Perhitungan pada Transformator Inti Udara

Apa yang dimaksud transformator inti udara? Dari namanya jelas terlihat bahwa transformator inti udara merupakan jenis transformator yang menggunakan udara sebagai inti. Beberapa jenis transformator jenis ini sering kita temuai sehari-hari terutama untuk jenis aplikasi daya rendah.

Secara, transformator jenis ini tidak efisien karena persentase fluks dari kump[aran / lilitan pertama yang menghubungkan ke kumparan kedua adalah kecil. Untuk besarnya tegangan induksi pada kumparan kedua dapat dihitung dengan rumus berikut:

E = N dᶲ / dt 108

Dimana:

  • N = Jumlah lilitan pada kumparan,
  • dᶲ  / dt = kecepatan perubahan fluks yang menghubungkan kumparan,
  • = fluks in line
Baca Juga :  Mengenal Jenis dan Fungsi Resistor
Medan magnet di sekitar konduktor
Medan magnet di sekitar konduktor

Pada saat tegangan yang dimasukkan ke kumparan adalah sebesar E dan fluks yang menghubungkan kumparan adalah ᶲ in line, tegangan dari suplai adalah:

e = √2 E cos ωt = N dᶲ / dt 108

dᶲt / dt = (√2 cos ωt 108) / N

Nilai maksimum ᶲ diberikan oleh:

ᶲ = (√2 E 108) / (2 π f N)

Menggunakan sistem MKS (metrik), dimana ᶲ adalah fluks di weber:

E = N dᶲ / dt

Dan:

ᶲ = (√2 E) / (2 π f N)

Medan magnet di sekitar konduktor menginduksi tegangan dalam konduktor kedua.
Medan magnet di sekitar konduktor menginduksi tegangan dalam konduktor kedua.

Karena jumlah fluks ᶲ yang menghubungkan kumparan kedua adalah persentase kecil dari fluks pada kumparan pertama, maka tegangan induksi pada kumparan kedua adalah kecil.

Jumlah lilitan dapat ditambah / ditingkatkan untuk meningkatkan tegangan output-nya, tapi tentu saja akan meningkatkan biaya.

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.