Menghitung Energi dan Daya ListrikAbi Blog

Menghitung Energi dan Daya Listrik

Pada awalnya memang susah membedakan antara energi dan power atau daya listrik. Energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan sementara power atau daya adalah tingkat dimana pekerjaan tersebut dilakukan.

Di dalam rangkaian listrik, energi disediakan oleh baterai atau generator. Energi juga dapat disimpan di dalam komponen kapasitor dan induktor.

Energi listrik dapat di rubah menjadi bentuk energi yang lain oleh komponen atau perangkat listrik, misalnya resistor dapat menghasilkan panas / kalor, loudspeaker dapat menghasilkan energi suara, LED dapat menghasilkan cahaya dan masih banyak komponen lain.

Satuan ukuran energi adalah Joule (J). Sementara power / daya  listrik umumnya diukur dalam satuan Watt (W). Daya / power listrik sebesar 1 W adalah hasil dari penggunaan  energi sebesar 1 Joule (J) perdetik. Dengan demikian maka:

P = E / t

Dimana:
  • P : Power / daya dalam satuan Watt.
  • E : Energi listrik dalam satuan Joule (J),
  • T : Waktu dalam satuan second (s)

Power atau daya dalam sebuah sirkuit atau rangkaian stara dengan hasil dari tegangan dan arus, oleh karena itu:

P = I x V

Dimana:
  • P : Power / daya dalam satuan Watt (W)
  • I : Arus Listrik dalam satuan Ampere (A)
  • V : Tegangan dalam satuan Volt (V).

Rumus selanjutnya bisa dirubah dalam bentuk penyesuaian untuk P, I atau V sebagai berikut:

P = I x VI = P / VV = P / I

Seperti pada gambar , dijelaskan dalam sebuah triangel yang mungkin bisa lebih mudah untuk membayangkan hubungan antara ketiga rumus di atas.
Meghitung Eergi dan Daya Listrik

Hubungan , P = I x V , juga dapat dikombinasikan dengan apa yang dihasilkan oleh hukum Ohm yaitu V = I x R, untuk menghasilkan dua hubungan selanjutnya.

P = I x (I x R)P = I2R

Selanjutnya, mengganti dengan menambahkan:

P =(V / R) x VP = V2 / R

Contoh soal 1:

Arus sebesar 5 A yang diambil dari baterai dengan tegangan 9 Volt, berapa daya yang mampu di pasok?
Rumus yang digunakan adalah:

P = I x V

Dimana:
  • I : 5 Ampere,
  • V : 3 Volt.

Penyelesaian:
  • P = I x V
  • P = 5 x 9
  • P = 45 Watt

Jadi daya yang mampu di pasok pada arus sebesar 5 Volt dengan tegangan 9 Volt adalah 45 Watt.

Contoh soal 2:

Tegangan sebesar 12 Volt dimasukkan melalui resistor dengan besar tahanan 100 Ohm, maka berapa power disisipi dalam resistor tersebut?
Penyelesaian:
Menggunakan Rumus:

P = V2 / R

Dimana:
  • V = 12 V,
  • R : 100 Ohm.
  • P = V2 x R
  • P = (12 Volt x 12 Volt) / 100 Ohm
  • P = 144 / 100
  • P = 1,44 Watt

Jadi resistor sebesar 100 Ohm dilewati tegangan 12 V maka power yang dihasilka adalah 1,44 Watt.

tomtop.com INT
Loading...
loading...

Buat Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *