Sistem Pendukung Hidrogen Pada Generator

Sistem Pendukung Hidrogen Pada Generator – Sistem pendingin hidrogen memang sudah teruji dan sangat baik untuk digunakan. Namun ada satu kelemahan hidrogen yaitu gas ini sangat mudah terbakar. Dengan fakta bahwa hidrogen mudah terbakar tentunya terdapat pengelolaan khusus agar tidak berbahaya. Sistem pendukung untuk mengelola hidrogen inilah yang akan kita bahas dalam postingan ini.

Baca Juga :  Jenis Kabel Listrik Beserta Fungsinya
sistem-pendukung-hidrogen-pada-generator
Sistem pendukung hidrogen pada generator

Sistem Pendukung Hidrogen Pada Generator

Sistem Supply Hidrogen

Yang pertama adalah sistem yang bernama supply hidrogen yang mempunyai fungsi sebagai jalur untuk memasukkan hidrogen kedalam generator ketika melakukan pengisian awal, dan juga untuk menjaga tekanan hidrogen di dalam generator agar selalu berada di atas nilai yang sudah ditentukan sebelumnya.

Ketika pengisian awal generator masih berisikan udara padahal sejatinya hidrogen dilarang bersatu dengan udara. Maka digunakanlah gas inert yang mempunyai fungsi untuk menghilangkan udara didalam generator sebelum memasukkan hidrogen ke dalamnya. Hal yang sama juga dilakukan ketika proses pembuangan gas hidrogen, yaitu dengan memasukkan gas inert ketika hidrogen masih di dalam generator sebelum udara dimasukkan.

Gas inert yang paling umum digunakan adalah gas karbondioksiada. Proses mengusir gas didalam generator ini biasa disebut dengan gassing degassing. Untuk mendukung proses tersebut maka generator harus dilengkapi dengan purity meter yang dapat membaca gas hidrogen di dalam udara, dan juga untuk membaca gas karbon dioksida didalam udara.

Saat generator sedang memproduksi listrik, sistem supply hidrogen ini masih digunakan untuk menjaga besaran dari tekanan hidrogen agar berada pada angka yang seharusnya. Besaran tekanan hidrogen dalam generator sangatlah penting keberadaannya, karena berhubungan langsung dengan kurva kapabilitas generator. Penurunan tekanan pada hidrogen di dalam generator akan berakibat pada menggesernya kurva menjadi berukuran lebih kecil. Berarti ketika tekanan hidrogen menurun kemampuan generator dalam memproduksi listrik juga ikut menurun.

Komponen dalam sistem supply hidrogen adalah purity meter seperti yang sudah ditulis diatas yang mempunyai tugas untuk menghitung persentase kandungan gas didalamnya. Ketika generator memproduksi listrik maka purity meter bertugas untuk memonitor kemurnian hidrogen. Untuk meningkatkan kemurnian hidrogen, perlu melakukan injeksi hidrogen dalam jumlah lebih diikuti dengan proses pembuangan. Untuk mendapatkan purity yang lebih baik maka proses tadi bisa dilakukan hingga beberapa kali.

Sistem Seal Oil

Terdapat satu lokasi yang memungkinkan terjadi kebocoran hidrogen pada generator yakni pada sisi kontak antara stator dengan shaft generator yang dihuni oleh komponen bearing. Untuk mengatasi hal tersebut tentunya dibutuhkan sistem yang dinamai seal oil system agar mencegah hidrogen tidak bocor dari celah sempit ke atmosfer.

Caranya adalah dengan menginjeksi oli khusus dengan tekanan yang lebih besar dari pada tekanan hidrogen ke bagian ujung poros sisi turbine end dan exciter end. Oli tersebut dipompa terus menerus ke celah tertentu agar hidrogen tidak memiliki celah sedikitpun untuk bocor keluar. Terdapat juga sebuah proteksi apabila terjadi kegagalan pada sistem ini, yaitu dengan matinya sistem turbin generator secara otomatis.

Sistem Dryer Hidrogen

Air dan kelembaban adalah salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kemurnian hidrogen. Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai potensi berbahaya. Dengan adanya kemungkinan berbahaya ini maka terciptalah sebuah sistem pengering yang bertujuan untuk menjaga agar hidrogen selalu bersih dari kontaminasi air.

Sistem pengering ini biasanya menggunakan dua tabung berisi zat dessicant yang nantinya akan bekerja secara bergantian. Tabung yang satu berfungsi untuk menyerap kelembaban hidrogen yang mengalir melalui tabung sedangkan yang lain sedang mengalami proses regenerasi dengan mengalirkan udara panas ke dalamnya.

Komponen pelengkap seperti dryer hidrogen seperti blower, heater dan soleneoid valve mempunyai fungsi untuk mendukung proses regenerasi dessicant. Proses ini terjadi secara otomatis dan tentunya memastikan proses penyerapan kelembaban pada hidrogen dapat berjalan secara terus menerus.

Itulah beberapa sistem pendukung hidrogen pada generator untuk pendinginan. Semoga dapat bermanfaat.

Loading...
loading...
The following two tabs change content below.
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *