Pengertian Induktansi, dan penyimpanan energiAbi Blog

Pengertian Induktansi dan penyimpanan energi induktansi

Pengertian Induktansi

Induktansi adalah muatan yang dihasilkan oleh kumparan yang mempengaruhi perubahan nilai arus yang mengalir di dalamnya. Jadi setiap perubahan nilai arus listrik yang diterapkan pada sebuah kumparan/induktor akan menghasilkan tegangan induksi .

Satuan induktansi adalah Henry atau disingkat “H” dan kumparan/koil dikatakan memiliki induktansi 1H jika tegangan 1V diinduksikan pada kumparan tersebut dengan perubahan arus listrik 1A/s di dalamnya.

Tegangan induksi pada terminal induktor akan sebanding dengan hasil dari induktansi (L) dan laju perubahan arus yang mengalir. Maka jadilah rumus seperti berikut:

e = -L x (laju perubahan arus)

Tanda minus (-) adalah menunjukkan polaritas tegangan, yaitu perlawanan terhadap perubahan.

Laju perubahan arus sering diwakili dengan ekspresi di/dt, dimana di merupakan perubahan dengan nilai arus yang sangat kecil sedangkan dt mewakili perubahan yang juga kecil sesuai waktu yang dibutuhkan.

e = -L (di/dt)

Contoh pemakaian rumus diatas adalah sebagai berikut:

Sebuah arus listrik meningkat secara teratur dari 2A hingga 5A dalam waktu 250ms. Jika arus diterapkan/dimasukkan pada induktor berukuran 600mH. Maka tentukan tegangan induksinya!

Penyelesaian:

Tegangan induksi dapat dihitung dengan rumus:

e = -L ( laju perubahan arus)

e = -L (perubahan arus/waktu)

e = (-0,6 x (6-2)) / 0,25

e = -9,6V

Induktansi dan penyimpanan energi induktansi
Induktansi dan penyimpanan energi induktansi

Penyimpanan energi

Penyimpanan energi dalam induktor sebanding dengan hasil dari induktansi dan kuadrat dari arus yang mengalir. Maka akan menjadi rumus :

E = 0,5LI2

Dimana:

E = Energi dalam satuan Joules (J),

L = Induktansi dalam satuan Henry (H),

I = Arus dalam satuan Ampere (A).

Sebuah induktor bernilai 20mH diharapkan dapat menyimpan energi sebesar 2,5J. Tentukan berapa arus yang dibutuhkannya!

Penyelesaian:

Rumus diatas dapat dirubah untuk membuat “I” sebagai subjek, maka akan menjadi berikut:

I = (E / 0,5L)0,5

I = (2E / L)0,5

I = ((2 x 2,5) / (20 x 10-3))0,5

I = √250

I = 15,811A

Loading...
loading...

Buat Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *