang dihasilkan kurang fokus.
  5. Gunakan tombol pengatur intensitas kalau gambar yang di tampilkan tampak kurang atau sangat terang.
Baca Juga :  Pengontrol

Nah, seusai kamu mengetahui poin penting sebelum menggunakan oslioskop, kini dilanjutkan ke proses atau langkah-langkah dalam menggunakan oslioskop.

MENGGUNAKAN OSILOSKOP

  1. Kamu harus memastikan tombol ON-OFF pada posisi off.
  2. Kondisikan seluruh tombol yang memiliki tiga posisi di tengah.
  3. Putar tombol INTENSITY ke tengah atau di posisi tengah.
  4. Silakan tekan tombol PULL 5X MAG ke dalam agar mendapatkan posisi normal.
  5. Hubungkan kabel saluran listrik bolak-balik ke stop contact ACV.
  6. Putar tombol ON-OFF ke posisi on. Kamu perlu menunggu sekitar dua puluh detik, maka akan muncul satu garis terpampang pada layar CRT. Apabila garis tersebut belum terlihat, silakan putar tombol INTENSITY searah jarum jam.
  7. Atur tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis.
  8. Atur kembali posisi vertikal dan horizontal sesuai kebutuhanmu.
  9. Hubungkan probe ke input saluran –A/ channel –A (CH-A) atau input saluran B/ channel –B (CH-B).
  10. Hubungkan probe ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p.
  11. Posisikan pelemah vertikal (vertikal atenuator), saklar VOLT/ DIV pada posisi 10mV, lalu putar tombol VARIABLE searah jarum jam. Kemudian putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (square-wave) akan muncul di layar.
  12. Kalau tampilan gelombang persegi empat tampak kurang sempurna, kamu perlu mengatur trimmer yang terletak di probe, sehingga bentuk gelombang akan tampak nyata.
  13. Bagian terakhir; pindahkan probe dari terminal CAL-0,5Vp-p. osiloskop sudah dapat kamu gunakan.
Baca Juga :  Alat-alat Ukur Penting Kapal

Setelah selesai membaca cara menggunakan osiloskop, ada baiknya bila kamu mengetahu fungsi atau kegunaan alat ini. Acapkali osiloskop digunakan dalam pengukuran rangkaian elektronik, seperti stasiun pemancar radio, televisi, serta kegunaan untuk memonitoring frekuensi, misalnya di rumah sakit.

Loading...
loading...
The following two tabs change content below.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.
Baca Juga :  Avometer dan cara menggunakannya

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *