Pengukuran Komponen Listrik

PENGUKURAN KOMPONEN LISTRIK

    Untuk mengetahui / mengukur kondisi dari penghantar arus listrik atau aliran arus yang mengalir di dalam konponen dengan hasil yang memuaskan, kita dapat menggunakan peralatan peralatan yang dapat kita sebut sebagai Continuity Testers , diimana peralatan – peralatan ini dapat dibedakan atas beberapa jenis antara lain sbb :

  1. Coutinuity Tester dengan menggunakan sinyal secara visual,
  2. Continuity Tester dengan menggunakan Sinyal Audio / suara,
Pengukuran Komponen Listrik
    Pengukuran /pengujian dengan Continuity Tester dapat dilakukan untuk pemasangan peralatan listrik, instalasi kabel dengan kondisi tidak ada tegangan /arus yang diberikan pada peralatan listrik atau kabel tersebut. Jika didalam peralatan listrik atau kabel instalasi tersebut sudah terdaoat tegangan/arus hal ini dapat menjadikan keadaan yang berbahaya dan dapat merusak peralatan Continuity Tester tersebut.

A. Continuity Tester dengan sinyal secara visual

    Continuity Tester dengan sinyal visual yang paling sederhana sumber tegangan rendah yag dihubungkan secara serial dengan sebuah lampu seperti pada gambar yang diperlihatkan pada ‘garnbar 1’ dibawahi ini.


Pengukuran Komponen Listrik

   Dengan cara ini dapat pula dipergunakan untuk melakukan pengujian terhadap instalasi perkabelan. Jika tahanan dari komponen yang akan di uji terlalu besar. Tegangan baterai yang rendah tidak dapat menghasilkan arus untuk menyalakan lampu. Untuk itu diperlukan cara lain yang dapat digunakan pada sistem Continuity Tester dengan visual sinyal ini. Kemampuan ( range ) pengujian / pengukuran dengan cara ini dibatasi oleh besar tegangan baterai.

PERHATIANContinuity Testers dengan cara ini dapat merusak komponen semi konduktor pada saat melakukan pengujian dengan arus atau tegangan yang besar. Cara tidak di perbolehkan untuk melakukan pengujian terhadapp peralatan semi konduktor.

B. Continuity Tester dengan sinyal suara/audio.

Pengukuran Komponen Listrik    Pengujian dangan cara inlebih menguntungkan dibandingkan dengan cara sinyal visual, sebab pada cara ini perlu tim dari orang yang melaksanakan pengukuran tidak perlu harus ditujukan pada instrumen peraganya / sinyal visualnya tetapi cukup dengan hanya mendengarkan saja.
    Continuity Testers dengan sinyal suara yang sedehana terdiri dari Buzzer dengan power supply yang tersusun seperti pada ‘gambar2’ dibawah ini

    Cara ini hanya digunakan untuk memeriksa hubungan dari satu peralatan listrik dimana hambatan dari peralatan listrik tersebut tidak besar untuk menjamin buzzer dapat menghasilkan suara yang jelas.

PERNATIAN.   Pengujin cara ini tidak dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi hubungan pada peralatan semi konduktor sebab dengan adanya tegangan induksi dari buzzer dapt metusak semi konduktor tersebut.   Continuity Testers dengan rangkaian elektronika seperti misalnya Tone generator dengan amplifier & loudspeaker dari buzzer yang diperkuat dengan transistor amplifier akan menghasilkan pemakaian pada daerah pengukuran yang lebih lebar.
   Dengan penambahan ini maka maksimum hambatan dari peralatan yang akan diuji dapat mencapai harga diatas 100 kO dari cara ini dapat dipakai untuk menguji hambatan tinggi dari guungan / lilitan kabel dan untuk menguji rangkaian semikonduktor jika tidak terdapat tegangan induksi diri dari Buzzer.

C.Instrumen pengukur hambatan / resistansi.

   Semua Ohmmeter dapat digunakan untuk mengukur kondisi hubungan pada peralatan listrik. Pada saat kita melakukan pengukuran dengan Ohmmeter , maka arus yang berasal dari baterai Ohmmeter tersebut mengalir melalui hambatan yang terdapat pada rangkaian yang sedang diuji yang selanjutnya akan menggerakkan jarum penunjuk dari Ohmmeter, simpangan jarum tersebut menunjukkan nilai langsung dalam Ohm.

Pengukuran Komponen Listrik    Cara ini akan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan 2 cara sebelumnya, sebab daerah pengukuran hambatan nya dapat mencakup dae rah yang sangat lebar. karena adanya fasilitas sakelar tukar batas ukur ( 1X, 10X,100X, 1k, l0k ).

 Langkah-langkah pelaksanaan pengujian / test

    Misalkan Continuity testers dengan cara sinyal suara / audio yang akan kita gunakan dalam pengujian tersebut.

    Untuk semua pengujian : dalam perakitan peralatan elektrikal atau pun instalasi kabel harus dalam kondisi dimana tidak ada sumber tegangan /arus yang terpasang pada peralatan yang akan diuji tersebut.

Menguji kondisi hubungan kabel

    Untuk menguji kondisi hubungan kabel dengm cara sinyal suara/audio maka tester dihubungkm pada kedua ujung kabel (awal kabel dan akhir kabel) seperti pada ‘gambar 2’.

    Jika kondisi kabel baik / tidak putus akan terdengar suara pada Buzer dengan jelas .

Menguji Kondisi hubungan (multi-core cables) kabel Multi pair.

    Untuk menguji kondisi hubungan dari kabel jenis ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

    Gabungkan seluruh ujung kabel awal menjadi satu dan hubungkan dengan salah satu tester, tester kedua akan digunakan untuk memeriksa setiap ujung akhir dari kabel yang sedang diuji satu demi sau. Jika terdengar suara pada buzzer menandakan kondisi kabel tersebut tidak putus.

Menguji kondisi hubung singkat

    Untuk mengetahui apakah terjadi hubung singkat pada dua atau lebih kabel dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

    Salah satu tester dihubungkan pada ujung kabel pertama dan tester kedua dihubungkan pada ujung yang lain bukan kabel pertama. Jika tidak terdengar suara dari Buzzer berarti tidak ada kondisi hubung singkat antar kabel tersebut, sebaliknya jika terdengar suara berarti kita harus mencari dimana lokasi dari hubung singkat tersebut . Cara ini tidak dapat menentukan lokasi’ dari hubung singkat tersebut.

Pengukuran Komponen Listrik

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.