Perhitungan pada Tranformator Inti Besi / BajaAbi Blog

Perhitungan pada Tranformator Inti Besi / Baja

Kemampuan dari besi atau baja dalam membawa magnetik fluks sangat besar, Dan pasti jauh lebih besar dari kemapuan udara. Kemampuan untuk membawa fluks disebut juga sebagai tingkat permeabilitas.

Baja modern memiliki tingkat permeabilitas pada urutan 1500 dibanding nilai 1,00 untuk udara, ini berarti bahwa kemampuan inti baja dalam membawa fluks adalah 1500 kali dari pada menggunakan inti udara.

Baca Juga :  Alat-alat Listrik 1

Baca juga : Perhitungan pada Transformator Inti Udara

Inti baja yang digunakan pada tanformator daya dengan menerapkan tegangan AC sebagai input, ketika fluks dari kumparan pertama berinteraksi membentuk medan elektromagnetik pada batang besi sebagai inti maka tegangan induksi pada kumparan kedua adalah sama besar dengan kumparan pertama, jika jumlah lilitan pada keduanya adalah sama.

Baca Juga :  Pemahaman dan Rumus Dasar Antena 2
Dua kumparan dipasang diterapkan pada inti baja.
Dua kumparan dipasang / diterapkan pada inti baja.

Selnjutnya, jika kembali kita gunakan sistem MKS, maka hubungan mendasar antara kerapatan fluks magnetik (B) dengan intensitas medan magnet (H) adalah:

B = µ H

Dimana:

µ adalah permeabilitas ruang bebas = 4π x 10-7 Wb A-1 m-1

Sebagai pengganti B dari ᶲ /A, dan H dari (I N) / d,

Dimana:

  • = Fluks in line
  • N = Jumlah lilitan dalam kumparan,
  • I = Arus maksimum dalam ampere,
  • A = Luas penampang inti

Rumus diatas kemudian bisa disempurnakan menjadi:

ᶲ = (µ N A I) / d

Dimana:

  •  d = panjang kumparan dalam satuan meter,
  • A = Luas penampang inti dalam satuan meter persegi (m2).

Kemudian, persamaan untuk fluks dalam inti baja adalah:

ᶲ = (µ µr N A I) / d

Dimana:

  • µr = permeabilitas relatif baja, yaitu 1500

Karena nilai permeabilitas baja yang sangat tinggi dibandingkan dengan inti udara, maka semua fluks dianggap sempurna mengalir dalam inti baja dan secara mendasar dianggap memiliki besar yang sama di semua bagian inti.

Persamaan untuk fluks dalam inti, dapat ditulis sebagai berikut:

ᶲ = 0,225 E/fN

Dimana:

  • E = tegangan AC yang dimasukkan / diterapkan.
  • f = Frekuensi dalam Hertz.
  • N = jumlah lilitan dalam kumparan.

Dalam desain transformator, hal ini berguna untuk menentukan kerapatan fluks, dan persamaan diatas dapat dirubah menjadi:

ᶲ = 0,225 E/(f A N)

Dimana:

  • B = kerapatan fluks dalam tesla ( weber / meter persegi / m2)
Loading...
loading...
The following two tabs change content below.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *