Pengertian Speed Relay pada system Safety Device Main Engine

Diposting pada

Pengertian Speed Relay

Speed Relay pada umumnya menghasilkan tiga signal atau perintah, perintah atau signal tersebut adalah hasil dari pembacaan RPM yang masuk dari hasil pembacaan MPU (Magnetic Pick Up) sebagai input dari Speed Relay.

Tiga perintah atau signal tersebut adalah:
  1. Low Speed
  2. Normal Speed
  3. High Speed

Ketiga signal tersebut tersedia dalam dua jenis sambungan atau koneksi yaitu Normally Open dan Normally Close.

Speed Relay Konvensional
Speed Relay Konvensional

Baca juga : Pengertian dan pemahaman istilah seputar  Inert Gas System di kapal

Bagian-bagian dari Speed Relay

Untuk jangkauan setting atau parameter dari tiga signal tersebut ( atau lebih mudah bisa disebut channel) tergantung pada kecepatan maksimum engine sendiri. Artinya tidak mungkin kita setting pada kecepatan 1000RPM jika jangkauan kecepatan Engine hanya mampu di maksimum 800RPM.

Bagian-bagian dari Speed Relay konvensional adalah:

1. Input signal, 

Input signal adalah signal dari putaran fly wheel yang biasanya dikirim dengan frekuensi sesuai dengan sensing putaran engine. Beberapa menggunakan pembacaan jenis Tachometer dan beberapa sudah menggunakan MPU / Magnetic Pick Up.

2. Input Power, 

Input daya untuk mengaktifkan perangkat elektronika maupun shofware di dalam Speed Relay.

3. Output Low Speed, 

Biasanya dihubungkan sebagai signal Enggine Running ke perangkat lanjutan (misalnya ke propulsion unit / clutch control maupun sebagai safety). Range Low Speed disesuaikan dengan range kecepatan engine sendiri.

4. Output Normal Speed, 

Normal speed sama dengan idle speed sebagai penentu kecepatan rata-rata yang dioperasikan pada engine dalam keadaan stand by. Signal Normal Speed biasa dihubungkan sebagai indikasi bahwa speed atau RPM engine telah siap untuk diberikan beban selanjutnya ( siap untuk dikoneksi dengan propeller melalui clutch).

5. Output High Speed, 

Signal yang dikeluarkan dari output ini digunakanan sebagai safety yang menyatakan bahwa engine terlalu cepat dan berbahaya, maka biasanya signal ini digunakan sebagai Shut Down signal bagi engine.

6. Output RPM, 

Sebagai indicator kecepatan dibutuhkan pembacaan yang real, maka diperlukan output RPM yang dihubungkan dengan RPM Meter.
Baca Juga :  Pengertian Induktansi dan penyimpanan energi induktansi

Beberapa produk terbaru speed relay dirancang dengan pengaturan digital dengan aplikasi parameter yang dapat disetting melalui perangkat komputer. Hal ini sangat memudahkan dalam setting range semua channel untuk disesuaikan menurut kebutuhan safety main engine.

Saya akan menggunakan salah satu speed relay digital produksi dari Woodward seri DSS2.

DSS2 dari Woodward memiliki dua channel signal output berupa Normally Open maupun Normally Close.

Baca juga : Draught Gauge sebagai pemantau level kapal mengambang
Baca Juga :  Baterai murah lithium-ion berperforma lebih baik

Bagaimana mengaplikasikan tipe DSS2 untuk menggantikan speed relay konvensional?

Pada drawing wiring dibutuhkan tiga jenis signal yaitu Low Speed, Normal Speed dan High Speed. Sementara DSS2 hanya memiliki dua buah channel output.

Saya coba menambah satu buah relay yang diaktifkan dari DSS2 Channel 1 yang disetting pada kecepatan rendah hingga normal / idle, menurut saya signal itu dibutuhkan untuk menyatakan bahwa kecepatan engine siap untuk diberi beban lanjutan, maka saya lebih memilih setting di idle.

Baca Juga :  Tegangan dan hambatan Listrik

Bagaimana dengan masalah kebutuhan signal kecepatan rendah (Low Speed)? Perlu dicek efek dari signal Low Speed namun banyak saya temukan bahwa signal Low Speed hanyalah indikasi bahwa engine shut down dan mengaktifkan alarm.

Jadi untuk Low Speed dan Normal Speed hanya di koneksikan dengan Normally Open dari relay tambahan hasil dari pengaktifan Channel 1 pada DSS2.

Sementara itu Channel 2 DSS2 tetap digunakan sebagai indikasi High Speed dengan setting diatas rata-rata kecepatan yang biasa dioperasikan pada Main Engine. Penting bahwa point kecepatan batas ( limit speed) pada setting channel 2. Karena akibat dari aktifnya channel 2 adalah Engin Shut Down.

Penjelasan diatas adalah bukan mutlak bagi semua safety device main engine, hanya sebagai langkah trouble shooting dan perbaikan dengan sedikit penyesuaian keadaan. Karena banyaknya jenis Engine, jenis instalasi dan jenis klass yang dibutuhkan menurut tingkat keamanan yang disyaratkan.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

2 thoughts on “Pengertian Speed Relay pada system Safety Device Main Engine

  1. boleh nanya pak?
    apa penyebab Rpm tidak bisa naik ketika di hubungkan dgn clucth,bila tak di hubungkan dengan clucth Rpm bisa maksimal.contoh Rpm 1800 bila tanpa clucth namun bila dihubungkan dengan clucth Rpm hanya bisa 850 saja.Mohon penjelasannya

    1. Pada saat terhubung melalui clutch, otomatis akan menjadi beban bagi engine tersebut. Engine yang terbebani akan turun RPMnya.
      Namun penurunan RPM yang sangat signifikan memunculkan beberapa kemungkinan, kemungkinan yang pertama ada masalah pada engine tersebut dan lemungkinan kedua beban yang terhubung melalui clutch memang terlampau tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.