Prinsip Dasar Rekombinasi DNA

Diposting pada

Pengertian

Rekombinasi DNA adalah DNA yang dibuat dari hasil penelitian di laboratorium dengan cara mentransfer potongan DNA dari salah satu organism ke organism lain.

Pada dasarnya rekayasa genetika dilakukan untuk beberapa tujuan, antara lai untuk penelitian, bidang kedokteran, bidang pertanian dan juga bidang industri.

Pentingnya Rekombinasi DNA

Kemajuan

Baca Juga :  5 Aplikasi Chatting Android dengan Keamanan Terkuat, Dijamin Tahan Bobol!
teknologi rekayasa genetika sangat penting untuk menciptakan sifat-sifat baru, seperti resistensi antibiotik dan warna baru. Pada awal perkembangannya, teknologi ini digunakan untuk merekayasa ulang sel mikroba untuk menghasilkan protein baru, ini dibutuhkan bagi manusia sebagai pilihan dengan biaya rendah.

Pada tahun 2001, lebih dari 80 jenis produk berbasis rekombinasi DNA telah diuji keamanan dan khasiatnya. Penemuan ini sangat penting di bidang pertanian, terutama untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan meningkatkan hasil panen.

Baca Juga :  Mengenal PLC Modicon M580
Rekombinasi DNA

Sejarah Penemuan DNA

Struktur DNA untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1953, sementara rekombinasi DNA membutuhkan waktu hingga dua dekade setelah ditemukannya struktur DNA.

Plasmid Dasar dari Rekombinasi DNA

Rekombinasi DNA muncul setelah diketahui bahwa plasmid atau potongan kecil DNA dapat mereplikasi dengan jumlah besar secara independen dari DNA bakteri kromosom. Hasil replikasi tersebut dapat mentransfer informasi genetik.

Proses inilah yang memberika bakteri inang kemampuan untuk diwarisi oleh gen-gen baru termasuk fungsi-fungsi baru seperti resistensi terhadap antibiotik.

Tahun 1960 ditemukan alat baru untuk membuat rekombinasi DNA, alat ini dibuat oleh ahli mikrologis Swiss, yaitu Werner Arber dan ahli biokimia Amerika, yaitu Stuart Linn.

Enzim Restriksi

Bakteri dapat melindungi diri dari serangan virus produksi endonukleas, atau dikenal sebagai enzim restriksi, yang dapat mencari DNA tunggal urutan dalam virus dan memotongnya tepat di satu tempat. Proses ini mencegah replikasi virus, oleh sebab itu kematian bakteri yang terinfeksi virus.

Enzim restriksi pertama adalah Escscherichia coli K, diisolasi dan dimurnikan pada tahun 1968 oleh Matthew Meselson dan Robert Yuan dari Universitas Harvard.

Dua tahun kemudian, Hamilton O Smith, Thomas Kelly dan Kent Welcox dari Universitas Johns Hopkins mengisolasi dan menandai enzim restriksi spesifik pertama yang dinamakan Hindll. Ini yang ditunjukkan Daniel Nathans sebagai alat yang berguna untuk memotong dan menempel segmen DNA tertentu.

Protokol pertama untuk membuat rekombinasi DNA diajukan pada awal tahun 1970 oleh Peter Lobban dan Armin Dale Kaiser dari Stanford University Medical School.

Pada tahun 1971, Paul Berg dari Universitas Stanford mendemonstrasikan kelayakan penyambungan dan rekombinasi gen untuk pertama kalinya.

Dua tahun kemudian, Stanley Cohen dari San Frnsisco berhasil memasukkan rekombinasi DNA ke dalam bakteri untuk replikasi.

Pemanfaatan Rekombinasi DNA

Kloning gen memiliki banyak pemanfaatan, ini sangat berguna dalam memetakan genom manusia, menciptakan hewan transgenik dan pengembangan tanaman tahan serangga.

Penting juga dalam tes genetik yang dilakukan dalam ilmu forensic dan arkeologi serta dalam tes diagnosis hepatitis dan HIV.

Teknologi rekombinasi DNA penting dalam memproduksi vaksin dan terapi protein seperti insulin manusia, interferon, dan hormon pertumbuhan manusia. Juga digunakan dalam faktor pembekuan untuk mengobati hemophilia dan dalam pengembangan terapi gen.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.