Penyebab Rusaknya Dioda Alternator

Diposting pada
Penyebab Rusaknya Dioda
Dioda Alternator

Penyebab Rusaknya Dioda alternator yang sering terjadi karena dua kesalahan, yaitu : ada sambungan yang salah antara bagian baterai dan juga karena kesalahan manusia.

Pada dasarnya dioda yang terpasang pada alternator berfungsi sama seperti valve satu arah di dalam sistem hidrolik. Dioda mengentarkan arus listrik dalam satu arah saja, dan dalam penggunaannya menjadi pengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).

Saat alternator berjalan / berputar akan menghasilkan arus yang kemudian melewati dioda, lalu tersambung ke baterai melalui kabel baterai positif, sementara kabel negatif tersambung ke bodi.

Selama ada sambungan antara output dioda ke baterai, maka baterai akan selalu terisi penuh dan bertahan dan sistem kelistrikan akan tetap berfungsi baik.

Arus di dalam baterai lalu digunakan untuk fungsi operasi sistem, seperti memasok tenaga ke bagian panel instrumen untuk menunjukkan indikasi operasi normal alternator. Dioda yang bekerja dengan baik akan melindungi semua perangkat elektronika dan aman dari adanya arus bolak balik.

Penyebab Rusaknya Dioda

Ada kesalahan sambungan antara alternator dan baterai

Pada saat ada kesalahan sambungan, secara mendasar arus pada alternator akan selalu mencari jalur alternatif untuk tetap mengalir menuju baterai. Sambungan menjadi rusak / salah bisa jadi karena reaksi korosi pada terminal sambungan, ada sirkuit terbuka sehingga menjadi putus hubungan.

Jalur alternatif yang dilalui arus dari alternator biasanya mengarah ke aliran arus yang berlebih. Arus yang berlebih ini akan menyebabkan dioda menjadi sangat panas. Inilah yang menjadi penyebab rusaknya dioda,

Dioda Rusak Karena kesalahan Manusia

Ini sering terjadi karena ada upaya menukar baterai pada saat mesin sedang berjalan. Pada saat kabel terlepas, maka arus akan mencari jalur lain untuk tetap mengalir, sehingga menyebabkan dioda menjadi panas.

Dioda juga bisa menjadi rusak ketika ada upaya memasukkan sambungan ke baterai pada saat mesin berjalan. Ini karena lonjakan arus yang tiba-tiba yang bisa menyebabkan dioda putus karena arus hentakan tersebut bernilai lebih dari kapasitas dioda yang disarankan.

Kesalahan manusai juga bisa terjadi karena kesalahan kutub baterai pada saat menyambung, yaitu negatif alternator dimasukkan ke positif baterai dan positif alternator dimasukkan ke negatif baterai.

Loading...
loading...
Baca Juga :  Mengenal Jenis dan Fungsi IC (Integrated Circuit)
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.