Scrubber dasar pengertian konfigurasi efisiensiAbi Blog

Scrubber udara dasar, pengertian, konfigurasi, dan efisiensi

Pengertian Scrubber

“Air Scrubber” yang umum digunakan pada aplikasi pemrosesan udara adalah terutama untuk menghilangkan debu dan polutan ang berpotensi membahayakan. Dengan metode menambahakan  liquid atau cairan berupa bahan kimia aktif yang tentunya disesuaikan dengan proses, yang disemprotkan ke aliran udara.

Gas Aerosol dan polutan yang terkandung di udara dikeluarkan oleh salah satu penyerapan reaksi kimia pada larutan tersebut.

Baca Juga :  Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)

Lihat gambar skematik biasa sebuah konfigurasi nozzle semprot pada air scrubber khusus dibawah ini:

Skematik Scrubber
Skematik Scrubber

Udara yang mengandung bahan kimia disemprotkan dengan tekanan tinggi melalui nozzle ke dalam aliran udara. Beberapa udara menguap, terutama jika proses udara panas dan menghilang melalui lubang pembuangan. Tetesan air dipisahkan dan kembali berputar ke resevoir air. Air yang menguap diganti dengan air tawar dan bahan kimia. Debu dan polutan (produk polusi) dari proses akan dibuang secara berkala melalui saluran pembuangan.

Dasar Konfigurasi Scrubber

Konfigurasi scrubber secara mendasar terdiri dari:

  1. Orifice Scrubber, kecepatan udara atau gas akan meningkat melalui lubang orifice sehingga meningkatkan turbulensi dan menyemprotkan cairan.
  2. Venturi Scrubber, Kecepatan udara atau gas akan meningkat melalui lubang venturi sehingga meningkatkan turbulensi dan menyemprotkan cairan.
  3. Fiber-bed Scrubber, udara melewati serat basah dimna kabut terkumpul, (Tidak cocok jika untuk partikel padat di udara).
  4. Scrubber Mekanik, dengan ditekan dengan rotor mekanis menghasilkan tetesan air halus di udara.
  5. Impingement-plate Scrubber, crubber vertikal dengan pelat horisontal, udara mengalir dari bawah menuju ke atas, air mengalir dari atas menuju ke bawah.
  6. Spray nozzle Scrubber, air disemprotkan dengan tekanan tinggi melalui nozzle untuk menghasilkan tetesan air di udara.

Data khusus Scrubber

  1. Efisiansi pembersihan hingga 70% dari debu halus dan 80% dari debu kasar,
  2. Kecepatan udara melalui washer 2 – 3 m/s,
  3. Penurunan tekanan aliran udara 50 – 140 N/m2,
  4. Tekanan air sebelum nozzle 100 – 170 kN/m2
  5. Konsumsi air 0,45 – 0,55 l/m3 (tergantung suhu pada proses)

Efisiensi kelembaban Scrubber

Beberapa proses industri membutuhkan lebih dari sekedar pembersihan melalui scrubber. Dalam proses pencemaran bau, seperti udara buang dari pembusukan makanan, pengeringan ikan membutuhkan proses udara dengan sedikit debu dan suhu serta kelembaban dalam batas-batas tertentu

Efisiensi kelembaban scrubber
Efisiensi kelembaban scrubber

Efisiensi pelembaban dari scrubber dapat dinyatakan dengan rumus:

µh = (t1 – t2) / (t1 – tw) 100%

dimana:

µh = efisiensi kelembaban scrubber (%)

t1 = Suhu bulb awal (C)

t2 = Suhu bulb akhir (C)

tw = Suhu wet bulb awal (C)

Efisiensi Scrubber

Efisiensi khusus scrubber nozzle

  • 60 – 70% dengan satu nozzle downstream,
  • 65 – 75% dengan satu nozzle upstream,
  • 85 – 100% dengan dua nozzle
Loading...
loading...
The following two tabs change content below.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *