Silinder Pneumatic (Pneumatic Cylinder)

Silinder Pneumatik

Silinder pneumatik merupakan salah satu komponen pneumatik yang banyak dipergunakan sebagai aktuator utama dalam suatu rangkaian otomatis, sebab dalam silinder ini dapat difungsikan sebagai pengangkat dan penarik benda, yang mana gaya angkatnya mempunyai perbandingan sebesar tekanan input standar yang dipakai dibagi luas penampang silinder dengan persamaan :

 P = F/A 
  • P = (tekanan) satuannya N/m2.
  • F = (gaya) satuannya Newton.
  • A = (luas penampang) satuannya m2.

Maksud dari persamaan diatas merupakan perhitungan dari kapasitas gaya benda yang akan diangkat dan ditarik oleh silinder.

Baca Juga :  Mengenal apa itu Relief Valve, pembahasan dan penjelasan
Silinder Pneumatik
Silinder Pneumatik

Silinder selain mempunyai kapasitas kekuatan dari gaya angkatnya yang tergantung pada komponen konstruksi bagian dalam silinder. Secara umum komponen tersebut adalah :

  1. Spring atau pegas
  2. Tube
  3. Tube seal
  4. Cylinder head
  5. Piston
  6. Piston rod
  7. Hollow piston rod

1. Single Acting Cylinder

Single Acting Cylinder
Single Acting Cylinder

F = K . X (gaya spring) > F = P . A (gaya silinder) Maka silinder mundur

Silinder single acting mempunyai spring yang berfungsi sebagai pembalik dari keadaan piston rod yang pada saat tekanan pneumatik tidak aktif akan membalikkan piston pada posisi awal.

Prinsip kerja dari silinder ini berdasarkan perbedaan gaya yang diterima oleh piston dengan gaya dari spring, yang mana pada saat piston rod maju maka gaya yang diterima oleh piston rod lebih besar dari gaya spring dan pada saat piston rod mundur gaya yang diterima oleh spring lebih besar dari gaya yang diterima oleh piston, yang memiliki persamaan :

F = K . X (gaya spring) < F = P . A (gaya silinder) maka silinder maju

2. Double Acting Cylinder

Double Acting Cylinder
Double Acting Cylinder

Silinder double acting memiliki dua saluran input dan setiap input-nya berfungsi sebagai pengendali dari piston, baik pada saat maju atau-pun pada saat mundur. Pada saat piston maju input pertama yang berfungsi dan pada saat piston mundur input kedua yang berfungsi.

Prinsip kerja utama dari silinder jenis ini tergantung pada gaya yang diterima oleh piston, yang mana pada saat piston rod maju, tekanan yang masuk adalah supply 1 dan memberikan tekanan pada bagian piston yang ada didalam silinder. Pada saat piston rod mundur, tekanan yang masuk adalah supply 2 dan memberikan tekanan pada bagian piston yang ada dalam silinder dan silinder ini tidak ada perbedaan gaya dalam prinsip kerjanya.

Loading...
loading...
Dua tab berikut mengubah konten di bawah ini.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Artikel Terakhir Dari Abi Royen (lihat semua)

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *