Pembahasan Resistor dan Cara Membaca Nilai Resistor

Tentang resistor sebagai salah satu komponen elektronika yang bersifat melawan arus listrik telah saya bahas di postingan Hukum Ohm Dalam Ilmu Listrik, bentuk konvensional resistor adalah mematuhi hukum garis lurus pada saat di beri tegangan, lihat gambar 1. Dan dengan dasar ini memungkinkan menggunakan resistor sebagai komponen pengubah arus listrik menjadi menjadi nilai yang sesuai yang kita inginkan. 


Jadi resistor bisa berfungsi sebagai komponen pengendali arus listrik dan pengendali tegangan pada suatu rangkaian elektronika

Pembahasan Resistor dan Cara Membaca Nilai Resistor
Pembahasan tentang resistor biasanya mengenai :

1. Nilai resistansi atau tahanan dalam satuan Ohm (Ω), Kilo Ohm (KΩ) atau Mega Ohm (MΩ), nilai 

2. Akurasi atau toleransi ( toleransi resistor adalah nilai maksimum yang diijinkan dari penyimpangan nilai yang tertera atau ditandai, dalam prosentase) dan, 

3. Rating daya ( yaitu ketahanan resistor terhadap nilai arus yang melewatinya). 

Bagaimana memilih resistor untuk kebutuhan pembuatan sebuah rangkaian elektronika?

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan jenis resistor yang akan digunakan dalam suatu proyek pembuatan rangkaian elektronika, antara lain adalah:

  1. Nilai koefisien suhu, 
  2. Kebisingan kerja ( noise performance), 
  3. Stabilitas kerja, 
  4. Rentang suhu terhadap udara sekitar. 

Pada tabel 1 dijelaskan beberapa hal yang menyangkut tentang pertimbangan umum yang perlu diperhatikan dalam resistor.

Sebenarnya jika kita memahami teori pembacaan nilai resistor, penunjukkan nilai yang tertera pada bodi resistor tidak memiliki ketepatan nilai resistansi yang sebenarnya. Kenapa? Karena beberapa macam variasi nilai ukuran kecil tidak dapat dihindarkan disebabkan toleransi produksi.

Sebagai contoh mengapa nilai resistansi pada resistor tidak tepat:

Ada sebuah resistor yang memiliki ukuran sebesar 100 Ohm, nilai ini dari pembacaan warna gelang di bodi resistor tersebut. Dan resistor tersebut memiliki toleransi sebesar 10%. Jadi nilai sebenarnya dari resistor tersebut adalah antara 90 Ohm hingga 110 Ohm. Coba hitung! 10 % dari 100 Ohm adalah 10 Ohm, jadi nilai tersebut bisa naik 10 Ohm dan turun 10 Ohm dari nilai yang tertera dalam warna gelang.

Bagaimana jika suatu rangkaian elektronika membutuhkan resistor yang memiliki ukuran 101 Ohm? Kita tinggal memeprsempit nilai toleransi pada resistor tersebut, misalnya resistor 100 Ohm dengan toleransi sebesar 1%. Jadi range yang di dapat adalah antara 99 Ohm hingga 101 Ohm.

Artikel yang membahas masalah Resistor yang lain:
1. Resistor
2. Penyebab perubahan nilai resistansi p[ada resistor
3. Jenis Resistor sesuai konstruksinya


Resistor di pasaran tersedia berbagai macam seri, jumlah nilai yang diberikan dengan masing-masing seri diatur oleh nilai toleransi di dalamnya.Untuk memenuhi berbagai nilai resistansi pada resistor yang memiliki toleransi 20% maka digunakan enam nilai dasar yang di kenal sebagai E6.

Pada resistor dengan nilai lebih dibutuhkan resistor dengan toleransi 10% dari nilai dasar. Pada seri E24 untuk resistor toleransi 5% memiliki tidak kurang dari 24 nilai dasar yang terdiri dari kelipatan 1x, 10x, 100x, 1kx, 10kx, 100kx dan 1Mx.

Tabel 1

Parameter
Tipe Resistor
Carbon Film
Metal Film
Metal Oxide
Keramik
Kaca
Range Resistansi
10 – 10M
1 – 1M
10 – 1M
0,47 – 22K
0,1 – 22K
Toleransi
5%
1%
2%
5%
5%
Rating power
0,25 – 2
0,125 – 0,5
0,25 – 0,5
4 – 17
2 – 4
Koefisien suhu
-250
+50 – +100
+250
+250
+75
Stabilitas
seimbang
sangat baik
sangat baik
baik
baik
Ambien suhu
-45 – +125
-55 – +125
-55 – +155
-55 – +200
-55 – +200
Penggunaan
pemakaian umum
amplifier, alat tester, dll
Power suplai, rangkaian daya tinggi


Pembahasan Resistor dan Cara Membaca Nilai Resistor

Rating power resistor

Rating power pada resistor terkait dengan suhu yang bekerja atau suhu operasi dan resistor harus memiliki nilai tetap pada suhu tinggi, dimana keandalan resistor harus dapat bekerja dengan tepat di bawah nilai maksimum disipasi daya yang dimasukkan.

Contoh masalah menghitung resistor

Contoh 1

Sebuah resistor memiliki nilai yang tertera sebesar 100k Ohm. Tentukan toleransi resistor tersebut jika memiliki nilai terukur sebesar 101k Ohm.

Penyelesaian:

Perbedaan antara nilai yang tertera dengan nilai yang diukur adalah 101k Ohm – 100k Ohm = 101.000 Ohm – 100.000 Ohm = 1.000 Ohm ( atau 1K Ohm).

Maka nilai toleransinya adalah:

Toleransi= (selisih nilai / nilai yang tetera ) x 100%
Toleransi = (1.000 / 100.000) x 100%
Toleransi = 0,01 x 100%
Toleransi = 1% 

Pembahasan Resistor dan Cara Membaca Nilai ResistorContoh 2
Sebuah Power Suplai yang memiliki tegangan keluar sebesar 12 V diuji dengan beban sebuah resistor dengan nilai 100 Ohm. Jika resistor memiliki toleransi 10% maka hitunglah:

a. Nilai arus yang di ambil dari power suplai,

b. Nilai maksimum dan minimum arus dari catu daya terhadap rentang toleransi resistor.

Penyelesaian:
a. Jika nilai resistor adalah 100 Ohm , maka:

I = V / R
I = 12 Volt / 100 Ohm
I = 0,12 A
I = 120mA

b. Nilai terendah resistansi adalah:

100 Ohm – 10 Ohm = 90 Ohm

Maka:

I = V / R
I = 12 Volt / 90 Ohm
I = 0,133A
I = 133mA

Nilai tertinggi resistansi adalah:

100 Ohm + 10 Ohm = 110 Ohm

Maka:

I = V / R
I = 12 Volt / 110 Ohm
I = 0,109A
I = 109mA

Untuk panduan lengkap membaca nilai resistor dengan gelang warna. Baca DISINI 

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *