Sejarah perkembangan sistem tata udara / pendinginAbi Blog

Sejarah perkembangan sistem tata udara / pendingin

Seperti teknologi yang lain, sistem tata udara juga memiliki sejarah yang berkaitan langsung dengan pemikiran diperlukannya suatu metode untuk mendinginkan sesuatu, dalam hal ini adalah udara. 

Pada jaman dahulu manusia mencari makanan dengan cara berburu dan mencukupkan hasil buruannya untuk dikonsumsi saat itu saja sementara sisanya akan terbuang sia-sia karena esok harinya akan mebusuk. 
Apa yang terjadi jika muncul masa-masa sulit mencari buruan? Tentunya akan menjadi masalah besar, sehingga secara naluri untuk mencari solusi bagaimana caranya tetap memiliki bahan makanan di masa sulit tersebut. 
Bahan makanan akan bertahan pada suhu yang rendah, maka mereka menggali tanah yang dalam atau mencari tempat-tempat di dalam gua yang memiliki perbedaan suhu dengan cuaca di luar yang terik karena sinar matahari. 
Meskipun hanya memiliki perbedaan suhu yang kecil, namun akan sedikit membuat bahan makanan tersebut bertahan. 
Pada perkembangannya manusia di jaman dahulu mencoba mencari alternatif-alternatif lain, misalnya orang Romawi membuat penampung aliran air di seputar dinding rumahnya sehingga menurunkan suhu di dalam ruangan,orang Mesir menguapkan air di atas rumah agar suhu di dalam rumah menjadi lebih dingin, orang India mengipasi air agar lebih cepat menguap dan mempengaruhi suhu disekitarnya. 
Atau orang Yunani yang dengan susah payah mengambil salju dari puncak gunung untuk mendinginkan makanan dan minuman mereka. 
Sejarah perkembangan sistem tata udara / pendingin
Pendinginan makanan ternyata memberikan manfaat selain membuat makanan lebih tahan lama tapi juga bisa membuat rasa makanan tersebut lebih enak. 
Sejarah pertama pemakaian kompressor sebagai alat pendingin udara muncul pada tahun 1820 an, pemakaian udara sebagai bahan pendinginan memiliki kapasitas yang sangat rendah sehingga ditemukannya amonia sebagai solusi pertama bahan pendingin yang lebih baik dari udara. Penemuan ini tidak lepas dari peran seorang ilmuwan yang tidak asing lagi, yaitu Michael Farady.
Kemudian oleh seorang dokter bernama Dr. Jhon Gorry dari rumah sakit Apalachilola, Florida, Amerika Serikat pada tahun 1842 mengembangan sistem pendingin yang menjadi cikal bakal dari teknologi AC.
Sebelum penemuannya sempurna dokter tersebut terlbih dahulu meninggal dunia dan dilanjutkan oleh seorang Insinyur dari New York bernama Willis Haviland Carrier, namun lebih dikhususkan untuk bidang industri, bukan untuk alat-alat yang umum dipakai khalayak ramai.
AC / pendingin ruangan benar-benar digunakan di perumahan baru sekitar tahun 1927 disebuah rumah di Mineapolis, Minnesota.
Namun kita ketahui bahwa ammonia adalah zat yang beracun, sehingga sangat riskan untuk terus digunakan sebagai bahan pendingin. Hingga manusia menemukan solusi baru yaitu Gas Freon. Dan penemuan ini digunakan hingga sampai masa-masa sekarang dan hampir digunakan pada semua sistem pendinginan. 
Pada masa dulu tentu kita menganggap alat pendingin atau yang kemudian kita sebut Lemari Es atau AC ruangan merupakan barang mewah, karena harganya yang mahal dan kebutuhan daya listrik yang masih besar. 
Pada jaman sekarang, karena pesatnya kemajuan teknologi, terutama untuk sistem pendingin, membuat harga-harga barang-barang tersebut menjadi semakin murah dan digunakan di semua kalangan masyarakat. Tentunya karena ditemukannya bahan-bahan produksi yang bisa menekan biaya pembuatannya dan yang terpenting juga adalah penemuan teknologi dalam penghematan pemakaian daya untuk alat pendingin tersebut. 
Pada perkembangannya , alat pendingin menjadi faktor penting dalam kehidupan sehari-hari, karena menjangkau seluruk kebutuhan di semua aspek kehidupan dan ekonomi serta industri.

Loading...
loading...

Buat Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *