Prinsip Dasar Rangkaian Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)

Diposting pada

Pengertian Rangkaian Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)

Rangkaian Jembatan Wheatstone adalah bentuk dasar dari beberapa rangkaian elektronika , dimana digunakan dalam instrumentasi dan pengukuran.

Bentuk dasar dari rangkaian jembatan wheatstone adalah seperti gambar dibawah ini:

Rangkaian sederhana Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)
Rangkaian sederhana Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)

Tegangan terukur dianatar titik A dan B akan menjadi nol ketika tegangan antara A dan Y adalah sama besar dengan tegangan antara titik B dan Y. Akibatnya  pada R1 dan R2 membentuk suatu rangkaian pembagi tegangan seperti halnya yang terjadi pada R3 dan R4.

Rangkaian jembatan tersebut akan menjadi seimbang (atau VAB adalah Nol) ketika rasio atau perbandingan R1 : R2 adalah sama dengan rasio R3 : R4.

Baca Juga :  Cara Mengecek Dioda Rusak Tanpa Multimeter

Oleh karena itu pada keadaan balance, muncul rumus perhitungan:

R1/ R2 = R3 / R4

Salah satu bentuk sederhana dari rangkaian jembatan wheatstone yang digunakan untuk mengukur nilai resistansi adalah seperti ditunjukkan pada rangkaian berikut:

Rangkaian Praktis Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)
(Gambar 2) Rangkaian Praktis Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridge)

R1 dan R2 merupaka dua buah arm rasio sementara satu arm lagi ( yang ditunjukkan dengan R3 pada gambar pertama / paling atas) diganti dengan variabel resistor. Resistor yang tidak diketahui nilainya disebut sebagai Rx terhubung pada kelompok keempat.

Rumus untuk hal ini adalah:

R1 / R2 = Rv / Rx

Kemudian:

Rx = R2 / R1 x Rv

Contoh permasalahan rangkaian jembatan Wheatstone

Sebuah rangkaian jembatan Wheatstone sesuai pada gambar nomor 2 diatas

Jika R1 dan R2 masing-masing dapat diaktifkan sehingga memiliki nilai 100Ω atau 1KΩ dan Rv adalah variabel antara 10Ω dan 10KΩ. Tentukan rentang nilai resistansi yang dapat diukur.

Penyelesaian soal diatas

Nilai resistansi yang dapat diukur akan sesuai dengan rasio terbesar dari R1 : R2 ( R2 adalah 1KΩ dan R1 adalah 100Ω) dan nilai tertinggi sebagai Rv (yaitu 10KΩ).

Maka dalam hal ini:

Rx = R2 / R1 x Rv

Rx = 1KΩ / 100Ω x 10KΩ

Rx = 0,1 x 10Ω

Rx = 1Ω

Maka rentang nilai yang dapat diukur antara 1Ω hingga 100KΩ

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.