Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)

Diposting pada
   Komponen pasif adalah komponen yang tidak membutuhkan catu daya untuk beroperasi dan tidak menghilangkan daya, meskipun dalam beberapa kasus jumlah disipasi di anggap tidak ada.


   Tidak ada komponen yang murni 100% pasif yang menghasilkan output daya listrik lebih dari inputnya. Sedangkan komponen aktif adalah sebaliknya, membutuhkan power supply / daya (biasanya DC), sehingga output daya sinyal dari komponen aktif bisa lebih tinggi dari kekuatan sinyal pada inputnya. Komponen pasif tipikal adalah resistor, kapasitor dan induktor, sementara komponen aktif kita kenal adalah transistor dan IC.

Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)    Semua komponen, aktif atau pasif, perlu terhubung ke sirkuit, dan dua bentuk utama dari koneksi, mekanik dan listrik, yang digunakan dalam sirkuit elektronik modern adalah lead kawat tradisional, berulir melalui lubang di papan sirkuit cetak dan permukaan pemasangan perangkat yang lebih modern Surface Mounting Devices(SMDS) yang disolder langsung ke trek board. Komponen pasif dan aktif dapat menggunakan salah satu jenis koneksi dan pemasangan tersebut.    Komponen untuk digunakan pemasangan permukaan tab datar di tempat kawat lead (wire leads), dan karena tab ini bisa lebih rendah nilai induktansi.
     Tab yang disolder langsung ke bantalan terbentuk ke board, sehingga selalu ada trek di sisi komponen board serta pada sisi yang berlawanan. Kebanyakan papan SMD adalah dua sisi, sehingga trek dan komponen juga ditempatkan di sisi lain dari board. 
    Multilayer Boards ( seperti rancangan di gambar atas) juga sering digunakan, terutama untuk ponsel (bahkan sampai 6 lapisan) dan motherboard komputer.
    Penggunaan SMDS menyebabkan produsen elektronik mampu menyediakan komponen yang secara fisik jauh lebih kecil, tetapi dengan koneksi yang membuang panas lebih mudah, mekanis kuat dan memiliki hambatan listrik rendah dan lebih rendah dari induktansi. Beberapa komponen dapat dibuat sangat kecil sehingga tidak mungkin untuk menandai nilai atau nomor kode ke mereka.
     Tentunya bukan jadi masalah tersendiri dalam perakitan secara otomatis, karena pita atau gulungan hanya perlu dimasukkan ke dalam posisi yang benar dalam perakitan mesin, tetapi perawatan yang cukup harus diambil ketika mengganti komponen tersebut secara manual, dan mereka harus disimpan dalam kemasan mereka sampai mereka disolder ke tempatnya.    
    Mesin perakitan komponen SMD diikuti oleh proses penyolderan otomatis, yang saat ini biasanya melibatkan penggunaan pasta solder atau krim (yang juga mempertahankan komponen di tempat sampai komponen disolder) dan sistem pemanasanya dengan meniup gas nitrogen panas di atas board.Pembahasan untuk komponen pasif kita mulai dari Resistor


Pembahasan Komponen Pasif Elektronika ( jenis dan fungsinya)
Baca Juga :  Membuat Wire Scanner sederhana
Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.