Sejarah Perkembangan PLN di Indonesia

Sejarah Perkembangan PLN di Indonesia ~ Sejarah berdirinya PLN dimulai dari masa penjajahan Belanda, yaitu akhir abad 19, dengan mendirikan pembangkit listrik yang digunakan sebagai keperluan pribadi selama melakukan penjajahan di Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, salah satu usaha yang dirilis Belanda tersebut mulai digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Perusahaan listrik swasta milik Belanda tersebut diberi nama NV. NIGM.

Baca Juga :  Prinsip dan Konfigurasi Uninterruptible Power Supply (UPS)

Pada saat Indonesia dijajah oleh Jepang, perusahaan tersebut menjadi milik tentara Jepang selama masa Perang Dunia II.

Selanjutnya sejak Indonesia merdeka, perusahaan listrik yang didirikan oleh Belanda tersebut diserahkan kepada Pemerintah Indonesia, tepatnya pada bulan September 1945.

Kemudian dilanjutkan pada tanggal 27-10-1945, Presiden Soekarno mulai membuat Jawatan Listrik-Gas dengan pembangkit listrik sebesar 157,5 MW.

Baca Juga :  Transformator Teknik Membuat Aktivitas Lebih Mudah

Dan pada 1-1-1962 Jawatan Listrik-Gas tersebut diubah kembali menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara, dengan bidang gas, listrik, serta kokas.

Hingga akhirnya pada tahun 1972, Pemerintah mulai menentukan status dari Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Peraturan tentang tugas PLN sebagai penguasa usaha ketenagalistrikan ditetapkan pada Peraturan Pemerintah No.17, tepatnya pada tahun 1990.

Baca Juga :  Analisa rangkaian listrik

Kebijaksanaan yang dibuat pemerintah pada tahun 1992 mengenai kesempatan sektor swasta dalam menyediakan bisnis tenga listrik, memunculkan status baru pada PLN dari Perusahaan Umum menjadi Persero, yaitu pada tahun 1994.

Sejarah Perkembangan PLN
Sejarah Perkembangan PLN

Sejarah Perkembangan PLN di Indonesia

1. Memiliki 1 Perusahaan Patungan dan 6 Anak Perusahaan dari PLN

Geo Dipa Energi

Merupakan salah satu perusahaan yang didirikan oleh PLN dan Pertamina dengan bidang Pembangkit Listrik dengan menggunakan energi panas bumi (PLTP).

PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB)

Berdiri sejak tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama awal PT PJB II dengan bidang pembangkit listrik, kemudian dilakukan perubahan nama pada 22 Spetember 2000 menjadi PT PJB.

PT Indonesia Comnets Plus

Didirikan sejak 3 Oktober 2000 dalam bidang telekomunikasi.

PT Indonesia Power

Perusahaan ini awalnya memiliki nama PT PJB I yang didirikan pada 3 Oktober 1995 dengan bidang pembangkit tenaga listrik.

Kemudian tepat tanggal 1 September 2000 terdapat perubahan nama menjadi PT Indonesia Power.

PT PLN Enginering

Didirikan sejak 3 Oktober 2002 dalam bidang Rekayasa dan Konsultan Enginering, serta Supervisi Konstruksi.

PT PLN Batam

Didirikan pada 3 Oktober tahun 2000 dengan tugas sebagai penyedia tenaga listrik di wilayah Batam.

PT PLN Tarakan

Memiliki tugas untuk menyediakan tenaga listrik di wilayah Tarakan.

2. Bidang Transmisi serta Distribusi Listrik

  • Wilayah Jawa Bali : Sistem Interkoneksi Transmisi 150 kV dan 500 kV
  • Wilayah Luar Jawa dan Bali : Sistem Transmisi Terpisah 70 kV dan 150 kV
  • Tahun 2003, Jaringan Transmisi 70 kV, 150 kV dan 500 kV telah mencapai 25.989 kms.
  • Jaringan Distribusi (JTM) 20 kV mencapai 230.593 kms
  • Jaringan Tegangan Rendah mencapai 301.692 kms

3. Bidang Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik telah mencapai 21.425 MW sejak tahun 2003 dengan cakupan yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut adalah kapasitas pembangkit listrik sesuai jenisnya.

  • 3.184 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  • 6.800 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
  • 3.073 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
  • 1.748 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
  • 380 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
  • 6.241 MW, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

4. Konsumsi Listrik di Indonesia

Rata-rata konsumsi listrik di Indonesia adalah 352.59 dengan satuan kWh/ kapit. Berikut rincian selengkapnya berdasarkan wilayah :

  • NAD : 206.26
  • Sumatera Utara : 390.78
  • Sumatera Barat : 375.83
  • Bangka Belitung : 278.02
  • Bengkulu : 176.44
  • Lampung : 208.31
  • Riau : 274.21
  • Jambi : 213.91
  • Sumatera Selatan : 256.45
  • Jakarta – Tangerang : 1873.9
  • Banten : 1293.76
  • Jawa Barat : 621.4
  • Jawa Tengah : 343.84
  • DIY : 398.77
  • Jawa Timur : 500.73
  • Bali : 619.26
  • NTT : 64.32
  • NTB : 119.27
  • Kalimantan Barat : 214.45
  • Kalimantan Tengah : 195.87
  • Kalimantan Timur : 461.7
  • Kalimantan Selatan : 281.58
  • Sulawesi Barat : 79.78
  • Sulawesi Selatan : 281.58
  • Sulawesi Utara : 290.78
  • Sulawesi Tengah : 146.14
  • Sulawesi Tenggara : 120.22
  • Gorontalo : 134.78
  • Maluku Utara : 127.54
  • Papua : 180.11

Sejarah Perkembangan PLN di Indonesia

Loading...
loading...
Dua tab berikut mengubah konten di bawah ini.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *