Sistem Instrumentasi, Pengertian, Klasifikasi dan JenisAbi Blog

Sistem Instrumentasi, Pengertian, Klasifikasi dan Jenis

Pengertian Sistem Instrumentasi

Sistem instrumentasi adalah kebutuhan dasar dalam membangun sebuah sistem proses peralatan produksi, berbagai jenis informasi dari sistem instrumentasi memastikan kelengkapan data produksi, sehingga bisa diketahui cara efisiensi yang maksimal, biaya produksi yang bisa ditekan dan yang terpenting adalah kualitas hasil produksi pada akhir sebuah sistem proses.

Informasi yang didapatkan dari sistem instrumentasi adalah beragam, hal ini sesuai dengan kebutuhan sistem data pelaporan, mungkin menggunakan metode pengukuran langsung. Namun sistem proses pada produksi sangatlah kompleks, pengukuran langsung menjadi tidak praktis lagi, perubahan ke pengukuran tidak langsung mungkin harus diterapkan. Cara ini memantau antara kuantitas yang diukur dengan hasil yang dibutuhkan.

Pemantauan tidak langsung sebagian besar menggunakan metode elektronika, perlu diingat bahwa metode elektronika memiliki kelebihan kecepatan yang tinggi, aplikasi dan pengolahan yang sederhana, serta kemudahan integrasi dengan sistem komputer.

Sistem Instrumentasi

Informasi yang di dapat belum tentu adalah nilai langsung hasil pengukuran, artinya nilai menjadi ber-variasi karena terhubung dengan parameter yang lainnya. Menjadi masalah baru dan membutuhkan metode skala yang sesuai. Dengan demikian, satu instrumen mungkin bisa digunakan secara individu pada aplikasi lain.

Klasifikasi Sistem Instrumentasi

Pada penerapan pengukuran di industri, pengukuran menggunakan variabel fisik untuk menentukan satuan aliran dalam unit dinamis. Dengan begitu instrumentasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Aliran (Flow) atau per-variabel

Variabel aliran dapat diukur dari satu titik dalam ruang. Pengukuran variabel aliran bisa diterapkan untuk pengukuran :

  • Kekuatan
  • Momentum
  • Aliran
  • Biaya
  • Arus
  • Volume

2. Trans-variabel

Trans-variabel membutuhkan titik referensi dan titik pengukuran, beberapa pengukuran menggunakan metode ini antara lain adalah :

  • Perpindahan,
  • Velositas (kecepatan)
  • Pressure (tekanan)
  • Temperature (Suhu)
  • Level (Ketinggian)
  • Voltage (tegangan).

Jenis Sistem Instrumentasi

Pada sistem instrumentasi berdasarkan aplikasi industri, secara garis besar sistem instrumentasi dibagi menjadi dua. Yaitu :

  1. Sistem Otomatis. Sistem yang beroperasi tanpa bantuan operator.
  2. Sistem Manual / Analog. Sistem yang beroperasi dengan bantuan operator.

Jika dilihat dari tampilan, desain sistem, instrumentasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Jenis self-operated
  2. Jenis power operated

Yang pasti apapun jenis instrumen yang diterapkan. Membutuhkan beberapa blok dasar sebagai fungsinya. Blok akan digabungkan sebagai kombinasi yang berguna untuk membantu sistem pengukuran dalam merubah (konversi) kondisi proses menjadi kondisi yang sesuai. Blok – blok ini disebut sebagai unit fungsional yang ada pada semua sistem instrumentasi.

Klasifikasi Sistem Instrumentasi

1. Sistem Instrumentasi Analog

Sistem Instrumentasi Analog
Sistem Instrumentasi Analog

Sistem instrumentasi analog di bagi menjadi tiga unit fungsional, yaitu:

a. Bagian Primer (transduser)

Bagian sensing menerima nilai yang diukur dan diubah menjadi sinyal listrik, ada berbagai macam sinyal listrik yang digunakan, yaitu : tegangan, arus, perubahan resistansi, induktansi, kapasitansi.

Jadi transduser adalah peralatan yang merubah nilai yang diterima dari bagian sensing (sensor) menjadi sinyal listrik.

b. Bagian Sekunder (Signal Processing)

Setelah transduser merubah nilai sensing menjadi sinyal listrik, kemudian dimasukkan ke sebuah unit yang disebut sebagai bagian pemrosesan sinyal (signal processing).

Fungsi dari unit ini adalah menguatkan output transduser yang masih lemah kemudian di filter untuk dirubah ke bentuk yang dapat diterima oleh unit output.

Perangkat pada bagian sekunder antara lain adalah : amplifier, filter, konverter analog ke digital dan sebagainya.

c. Bagian terakhir (final)

Bagian final menunjukkan nilai satuan (output satuan). Sinyal yang diterima dari unit sekunder atau signal processing di masukkan ke input dari unit final dan menunjukkan nilai. Unit ini bisa berupa CRO, Komputer digital dan sebagainya.

2. Sistem Instrumentasi Digital

Sistem Instrumentasi Digital
Sistem Instrumentasi Digital

Dalam sistem instrumentasi digital juga menggunakan bagian – bagian sistem analog. Operasi dasar-nya juga termasuk penanganan sinyal analog, membuat pengukuran, mengubah dan menangani data digital. Pemrograman dan kontrol.

Sistem Instrumentasi digital

a. Transduser

Semua parameter input fisik, seperti: suhu, tekanan, perpindahan, kecepatan, percepatan diubah menjadi sinyal listrik proporsional.

b. Unit Penyesuai Sinyal (Signal Condition Unit)

Unit ini bekerja sama seperti pemrosesan sinyal dalam sistem analog, mencakup semua bagian kalibrasi sirkuit balancing.

c. Scanner / Multiplexer

Beberapa sinyal analog yang diterima oleh perangkat ini secara lengkap disediakan untuk alat ukur.

d. Konverter Sinyal (signal converter)

Perangkat ini digunakan untuk merubah sinyal analog menjadi sinyal yang dapat diterima oleh bagian analog ke digital. (analog to digital converter).

e. Konverter Analog ke Digital (Analog to Digital Converter)

Perangkat ini merubah sinyal analog menjadi sinyal digital proporsional. Output dari perangkat ini dimasukkan ke tampilan digital.

f. Peralatan Bantu

Semua sistem pemrograman dan fungsi pengolahan data digital yang dilakukan oleh unit ini memerlukan peralatan tambahan, mungkin berupa komputer atau perangkat instrumen lain. Beberapa fungsi termasuk linearzing dan perbandingan batas.

g. Perekam Digital (Digital Recorder)

Beberapa sistem menggunakan CRO atau Komputer untuk perekaman digital.

tomtop.com INT
Loading...
loading...

Buat Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *