Sistem sumber daya listrik Bandara Sepinggan

Diposting pada

A. TUJUAN

1.  Untuk memberikan panduan mendasar dalam pelaksanaan perawatan Instalasi Listrik ( Sub Instalasi Daya Listrik Paket 1) Bandara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur.
2. Untuk memberikan pemahaman yang sama dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul selama masa pemakaian Instalasi Daya utama seperti tertera pada pekerjaan Instalasi Daya Utama Listrik Paket 1.

3.  Untuk memberikan pedoman dasar dalam meng- aplikasikan beberapa kemungkinan tambahan pada  Daya Listrik yang telah terinstall .
4.   Untuk menindaklanjuti pengamanan Instalasi Listrik terinstall yang berhubungan dengan rencana pekerjaan lanjutan yang berhubungan dengan area area terkait,
5.   Untuk memberikan pemahaman yang sama mengenai lokasi lokasi perangkat listrik pendukung, akses kabel, dan perhitungan pembagian daya utama.

B. RUANG LINGKUP

  1. Sistem Daya Listrik PLN,
  2. Sistem Daya Listrik Generator Set,
  3. Sistem Distribusi Daya.

C. DESKRIPSI

1.   Perawatan rutin, Perawatan rutin dilakukan secara berkala, sesuai dengan panduan manual masing masing perangkat  listrik terpasang.
2.   Perbaikan, Perbaikan hanya dilakukan terhadap instalasi listrik yang rusak.

D. ELEMEN

1Perencanaan dan persiapan pemeliharaan.

  • Memastikan instruksi yang diterima dapat dilaksanakan,
  • Persiapan gambar satu garis instalasi sistem distribusi daya listrik dan dokumen pemasangan yang sesuai dengan point standar operating prosedur,
  • Rencana kerja di susun dengan tepat dan akurat agar telaksana sesuai dengan point standar operating prosedur,
  • Persiapan alat kerja , alat pendukung kerja yang sesuai dengan point pekerjaan yang akan dilakukan,
  • Persiapan K3 sesuai standar yang berlaku,

2. Pemeliharaan dan perbaikkan instalasi listrik

  • Penyambungan dan terminasi kabel dengan bagian lain diperiksa sesuai gambar dan dokumen pemasangan,
  • Pemasangan peralatan sesuai instruksi manual peralatan yang diperbaiki dengan acuan point standar operating prosedur,
  • Perlengkapan utama dan pelengkap diperiksa kelayakannya sesuai dokumen dan point Standar Operating Prosedur,
  • Pemberian tegangan pada instalasi dilaksanakan sesuai point Standar Operating Prosedur.
  • Pengoperasian perangkat perangkat sesuai dengan pedoman Standard Operating Procedure dan acuan dari manual operating masing masing perangkat.

3. Memeriksa pemeliharaan dan perbaikan

  • Memeriksa putaran Phase R , S dan T, dengan alat putaran phase, sesuai instruksi manual dan point Standar Operating Prosedur,
  • Pengukuran beban PHB untuk masing – masing jurusan instalasi dan percabangan sesuai gambar satu garis pemasangan dan point Standar Operating Prosedur,
  • Penyimpangan nilai operasi yang terjadi di identifikasi,
  • Penyimpangan yang terjadi ditetapkan alternatif pemecahannya dan dirujukkan pada gambar satu garis pemasangan dengan panduan point Standar Operating Prosedur mengacu pada Manual Operating masing masing perangkat,
  • Pembuatan laporan sangat diperlukan untuk meng identifikasi kesalahan pada pekerjaan perbaikan dan perawatan lanjutan.
  • Berita acara pemeliharaan dan perbaikan dibuat untuk pertanggungjawaban penanganan  sesuai standar yang berlaku di gedung.

E. GARIS BESAR

  Secara teknik pengadaan Subber daya dan distribusi daya Bandara Sepinggan adalah sebagai berikut  ( Dalam urutan:
  1.  Sumber daya Listrik PLN jaringan luar mensupply masuk melalui MVMDP/ Cubicle PLN. Sebagai kontrol daya dan penghitungan pembayaran tagihan dari PLN.
  2. Diteruskan ke MVMDP/ Cubicle Pelanggan ( PT. Angkasa Pura,  Bandara Sepinggan) sebagai kontrol pelanggan.
  3. Dari MVMDP Pelanggan, tegangan harus di turunkan dengan Transformator Step Down dari tegangan 20KV ( tegangan Transmisi/tegangan menengah) menjadi tegangan 415Volt ( Tegangan kerja/ tegangan aman/ tegangan rendah).
  4. Output Transformator Step Down kemudian di atur oleh Panel ATS sebagai panel kontrol  pemilihan alternatif daya yang di butuhkan. Dengan standard pengamanan sistem sambungan tertentu yang tertanam sesuai standard teknik yang berlaku ( yang di inginkan pelanggan/ operator).
  5. Di garis besar lain sumber daya alternatif kedua yaitu Generator Set siap ( Genset) melayani kebutuhan daya yang di butuhkan sewakt- waktu ( BackUp) , apabila terjadi gangguan listrik dari PLN.
  6. Panel Genset/ Panel Sinkron bertugas menggabungkan beberapa Generator Set dalam pengaturan tertentu untuk bersama sama mensupply kebutuhan daya melalui panel pengaturan panel ATS, dimana kedua daya siap di atur di dalam panel ATS.
  7. Daya yang di hasilkan panel ATS sebagai keluaran/ output akan di atur pembagiannya ke sub panel lanjutan oleh LVMDP.
  8. Dari LVMDP daya di masukkan ke Panel TAP PTR 1 melalui Sub P-L1 B ( pembahasan di persempit untuk sub pekerjaan Paket 1).
  9. Panel PTR1 tersupply daya melalui panel TAP PTR 1 ( 1600A) dari P-L1B LVMDP.
  10. Dari LVMDP juga, daya di masukkan ke Panel TR 2 melalui Sub P-2 ( pembahasan di persempit untuk Sub pekerjaan Paket 1).
  11. Panel PTR 2 tersupply daya dari panel TAP PTR 1(1000A) dari P-L2 LVMDP.
  12. Panel PTR 2 merupakan panel pembagi ke arah:
  • Panel SDP Appron Service ( di bahas dalam SOP Instalasi dan sistem listrik Gedung Appron Service).
  • Panel SDP Satker ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung satker),
  • Panel SDP Shelter ( dibahas dalam SOP Instalasi dan sistem Listrik Gedung Shelter),
  • Panel P-PJU ( future),
  • Panel SDP AFL,
  • Panel SDP AFL ( future),
  • Panel SDP AFL ( future).
  13Sementara Panel PTR 1 membagi dan mensuply daya ke Sub Panel sbb. :
  • Transformator Step Up di Sub Station 2 di gardu T 5,
  • Panel SDP Empu ( dibahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Empu),
  • Panel SDP Administrasi ( dibahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Administrasi ),
  • Panel SDP Air Line ( dibahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Air Line),
  • Panel LP- Sub stationT5.
  14. Daya masuk / Input ke gulungan primer dengan tegangan 415 Volt akan di naikkan oleh Transformator Step Up menjadi tegangan 20 KV untuk di transmisikan ke MVMDP Sub Station 6 di Gardu T6 yang sebelumnya di atur oleh Panel MVMDP Sub Station 2 di Gardu T5.
  15. Keuntungan dari transmisi dengan tegangan menengah adalah meminimalis kehilangan arus dan memperkecil penampang kabel dalam jarak yang jauh.
  16. Sebelum di transmisikan, terlebih dahulu dikontrol dengan Panel tegangan menengah (MVMDP) untuk alasan teknis pengoperasian dan keamanan jaringan Under Ground sepanjang kabel pengantar sampai di Panel MVMDP Sub Station 6 gardu T6.
  17. Panel MVMDP Sub Station 6 Gardu T6 bertugas mengontrol tegangan menengah dari MVMDP Sub Station 2 di gardu T2 sebelum masuk ke Transformator Step Down di Gardu T6.
  18. Transformator gardu T6 menurunkan tegangan dari 20 KV ( tegangan menengah/ tegangan transmisi) menjadi tegangan 415Volt ( tegangan rendah/ tegangan kerja) dan mensupply ke Panel PTR 3 di Gardu T6.
  19. Panel PTR 3 di Gardu T6 merupakan Panel tegangan rendah , yang mengatur pembagian daya ke arah sbb.:
  • SDP Cargo ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem listrik Gedung cargo),
  • SDP Hanggar ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Hanggar),
  • Panel P-PJU ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik External),
  • Panel Pompa Sumpit ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Listrik External) ,
  • Panel Blower Biotech ( di bahas dalam SOP Instalasi dan Sistem Plumbing).

F. POINT – POINT PEKERJAAN

   1. Sistem Daya Listrik PLN        

         1. Deskripsi
   Hingga saat  ini daya listrik PLN merupakan alternatif utama untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di kawasan Bandara Sepinggan , daya listrik PLN di sediakan oleh sebuah badan usaha milik negara yaitu PT. Perusahaan Listrik Negara Persero.
         2. Spesifikasi
    • Tegangan Input           : 20 Kvolt,
    • Phase Input                : 3 Phase,
    • Tegangan Out put        : 415 Volt,
    • Phase Output              : 3 Phase,
    • Daya                   : 3.465 KVA ( 11.225 KVA masih dalam rencana mengingat  penambahan Infrastruktur Bandara Sepinggan),
    • Frekwensi                    : 50 Hertz.
        3. Fungsi, 

   Fungsi secara umum adalah memenuhi kebutuhan daya semua Gedung dan infrastruktur pendukung di Kawasan Bandara Sepinggan.                    4. Pengoperasian

   Pengoperasian disini berhubungan langsung dengan penjelasan – penjelasan lain dalam point point Standard Operasional Procedure yang berhubungan dengan sistem terkait, dapat terbagi sebagai berikut:

  • Pengoperasian MVMDP/ Cubicle utama PLN ( Gardu PLN),
   Pengoperasian MVMDP/ Cubicle PLN adalah hak pengoperasiannya ada pada pihak yang berwenang ( PLN) tapi dapat di jelaskan sbb:

         1. Deskripsi,

    MVMDP PLN adalah kependekan dari Medium Voltage Main Distribution Panel Perusahaan Listrik Negara, yaitu Panel Distribusi utama yang bekerja pada tegangan menengah, hak dan wewenang berada di tangan PLN dengan menempatkan Gardu Khusus di area Power House.
         2. Spesifikasi
    • Tegangan Input     : 20KV (MV)
    • Daya Input             :
    • Phase Input          : 3 Phase
    • Daya Output          : 3.465KVA ( saat ini dan di rencanakan penambahan daya hingga 11.225KVA)
    • Frekwensi              : 50 Hertz
          3. Fungsi
   Fungsi utama dari MVMDP PLN adalah menerima supply daya dari jaringan PLN ( luar) dengan penghitung daya ( KWH) yang di tanamkan untuk mengetahui beban biaya yang harus di bayarkan pelanggan ( PT AP) , yang selanjutnya akan di Supply ke MVMDP Pelanggan.
          4. Pembahasan pengoperasian
    • Memastikan pemasangan Fuse pada jaringan luar bekerja dengan baik,
    • Sebelum memasukkan Supply Power dari jaringan PLN ( Pemasangan Fuse Utama), pastikan pada In Coming MVMDP PLN pada posisi non Arde/ tidak ter- bumikan,
    • Pada posisi power In Coming sudah siap masukkan Power dari Jaringan luar,
    • Periksa lampu indicator pada In Coming sebagai tanda power sudah masuk ke bagian In Coming,
    • Pastikan pada Out Going handle pada posisi non- Arde/ tidak ter- bumikan,
    • Putar Handle ON pada In Coming ACB dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
    • Periksa lampu Indicator pada Out Going sebagai tanda Power sudah masuk di bagian Out Going,
    • Setelah memastikan Terminasi Kabel kabel power ke Panel lanjutan/ MVMDP Pelanggan sudah tidak bermasalah putar handle Out Going pada posisi ON. Dengan cara yang sama yaitu: dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
    • Catatan: Pastikan pada In Coming MVMDP Pelangan tidak pada posisi terbumikan pada saat mengoperasikan Out Going MVMDP PLN.
         5.Syarat Pengoperasian
    • Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle,
    • Memahami sistem pengkabelan panel,
    • Memahami sistem pengamanan panel,
    • Memahami sistem kontrol panel,
    • Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan.
         6. Lain lain
    • Pastikan Fungsi pemanas udara di dalam panel bekerja dengan baik , hal ini untuk menghindari kandungan air di udara/ kelembaban yang berlebihan dalam terminasi panel yang akan mengakibatkan loncatan arus antar Phase,
    • Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
    • Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan       
        7. Mengatasi Masalah
           Tidak ada power keluar dari MVMDP  
    • Periksa tegangan masuk pada Out Going dengan melihat lampu indicator,
    •  Bila tidak menyala periksa pada In Coming dengan melihat lampu indicator,
    • Buka penutup panel di atas Out Going dan pastikan terminasi kabel kabel di dalamnya bekerja dengan baik, bila perlu lakukan simulasi ulang pada sistem, Bila pada In Coming tidak menyala periksa Fuse jaringan luar,
    • Bila pada langkah i;ii;iii, tidak bermasalah maka : putar posisi OFF pada In Coming,
    • Putar posisi ter- Arde pada Out Going
    • Buka penutup Panel Out Going,
    • Periksa Fuse/ Sekering berjumlah tiga buah dan ganti bila putus,
    • Lakukan langkah pengoperasian (iv) kembali, bila belum terjadi reaksi yang di harapkan kembali lakukan langkah iv;v;lalu: periksa sistem kontrol kontrol sistem,
    • Untuk pengamanan, hal ini memerlukan teknisi yang benar benar memahami sistem kontrol,
    • Bila masalah belum terselesaikan hubungi Perusahaan penyedia panel.
    • Hak dan tanggung jawab MVMDP PLN adalah pada pihak PLN sendiri , penjelasan tersebut merupakan penjelasan teknis. 
  • Pengoperasian MVMDP/ Cubicle lanjutan / pelanggan ( Power House)
            1. Deskripsi, 
MVMDP / Cubicle lanjutan/ pelanggan sama dengan MVMDP PLN, perbedaan hanya pada hak dan tanggung jawab, untuk MVMDP pelanggan , pelanggan bisa mengoperasikan sendiri Panel tersebut untuk mengontrol penyediaan daya  dengan aturan tertentu yang di berikan PLN secara teknis dan hukum.
             2. Spesifikasi
    • Tegangan Input     : 20KV (MV)
    •  Input             : 3.465KVA ( saat ini dan di rencanakan penambahan daya hingga 11.225KVA)
    • Phase Input           : 3 Phase
    • Daya Output          : 3.465KVA ( saat ini dan di rencanakan penambahan daya hingga 11.225KVA)
    • Frekwensi              : 50 Hertz
          3. Fungsi, 
Fungsi utama dari MVMDP Pelanggan adalah menerima supply daya dari MVMDP PLN di Gardu PLN  , yang selanjutnya akan di Supply ke Transformator Step Down Pelanggan.
          4. Pembahasan pengoperasian
    • Sebelum memasukkan Supply Power dari MVMDP PLN, pastikan pada In Coming MVMDP Pelanggan pada posisi non Arde/ tidak ter- bumikan,
    • Pada posisi power In Coming sudah siap masukkan Power dari MVMDP PLN ,
    • Periksa lampu indicator pada In Coming sebagai tanda power sudah masuk ke bagian In Coming,
    • Pastikan pada Out Going handle pada posisi non- Arde/ tidak ter- bumikan,
    • Putar Handle ON pada In Coming ACB MVMDP Pelanggan dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau, kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
    • Periksa lampu Indicator pada Out Going sebagai tanda Power sudah masuk di bagian Out Going,
    • Setelah memastikanTerminasi Kabel kabel power dan kabel kabel kontrol pada Transformator tegangan menengah sudah tidak bermasalah putar handle Out Going pada posisi ON. Dengan cara yang sama yaitu: dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON( menjadi posisi “Close”).
        5. Syarat pengoperasian
    • Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle,
    •  Memahami sistem pengkabelan panel,
    • Memahami sistem pengamanan panel,
    • Memahami sistem kontrol panel,
    • Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan.
         6. Lain lain
    • Pastikan Fungsi pemanas udara di dalam panel bekerja dengan baik , hal ini untuk menghindari kandungan air di udara/ kelembaban yang berlebihan dalam terminasi panel yang akan mengakibatkan loncatan arus antar Phase,
    • Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
    • Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan.
          7. Mengatasi masalah
              Tidak ada power keluar dari MVMDP Pelanggan 
    • Periksa tegangan masuk pada Out Going dengan melihat lampu indicator,
    • Bila tidak menyala periksa pada In Coming dengan melihat lampu indicator,
    • Buka penutup panel di atas Out Going dan pastikan terminasi kabel kabel di dalamnya bekerja dengan baik, bila perlu lakukan simulasi ulang pada sistem Bila pada In Coming tidak menyala periksa Out Going MVMDP PLN ( hal ini tentunya harus ber koordinasi dengan PLN)
    • Bila pada langkah i;ii;iii, tidak bermasalah maka : putar posisi OFF pada In Coming,
    • Putar posisi ter- Arde pada Out Going
    • Buka penutup Panel Out Going,
    • Periksa Fuse/ Sekering berjumlah tiga buah dan ganti bila putus,
    • Lakukan langkah pengoperasian (iv) kembali, bila belum terjadi reaksi yang di harapkan kembali lakukan langkah vi; v; lalu: periksa sistem kontrol kontrol dan instalasi pengkabelan ke arah Transformator,
    • Untuk pengamanan, hal ini memerlukan teknisi yang benar benar memahami sistem kontrol,
    •  Bila masalah belum terselesaikan hubungi Perusahaan penyedia panel.
  • Pengoperasian Transformator Step Down Utama
        1. Deskripsi, Transformator adalah alat untuk menurunkan atau menaikkan tegangan.
        2. Fungsi, Menurunkan tegangan  Supply dari Panel MVMDP dalam nilai seperti pada spesifikasi di bawah menjadi tegangan kerja ( 380 Volt) dan kemudian mendistribusikan ke panel ATS.
        3. Spesifikasi
    • Tegangan Primer                  : 20KV
    • Tegangan Sekunder             : 380V
    • Phase Input                           : 3 Phase non Neutral ( 3 kutub)
    • Phase Output                        : 3 Phase + Neutral9 4 kutub)
    • Daya                                       : 3.465KVA
    • Frekwensi                              : 50 Hertz
    • Merk                                      :
         4. Pengoperasian
    • Pengoperasian Transformator berhubungan langsung dengan pengoperasian Panel MVMDP Pelanggan,
    • Masalah yang sering muncul adalah Phase yang tidak sesuai atau arah putaran yang tidak sesuai hal ini bisa diperbaiki dengan menukar Power In Put/ Sekunder antara Phase R dan T dengan menukar tempat,
    • Sebelum pengoperasian cukup dilakukan pemeriksaan kontrol kontrol yang ter tanam dalam trafo berfungsi dengan baik  serta level oli pendingin didalam trafo masih memenuhi standar yang ditentukan sesuai pada manual operasional book nya. (  bila sistem pengaman berjalan normal maka secara otomatis Transformator dengan MVMDP pelanggan tidak akan bekerja bila level oli pendingin di bawah ukuran yang di syaratkan),
    • Periksa pada In Coming ATS agar pada posisi OFF hal ini menghindari pemberian beban yang tiba tiba kepada Transformator pada pengoperasian awal dan untuk pengoperasian lanjutan pada keadaan normal hal itu sudah secara otomatis terjadi prosesnya ( sistem motorized). Dan agar ada pengamanan pada Instalasi Panel panel lanjutan , antisipasi kelebihan tegangan yang mungkin terjadi.
         5. Lain- lain
    • Pastikan pemberian pengaman luar Transformator, misalnya pemberian pagar pelindung agar hanya orang orang tertentu yang bisa memiliki akses masuk,
    • Pastikan pergantian udara didalam ruang Transformator berjalan dengan baik,
    • Selalu beri tanda peringatan bahwa area disekitar Transformator berbahaya.
         6. Mengatasi masalah, Tidak ada power keluar dari Trafo   Pada prinsipnya ketidak adaan power keluar pada Transformator berhubungan langsung dalam point mengatasi masalah pada Panel MVMDP sub Tidak ada power keluar dari MVMDP. Jika pada point Mengatasi masalah pada Panel MVMDP ( tidak ada power keluar dari MVMDP) terpenuhi, maka bisa dipastikan Gulungan Primer ataupun Sekunder Transformator mengalami masalah/ putus. Dengan deteksi awal sbb.:
    • Lakukan pemberian power pada Transformator/ seperti langkah yang sudah diterangkan diatas,
    • Secara kasat mata Transformator akan sedikit mengeluarkan getaran/ bunyi braming( haming) hal ini terjadi karena proses induktansi pada kumparannya.
    • Jika hal itu  tidak terjadi sudah di pastikan Kumparan Primer  putus. Untuk hal ini hubungi penyedia layanan Transformator terkait,
    • Jika pada pemasukkan power pada kumparan primer berjalan normal ( terdengar suara haming / braming , akan tetapi tidak ada power yang keluar dari Transformator , sudah dipastikan kumparan skunder mengalami putus,
    • Cat,: Kumparan Transformator bisa putus hanya satu phase dan biasanya pada panel lanjutan( ATS) tertanam pengaman akan hal itu yang fungsinya power tidak akan bisa masuk In Coming jika hanya membawa 2 atau 1 Phase saja.
  • Pengoperasian LVMDP ( Power House) * Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian Panel TR1 ( Power House)(*Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian Panel TR2 ( Power House)* Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian Transformator Sub Station 2 ( Gardu T5) )* Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian MVMDP/ Cubicle Sub Station 2 ( Gardu T5) )* Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian MVMDP/ Cubicle Sub Station 6 ( gardu T6)* Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian Transformator Step Down Sub Station 6 ( Gardu T6) )* Pembahasan pada sistem distribusi daya*
  • Pengoperasian Panel TR3 ( Gardu T6) )* Pembahasan pada sistem distribusi daya*

2. Sistem Daya Listrik Generator Set

    1). Deskripsi
   Generator Set ( Gen Set) adalah sumber daya listrik alternatif di mana di butuhkan pada saat ketersediaan daya listrik dari PLN mengalami gangguan yang bisa di sebabkan banyak faktor, Operator pelanggan bisa mengoperasikan sendiri Generator Set ( Gen Set) tersebut untuk mengontrol penyediaan daya  dengan aturan sistem yang berlaku( pada pembahasan panel ATS.
     2). Spesifikasi
    • Tegangan Input     : Tidak ada tegangan input ( namun biasanya ada tegangan kontrol 220 Volt dari PLN dan tegangan 24 Volt dari Battery).o   Phase input           : 1 Phaseo   Tegangan Output : 380 Vo   Phase Output        : 3 Phaseo   Daya Output          :
    • Genset 1: 1000KVA
    • Genset 2: 1000KVA
    • Genset 3: 1000KVA
    • Total Daya Genset: 3000KVA
    • Frekwensi              : 50 Hertz
     3). Fungsi
  • Fungsi Umum:   Fungsi utama dari Generator Set  adalah sebagai sumber daya listrik kedua setelah sumber daya listrik dari PLN.o    Fungsi Teknis:
   Suatu alat yang bisa menghasilkan energi listrik dengan merubah tenaga gerak( putar/rotary) menjadi tenaga listrik)o    Fungsi khusus: Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di kawasan Bandara Sepinggan bila terjadi gangguan listrik dari PLN.
    4). Pembahasan pengoperasian
    • Sebelum memulai pengoperasian Generator Set pastikan persiapan pendukung seperti bahan bakar , keamanan sambungan dll, telah siap. Pada hal ini termasuk dalam sistem pengamanan teknis 
    • Pengoperasian Generator Set berhubungan langsung dengan sistem yang ada di panel Sincronize ( Panel penyinkron).
    • Panel Syncronize adalah panel yang menerapkan sistem penggabungan beberapa Generator Set dengan ketentuan ketentuan teknis tertentu misalnya: Penyamaan besaran tegangan ( Voltage rate), Penyamaan frekwensi ( Frekwency rate). Prossesing di atas merupakan proses sinkronisasi.
    • Penentuan pemakaian Unit Generator Set secara otomatis tentunya berhubungan langsung dengan penanaman sistem di dalam modul Panel Syncron.
    • Pengoperasian Generator  Set terbagi menjadi dua yaitu:
      • Pengoperasian Manual, Pengoperasian manual biasanya di lakukan pada saat perawatan, dengan tujuan agar sirkulasi bahan bakar dan oli selalu terjaga untuk Generator Set yang cukup lama tidak beroperasi yang tentunya ketersediaan daya dari PLN tidak bermasalah. Langkah- langkah sbb.:
        • Posisi off pada Breaker/ MCCB utama Generator Set,
        • Posisi manual pada kontrol kabinet Panel syncron,
        • Posisi Off pada Out Going Panel Syncron( sebagai 2nd safety),
        • Starting Generator set dari Display Control Kabinet panel Syncron.
    • Pengoperasian Otomatis, Pengoperasian Otomatis akan terjadi apabila sumber daya dari PLN terganggu/ putus. Langkah Teknisnya sbb.:
  1. PLN OFF akan memicu perintah ke kontrol Panel ATS / Automatic Loading Transfer Switch( akan di bahas tersendiri) bisa di sebut AMF atau PKG( pada level simple).
  2. Sistem kontrol panel ATS memerintahkan ke Panel Syncron untuk men start Generator Setnya ( Generator Set Main Starting),
  3. Jika persiapan daya yang di hasilkan pada Generator Set sudah terpenuhi maka pada  In Coming Gen Set Main Starting di Panel Syncron akan menutup (“close”) sesuai settingan waktu yang di tentukan. ( Setting waktu disini kebutuhan waktu yang di perlukan untuk persiapan Generator Set).
  4. Daya yang sudah masuk akan melaporkan ke Panel ATS melalui kabel kontrol interkoneksi untuk menutup ACB In Coming Gen Set  di panel ATS.
  5. Daya akan mengalir ke jaringan melalui panel panel lanjutan.
  6. Selanjutnya Panel Syncron akan membaca kebutuhan daya yang di perlukan , tentunya menyimpulkan bahwa daya pertama yang di hasilkan dari Generator Set Main starting mencukupi atau tidak,
  7. Jika ternyata kebutuhan daya tidak mencukupi , sistem kontrol akan memerintahkan Generator Set kedua untuk starting dan mulailah proses syncronisasi. Yaitu Generator Set kedua akan menyamakan tegangan ( Voltage) , dan Frekwensi listrik yang di hasilkan sama persis dengan yang di hasilkan oleh Generator Set Main Starting.
  8. Terpenuhinya proses penyamaan itu akan menggabungkan kutub kutub keluaran Gen Set menjadi satu ( tertutupnya/ “ Closing” ACB In Coming Gen Set 2) dan teradilah penambahan daya yanga di perlukan.
  9. Proses proses tersebut ditanamkan / di programkan pada Modul Microcontroler melalui sebuah soft ware,Untuk pemenuhan daya selanjutnya/ bila terjadi kekurangan terjadilah proses yang sama sesuai jumlah Generator Set.
    •  Panel panel pendukung Gen Set
  1. Panel Syncron, Panel penggabung beberapa Generator Set, bisa di namakan Panel Genset/ Panel AMF
  2. Panel ATS, Panel penentu antara pemilihan sumber daya dari PLN atau Generator Set, dengan sistem pengaman automatic.
  3. Untuk Satu Generator Set tidak memerlukan Panel Genset/ Syncron. ( Di bahas pada Sistem Distribusi daya).

3. Sistem Distribusi Daya

     Sistem Distribusi daya terbagi menjadi:
  1. Sistem Panel panel Distribusi
    1. Panel ATS
    • Deskripsi, ATS adalah kependekan dari Automatic loading Transfer Switch Seperti yang sudah di jelaskan di atas Panel ATS sebagai penentu/ pemilih sumber daya dari PLN atau Generator Set secara Manual dan penentu Generator Set sebagai alternatif sumber daya kedua apabila sumber daya PLN mengalami gangguan/putus secara otomatis. Dengan dilengkapi sistem kontrol pengaman sesuai ketentuan.
      • Spesifikasi
        • Daya Input
        1. Daya Input PLN                 : 3.465KVA
        2. Daya Input Generator Set ( melalui Panel Sinkron/ Panel Genset),                :
      • Tegangan Input
          1. Tegangan Input PLN       : 380 Volt
          2. Tegangan Input Genset                : 380 Volt
      • Phase Input
          1. Phase input PLN               : 3 Phase
          2. Phase Input Genset        : 3 Phase
          3. Phase Input control dari Panel Genset 1 Phase
        • Daya Output                                      : 3.465KVA
        • Frekwensi                                           : 50~60 Hertz
      • Fungsi, Seperti yang sudah di jelaskan di atas Panel ATS sebagai penentu/ pemilih sumber daya dari PLN atau Generator Set secara Manual dan penentu Generator Set sebagai alternatif sumber daya kedua apabila sumber daya PLN mengalami gangguan/putus secara otomatis. Dengan dilengkapi sistem kontrol pengaman sesuai ketentuan. Menerima dua catu daya yaitu dari PLN dan Genset dan di supply kembali ke Panel LVMDP.
      • Operasional, Operasional Panel ATS terbagi menjadi dua yaitu:
  1. Operasional manual, Operasional manual jarang di lakukan pada panel ATS, Langkah teknis operasional manual adalah sbb.:
    •  Putar posisi Selector pada posisi manual
    • Tekan Push Button ON terpilih ( PLN/ Genset)
    • Pada operasional manual di panel ATS untuk pemilihan PLN dapat di proses langsung, sehingga Daya PLN akan langsung masuk, akan tetapi pada pemilihan daya Genset hal ini berhubungan dengan sistem yang berlaku di panel Genset.
    • Daya siap di Distribusikan.
    1. Operasional auto, Operasional auto akan di gunakan sebagai alternatif pertama  karena menyangkut pada sistem yang berkesinambungan tanpa perintah dari pengguna/ operator. Langkah operasionalnya sbb.:
    • Putar posisi Auto pada selector,
    • PLN akan otomatis masuk/ menutup (‘closing’) sebagai alternatif pertama,
    • Jika PLN mengalami gangguan / putus secara otomatis ACB Incoming PLN akan terbuka/”open” dan bersamaan dengan memerintahkan Panel Genset untuk menstarting Generator Set,
    • Dalam beberapa saat ACB Incoming Genset akan menutup/”close”,
    • Daya siap di gunakan setelah proses proses tersebut diatas.
      • Lain lain
  1. Di dalam panel ATS tertanam sistem pengaman di mana ACB kedua Input  di Incoming PLN dan In Coming Genset tidak bisa tertutup bersama.
  2. Panel ATS di lengkapi dengan display pembaca tegangan ( Voltage), arus ( Ampere) dan KWH.
  3. Sebelum melakukan pengoperasian harus mengetahui prinsip kerja dari sistem ATS ( Automatic Transfer Switch) yaitu sbb, Sistem ATS adalah sistem yang mengatur pemindahan/ pemilihan secara otomatis  power input dari dua power yang berbeda asal di sebuah panel.
  4. Terdiri dari dua sistem motorized ( Contactor yang bekerjanya dengan putaran motor yang terhubung dengan kontrol)
  5. Memiliki dua pilihan manual atau auto.
      • Pengoperasian manual.
  1. Posisikan Selector pada posisi manual untuk kedua pilihan input ( disini ada Genset dan PLN)
  2. Tekan Push Button Run pada pilihan ( PLN atau Genset)
  3. Pada pilihan tentunya power yang sudah tersiapkan yaitu PLN ataupun Genset, karena pada kontrol panel membutuhkan power untuk bekerja.
  4. Secara automatic sistem motorized akan bekerja.
      • Pengoperasian Otomatis
  1. Posisikan selector pada posisi auto,
  2. Jika auto hanya pada sub PLN maka khusus untuk memasukkan power dari PLN bekerja secara otomatis tanpa power cadangan dari Genset,
  3. Jika auto hanya pada sub Genset maka khusus untuk memasukkan power dari Genset dalam hal ini berhubungan dengan panel PKG.
  4. Jika auto pada kedua dua nya maka Power utama adalah dari PLN, jika power PLN OFF maka secara otomatis sistem ATS akan memberikan perintah ke Panel Panel sinkron /PKG ( Panel Kontrol Genset) untuk memulai starting Genset, jika power sudah siap akan secara otomatis masuk menggantikan power PLN.
  1.  Panel LVMDP
  • Deskripsi, LVMDP adalah kependekan dari Low Voltage Main Distribution Panel yaitu Panel pembagi utama yang bekerja pada tegangan rendah.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input                     : 380Volt
    • Daya Input                             : 3,465KV
    • Phase Input                           : 3 Phase
    • Tegangan Output                 :380Volt
    • Phase Output                        : 3 Phase
    • Daya Output                          : Variasi
    • Frekwensi                              : 50 Hertz
    • Merk                                      :
  • Fungsi
    • Menerima supply dari Panel ATS dan di distribusikan  ke panel panel lanjutan ( PTR )
    • Sebagai pembagi utama daya listrik yang di butuhkan di kawasan Bandara Sepinggan.
  • Operasional, Pada panel LVMDP tidak terlalu banyak kontrol sistem , ada pembaca tegangan( Volt) dan pembaca arus( Ampere). Cara pengoperasiannya sbb.:Ø  Pastikan catuan daya dari Panel ATS sudah siap , dengan mengecek di panel ATS,
  1. Power Utama pada LVMDP di ON kan/ MCCB main power.
  2.  Lampu Indikator akan menyala,
  3. Power LVMDP siap untuk didistribusikan lagi sesuai arah pembagi yang diperlukan,
  4. Panel LVMDP pada in coming menggunakan sistem motorized, hal ini berfungsi antara lain sebagai pengaman dalam pengoperasian, pembaca keutuhan phase ( RST tersyaratkan siap masuk In Coming).
  5.  Beberapa Out Going pembagi menggunakan KWH sebagai pembaca penggunaan daya pada arah pembagi ke Sub Panel ( area) tersebut).
2. Panel TR 1
  • Deskripsi, Panel PTR 1 kependekan dari Panel Tegangan Rendah 1, hasil pembagian dari Panel LVMDP untuk di teruskan ke beberapa panel lanjutan.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input                     : 415 Volt,
    • Daya Input                             : 352 KVA
    • Phase Input                           : 3 Phase
    • Tegangan Output                 : 415 Volt
    • Daya Output
      • Transformator Step Up Gardu T5: 330KVA
      • P.SDP EMPU          :22KVA
      • P. SDP ADMIN.      : 55KVA
      • P. SDP AIR LINE     : 27,5KVA
      • LP. SUB STATION T5: 2,2KVA
      • Spare                      : 27,5KVA
    • Phase Out put                       : 3 Phase
    • Frekwensi                               :50~60 Hertz
  • Fungsi, Menerima supply power dari TAP PTR 1 di LVMDP kabinet P-L1 dan meneruskan ke beberapa panel sbb. :Ø  Transformator Step Up Gardu T5
  1. Panel SDP Empu
  2.  Panel SDP Admin
  3. Panel SDP Air Line
  4. Panel LP Sub Station T5
  5. Spare
  • Operasional, 
Pada panel PTR 1 tidak terlalu banyak kontrol sistem , hanya ada pembaca tegangan( Volt) dan pembaca arus( Ampere). Cara pengoperasiannya sbb.:
  1. Pastikan catuan daya dari (TAP for PTR 1 di kabinet P-L 1 ) LVMDP sudah siap , dengan mengecek di panel LVMDP.
  2. Power Utama pada PTR 1 di ON kan/ MCCB main power.
  3. Lampu Indikator akan menyala .
  4. Power PTR 1 siap untuk didistribusikan lagi sesuai arah pembagi yang diperlukan.Khusus
  5. untuk daya distribusi ke Transformator Gardu T5 pastikan terminasi sudah memenuhi standard pengetesan, karena power akan langsung masuk ke kumparan primer Transformator tersebut sebelum memasukkan daya.Pe
  6. riksa terminasi pada keluaran/ out put Transformator ( kumparan sekunder) dan pada In Coming Panel MVMDP Gardu T5 sebelum memasukkan daya khusus ke Transformator).
3. Panel TR 2
  • Deskripsi, Panel PTR 2 kependekan dari Panel Tegangan Rendah 2, hasil pembagian dari Panel LVMDP untuk di teruskan ke beberapa panel lanjutan.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input                     : 415 Volt,
    •  Daya Input                             : 220 KVA
    • Phase Input                           : 3 Phase
    • Tegangan Output                 : 415 Volt
    • Daya Output
      • P. SDP Appron Service         : 22KVA
      •  P.SDP Satker                          : 27,5KVA
      • P. SDP Shelter                        : 7KVA
      • PP. PJU                                   : 7KVA
      • P. SDP AFL                             : 7KVA
      • Spare                                      : 7KVA
      • Spare                                      : 7KVA
    • Phase Out put                       : 3 Phase
Frekwensi                               :50~60 Hertz
  • Fungsi, Menerima supply power dari TAP PTR 2 di LVMDP kabinet P-L2 dan meneruskan ke beberapa panel sbb. :
    • Panel SDP Appron Service,
    • SDP Satker,
    • Panel SDP Shelter,
    • Panel PJU,
    • Panel SDP AFL
    • Spare
  • Operasional, 
Pada panel PTR 2 tidak terlalu banyak kontrol sistem , hanya ada pembaca tegangan( Volt) dan pembaca arus( Ampere). Cara pengoperasiannya sbb.:
  1. Pastikan catuan daya dari (TAP for PTR 2 di kabinet P-L 2 ) LVMDP sudah siap , dengan mengecek di panel LVMDP.
  2. Power Utama pada PTR 2 di ON kan/ MCCB main power.
  3. Lampu Indikator akan menyala .
  4. Power PTR 2 siap untuk didistribusikan lagi sesuai arah pembagi yang diperlukan.
4. Panel MVMDP Sub Station 2 Gardu T5
  • Deskripsi, Panel MVMDP kependekan dari Medium Voltage Main Distribution Panel, panel yang bekerja pada tegangan menengah.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input                     :  20KV,
    • Daya Input tersedia             :  330VA ,
    • Kekuatan Daya Input panel: 80MVA,
    • Phase Input                           :  3 Phase (non neutral),
    • Tegangan Output                 :  20KV ,
    • Daya Output                          :  330VA,
    • Kekuatan daya output panel: 80MVA,
    • Phase Out put                       :  3 Phase,
    • Frekwensi                              :  50~60 Hertz.
  • Fungsi, Menerima daya dari hasil penaikkan tegangan Transformator Step Up Sub Station 2 Gardu T5 untuk di transmisikan ke Panel MVMDP Gardu T6.
  • Operasional
  1. Sebelum memasukkan Supply Power dari Panel TR 1 melalui Transformator Step Up Gardu T5 , pastikan pada In Coming MVMDP pada posisi non Arde/ tidak ter- bumikan.
  2. Pada posisi In Coming sudah siap masukkan Power dari Panel TR 1,
  3. Periksa lampu indicator pada In Coming sebagai tanda power sudah masuk ke bagian In Coming,
  4. Pastikan pada Out Going handle pada posisi non- Arde/ tidak ter- bumikan,
  5. Putar Handle ON pada In Coming, Dengan cara yang sama yaitu: dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
  6. Periksa lampu Indicator pada Out Going sebagai tanda Power sudah masuk di bagian Out Going,
  7. Pastikan pada In Coming Panel MVMDP gardu T6 dalam posisi tidak terbumikan/ ter arde,
  8. Setelah memastikanTerminasi Kabel kabel dan pengamanan sampai dengan In Coming Panel MVMDP gardu T6 sudah tidak bermasalah putar handle Out Going pada posisi ON.  Dengan cara yang sama yaitu: dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
  9. Power telah ter transmisikan ke Panel MVMDP Gardu T6.
  • Syarat pengoperasian
  1.  Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle,
  2.  Memahami sistem pengkabelan panel,
  3.  Memahami sistem pengamanan panel,
  4. Memahami sistem kontrol panel,
  5. Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan
  • Lain lain
    • Pastikan Fungsi pemanas udara di dalam panel bekerja dengan baik , hal ini untuk menghindari kandungan air di udara/ kelembaban yang berlebihan dalam terminasi panel yang akan mengakibatkan loncatan arus antar Phase,
    • Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
    • Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan.
5. Panel MVMDP Sub Station 6 Gardu T6
  •  Deskripsi, 
MVMDP / Cubicle Gardu T6 sama dengan MVMDP sebelumnya, MVMDP kependekan dar Medium Voltage Main Distribution Panel.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input     : 20KV
    • Daya Input             : 330 KVA
    • Phase Input           : 3 Phase non neutral,
    • Tegangan Out Put: 20KV
    • Daya Output          :  330 KVA
    • Phase Output `     :  3 Phase non neutral,
    • Frekwensi              : 50 Hertz
  •  Fungsi, 
Fungsi utama dari MVMDP Pelanggan adalah menerima supply daya dari MVMDP gardu T5  , yang selanjutnya akan di Supply ke Transformator Step Down Gardu T6.
  • Pembahasan pengoperasian
  1. Sebelum memasukkan Supply Power dari MVMDP Gardu T5, pastikan pada In Coming MVMDP Gardu T6 pada posisi non Arde/ tidak ter- bumikan,
  2. Pada posisi power In Coming sudah siap masukkan Power dari MVMDP Gardu T5 ,
  3. Periksa lampu indicator pada In Coming sebagai tanda power sudah masuk ke bagian In Coming,
  4. Pastikan pada Out Going handle pada posisi non- Arde/ tidak ter- bumikan,
  5. Putar Handle ON pada In Coming ACB MVMDP Gardu T6 dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau, kemudian tekan tombol ON ( menjadi posisi “Close”),
  6. Periksa lampu Indicator pada Out Going sebagai tanda Power sudah masuk di bagian Out Going,
  7. Setelah memastikanTerminasi Kabel kabel power dan kabel kabel kontrol pada Transformator tegangan menengah sudah tidak bermasalah putar handle Out Going pada posisi ON. Dengan cara yang sama yaitu: dengan memompa handle atau toggle keatas dan kebawah sampai berwarna hijau,kemudian tekan tombol ON( menjadi posisi “Close”).
  • Syarat pengoperasian
  1.  Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle,
  2. Memahami sistem pengkabelan panel,
  3. Memahami sistem pengamanan panel,
  4. Memahami sistem kontrol panel,
  5. Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan.
  • Lain lain
    • Pastikan Fungsi pemanas udara di dalam panel bekerja dengan baik , hal ini untuk menghindari kandungan air di udara/ kelembaban yang berlebihan dalam terminasi panel yang akan mengakibatkan loncatan arus antar Phase,
    • Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
    • Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan.
  • Mengatasi masalah, 
Tidak ada power keluar dari MVMDP Gardu T6   
    • Periksa tegangan masuk pada Out Going dengan melihat lampu indicator,
    • Bila tidak menyala periksa pada In Coming dengan melihat lampu indicator,
    • Buka penutup panel di atas Out Going dan pastikan terminasi kabel kabel di dalamnya bekerja dengan baik, bila perlu lakukan simulasi ulang pada sistem Bila pada In Coming tidak menyala periksa Out Going MVMDP Gardu T5,
    • Bila pada langkah i;ii;iii, tidak bermasalah maka : putar posisi OFF pada In Coming,
    •  Putar posisi ter- Arde pada Out Going
    • Buka penutup Panel Out Going,
    • Periksa Fuse/ Sekering berjumlah tiga buah dan ganti bila putus,
    • Lakukan langkah pengoperasian (iv) kembali, bila belum terjadi reaksi yang di harapkan kembali lakukan langkah vi; v; lalu: periksa sistem kontrol kontrol dan instalasi pengkabelan ke arah Transformator,
    • Untuk pengamanan, hal ini memerlukan teknisi yang benar benar memahami sistem kontrol,
    • Bila masalah belum terselesaikan hubungi Perusahaan penyedia panel.
6. Panel TR 3
  • Deskripsi, Panel PTR 3 kependekan dari Panel Tegangan Rendah 3, mengolah pembagian hasil dari penurunan tegangan oleh Transformtor Gardu T6.
  • Spesifikasi
    • Tegangan Input                     : 415 Volt,
    •  Daya Input                             : 330 KVA
    • Phase Input                           : 3 Phase
    • Tegangan Output                 : 415 Volt
    • Daya Output
      • P. SDP HANGGAR                 : 66KVA
      •  P.SDP HANGGAR ( Spare)    :22KVA
      •  P. SDP CARGO                       : 66KVA
      • P. SDP CARGO ( spare)        : 66KVA
      • P. SDP CARGO ( spare)        : 66KVA
      • LP. Sub Station T6                : 2,2KVA
      • PP. PJU                                   : 7 KVA
      • PP. BIOTECH                          : 2,2KVA
    •  Phase Out put                       : 3 Phase
    •  Frekwensi                               :50~60 Hertz
  • ·         Fungsi, Menerima supply power dari hasil penurunan tegangan Transformator T6  dan meneruskan ke beberapa panel sbb. :
  1. Panel SDP Cargo ( di bahas pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Cargo)
  2. Panel SDP Hanggar( di bahas pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Hanggar)
  3.  Panel PP. PJU( di bahas pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Eksternal)
  4. Panel PP. Biotech( di bahas pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Eksternal)
  5. Spare- spare
  •  Operasional, 
Pada panel PTR 3 tidak terlalu banyak kontrol sistem , hanya ada pembaca tegangan( Volt) dan pembaca arus( Ampere). Cara pengoperasiannya sbb.:
  1. Pastikan catuan daya dari  LVMDP  Gardu T6 melalui Transformator Gardu T6 sudah siap , dengan mengecek di panel LVMDP Gardu T6.
  2. Power Utama pada PTR 3 di ON kan/ MCCB main power.
  3. Lampu Indikator akan menyala .
  4. Power PTR 1 siap untuk didistribusikan lagi sesuai arah pembagi yang diperlukan.
  5.  Periksa terminasi pada In put panel panel lanjutan sebelum memasukkan daya.
2) Sistem Transformator
  II. Transformator Step Up Gardu T5
1. Deskripsi,  Kebutuhan akan daya listrik Gedung gedung dengan posisi jauh dari power house ( Gedung Hanggar dan Gedung Cargo), mengharuskan penambahan Transformator Step Up dari Power House. Hal ini karena alasan teknis penghitungan daya yang tidak memungkinkan transmisi daya dengan tegangan rendah karena akan mengalami kerugian daya ( hilangnya arus listrik) dan  mengharuskan kabel transmisi dengan penampang yang besar. Untuk mensiasati hal tersebut perlu adanya penambahan Transformator Step Up sebagai penaik tegangan yang bisa menekan nilai kerugian arus dan memeperkecil penampang kabel penghantar.
2. Spesifikasi
  • Tegangan Input                     : 380V,
  • Daya Input                             : 330 KVA
  • Range daya                            ; 1000KVA
  • Phase Input                           : 3 Phase + neutral
  • Tegangan Output                 : 20KV
  • Daya Output                          : 330KVA
  • Range daya                            : 1000KVA
  • Phase Out put                       : 3 Phase non neutral
  • Frekwensi                               :50~60 Hertz
  • Merk Transformator             : IM-QM ( 20KV)
3. Fungsi, Fungsi utama Transformator Step Up Sub Station 2 Gardu T5 adalah untuk menaikkan tegangan dari tegangan rendah menjadi tegangan menengah hal ini di lakukan untuk meminimalkan  kerugian daya yang hilang karena melewati kabel penghantar dengan jarak yang jauh.   Jaringan transmisi jarak jauh menggunakan tegangan menengah juga bisa meminimalkan penampang kabel ( diameter kabel) penghantar daya, dengan menaikkan tegangan otomatis kuat arus  ( ampere ) akan turun dan berpengaruh kepada ketebalan penampang kabel yang di butuhkan.
4. Operasional, Seperti yang sudah di jelaskan pada point pengoperasian Panel PTR 1 jalur pembagi ke Transformator Step Up Sub Station 2 Gardu T5, langkah pengoperasian sbb.:
  1.  Pastikan terminasi kabel ke gulungan primer Transformator  tidak bermasalah
  2. Pastikan terminasi kabel pada gulungan sekunder Transformator tidak bermasalah,
  3.  Pastikan pada In Coming MVMDP Sub Station 2 Gardu T5 tidak dalam keadaan terbumikan/ terarde,
  4. Masukkan daya dari PTR 1 arah  Sub Transformator SS 2 Gardu T5,
  5. Transformator akan mengeluarkan suara braming maupun hamming, yang artinya transformator telah bekerja ,
  6. Periksa Out Put Transformator dengan melihat lampu Indicator pada In Coming Panel MVMDP SS 2 Gardu T5.
5. Syarat Operasional
  1. Memahami rangkaian dasar Transformator,
  2. Memahami sistem Transformator Step Up,
  3. Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle MVMDP,
  4. Memahami sistem pengkabelan Transformator dan Panel tegangan menengah,
  5. Memahami sistem pengamanan Transformator dan panel tegangan menengahl,
  6. Memahami sistem kontrol Transformator dan panel tegangan menengah,
  7. Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan.
6. Lain lain
  1. Pastikan Fungsi cooling  di dalam transformator bekerja dengan baik , hal ini untukuntuk menghindari kelebihan panas pada transformator,tetapi pada kasus nya , sistem keamanan sudah memprediksinya dengan intregasi pengamanan antara Transformator dan panel MVMDP ataupu Panel PTR 1, yaitu: bahwa Panel PTR tidak akan bisa memberikan daya Input ke gulungan sekunder bila terjadi hal hal seperti : Menurunnya level oli pendingin trafo, naiknya temperatur Transformator secara signifikan,
  2.  Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
  3. Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan.
7. Mengatasi masalah, Tidak ada power keluar dari Trafo   Pada prinsipnya ketidak adaan power keluar pada Transformator Step Up SS 2 Gardu T5 berhubungan langsung  dalam point mengatasi masalah pada Panel MVMDP sub Tidak ada power masuk dari Transformator, dan pada point pembagian daya Output pada panel PTR 1.
  1. Lakukan pemberian power pada Transformator/ seperti langkah yang sudah diterangkan diatas,
  2.  Secara kasat mata Transformator akan sedikit mengeluarkan getaran/ bunyi braming( haming) hal ini terjadi karena proses induktansi pada kumparannya.
  3. Jika hal itu  tidak terjadi sudah di pastikan Kumparan Primer  putus. Untuk hal ini hubungi penyedia layanan Transformator terkait,
  4. Jika pada pemasukkan power pada kumparan primer berjalan normal ( terdengar suara haming / braming , akan tetapi tidak ada power yang keluar dari Transformator , sudah dipastikan kumparan skunder mengalami putus,
  5. Cat,: Kumparan Transformator bisa putus hanya satu phase dan biasanya pada panel lanjutan( MVMDP Gardu T5) tertanam pengaman akan hal itu yang fungsinya power tidak akan bisa masuk In Coming jika hanya membawa 2 atau 1 Phase saja.
                                                                               ii.                II. Transformator Step Down Gardu T6
1. Deskripsi, Transformator Step Down SS 6 Gardu T6 adalah Transformator penurn tegangan yang di terima dari hasil jaringan transmisi dari Gardu T5.
2. Spesifikasi
  • Tegangan Input                     : 20KV,
  • Daya Input                             : 330 KVA
  • Range daya                            ; 1000KVA
  • Phase Input                           : 3 Phase
  • Tegangan Output                 : 380Volt
  • Daya Output                          : 330KVA
  • Range daya                            : 1000KVA
  • Phase Out put                       : 3 Phase + neutral
  • Frekwensi                               :50~60 Hertz
  • Merk transformator             : IM- QM (20KV)
3. Fungsi, Fungsi utama Transformator Step Down Sub Station 6 Gardu T5 adalah untuk menurunkan tegangan dari tegangan menengah menjadi tegangan rendah hal ini di lakukan untuk pemenuhan daya pengguna pada tegangan kerja ( 415 Volt.
4.  Syarat Operasional
  1. Memahami rangkaian dasar Transformator,
  2. Memahami sistem Transformator Step Down,
  3. Memahami Prinsip kerja sistem Gear Handle MVMDP,
  4. Memahami sistem pengkabelan Transformator dan Panel tegangan menengah,
  5. Memahami sistem pengamanan Transformator dan panel tegangan menengahl,
  6. Memahami sistem kontrol Transformator dan panel tegangan menengah,
  7. Memenuhi standar keamanan yang di tetapkan.
5.  Lain lain
1.   Pastikan Fungsi cooling  di dalam transformator bekerja dengan baik , hal ini untukuntuk menghindari kelebihan panas pada transformator,tetapi pada kasus nya , sistem keamanan sudah memprediksinya dengan intregasi pengamanan antara Transformator dan panel MVMDP ataupu Panel PTR 1, yaitu: bahwa Panel PTR tidak akan bisa memberikan daya Input ke gulungan sekunder bila terjadi hal hal seperti : Menurunnya level oli pendingin trafo, naiknya temperatur Transformator secara signifikan,
2.   Pastikan kembali kontrol pengaman panel dan trafo berfungsi dengan baik bila perlu lakukan simulasi kecil sebelumnya,
3.    Pengoperasian Panel Tegangan menengah membutuhkan operating person yang sudah berpengalaman, guna menghindari kecerobohan.
6. Mengatasi masalah, Tidak ada power keluar dari Trafo   Pada prinsipnya ketidak adaan power keluar pada Transformator Step Down SS 6 Gardu T6 berhubungan langsung  dalam point mengatasi masalah pada Panel MVMDP sub Tidak ada power keluar dari Panel MVMDP, jika point tersebut telah terpenuhi dapat di pastikan gulungan primer transformator putus dengan penjelasan sbb.:
  • Lakukan pemberian power pada Transformator/ seperti langkah yang sudah diterangkan diatas,
  • Secara kasat mata Transformator akan sedikit mengeluarkan getaran/ bunyi braming( haming) hal ini terjadi karena proses induktansi pada kumparannya.
  • Jika hal itu  tidak terjadi sudah di pastikan Kumparan Primer  putus. Untuk hal ini hubungi penyedia layanan Transformator terkait,
  •  Jika pada pemasukkan power pada kumparan primer berjalan normal ( terdengar suara haming / braming , akan tetapi tidak ada power yang keluar dari Transformator , sudah dipastikan kumparan skunder mengalami putus,
  • Cat,: Kumparan Transformator bisa putus hanya satu phase dan biasanya pada panel lanjutan( PTR 3) tertanam pengaman akan hal itu yang fungsinya power tidak akan bisa masuk In Coming jika hanya membawa 2 atau 1 Phase saja.

3). Sistem kabel Feeder, 

  • Penjelasan kabel feeder di jelaskan mulai dari TAP PTR 1 dan TAP PTR 2 di LVMDP Power House . Dalam penjabaran sbb.:
    •  Kabel Feeder dari LVMDP (General) Power House ke Panel TR1 di Power house
    • Deskripsi dan fungsi, Fungsi utama adalah sebagai kabel penghantar dari Panel LVMDP di kabinet P.L1 ke Panel  PTR 1.
    •  Spesifikasi
      • Jenis kabel                             : NYY
      • Ukuran kabel                        : 300mm2
      • Jumlah tarikan                      : 4x (R, S, T dan Neutral)
      • Kekuatan daya maksimal     : 414KVA/ line
      • Kekuatan arus maksimal     : 630 A per line
      • Kekuatan tegangan              :0,6 – 1 KV
      • Merk kabel                            : Supreme
    • Lain lain, Merupakan kabel Out Bow atau akses luar.
    • Kemudian dari Panel PTR di bagi menjadi sbb.:
                1. Kabel Feeder dari PTR 1 ke Transformator Step up SS 2 Gardu T5
    • Deskripsi dan fungsi, Fungsi utama adalah sebagai kabel penghantar dari Panel PTR 1 di Power House  ke Transformator Step Up Sub Station 2 gardu T5.
    • Spesifikasi
        • Jenis kabel                             : NYY
        • Ukuran kabel                        : 300mm2
        • Jumlah tarikan                      : 4x (R, S, T dan Neutral)
        • Kekuatan daya maksimal     : 414KVA
        • Kekuatan arus maksimal     : 630 A per line
        • Kekuatan tegangan              :0,6 – 1 KV
        • Merk kabel                            : Supreme
      •  Lain lain, Merupakan kabel jalur luar/ out bow
      • Dari Transformator Step Up kemudian di supply ke bagian sebagai berikut secara berurutan:
        • Kabel Feeder dari Transformator Step Up ke Panel MVMDP/ Cubicle SS 2 Gardu T5
          • Deskripsi dan fungsi, Fungsi utama nya adalah sebagai kabel penghantar dari Transformator Step Up SS2 Gardu T5 ke Panel MVMDP / Cubicle SS2 Gardu T5 pula.
          • Spesifikasi
§   Jenis kabel                             : N2XSY
§  Ukuran kabel                        : 70mm2
§  Jumlah tarikan                      : 3x (R, S, T )
§  Kekuatan daya maksimal     : 3,2MVA/ line
§  Kekuatan arus maksimal     :  160A per line
§  Kekuatan tegangan              : 20 KV
§  Merk kabel                            : Supreme
        •  Lain lain, Merupakan kabel jalur luar/ out bow
      • Kabel Feeder dari Panel MVMDP/ Cubicle SS 2 Gardu T5 ke Panel MVMDP SS6 Gardu T6
        • Deskripsi dan fungsi, Fungsi utama adalah sebagai media penghantar daya dari Panel MVMDP/ Cubicle SS 2 Gardu T5 ke Panel MVMDP SS6 Gardu T6
        •  Spesifikasi
§  Jenis kabel                             : N2XSEFGBY
§   Ukuran kabel                        : 120mm2
§   Jumlah tarikan                      : 3×120
§  Kekuatan daya maksimal     : 5MVA/ line
§  Kekuatan arus maksimal     :  250A per line
§  Kekuatan tegangan              : 20 KV
§  Merk kabel                            : Supreme
      • Lain lain, Kabel ini melewati akses Under Ground / kabel dalam tanah sepanjang +- 700 meter sampai  di Panel MVMDP SS6 Gardu T6 ( seperti gambar dalam lampiran) dengan pengamanan urugan pasir dan tanda pengaman bata merah sepanjang jaringan kabel sedalam 110cm di dalam tanahBeberapa area harus melewati gorong gorong air untuk sampai ke power house.
§  Kabel Feeder dari Panel MVMDP SS6 Gardu T6 keTransformator Step Down Gardu T6
§   Deskripsi dan fungsi, Fungsi utama adalah sebagai media penghantar daya dari Panel MVMDP/ Cubicle SS 6 Gardu T6 ke Transformator Step Down SS6 Gardu T6
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel                             : N2XSY
§  Ukuran kabel                        : 70mm2
§  Jumlah tarikan                      : 3x
§  Kekuatan daya maksimal     : 3,2MVA/ line
§  Kekuatan arus maksimal     :  160A per line
§  Kekuatan tegangan              : 20 KV
§  Merk kabel                            : Supreme
§  Lain lain, Merupakan kabel jalur luar/ out bow
§   Kabel Feeder dari Transformator Step Down Gardu T6 ke Panel PTR 3 gardu T6
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel penghantar tegangan rendah dari Transformator Step Down Gardu T6 ke Panel PTR 3 gardu T6
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel                             : NYY
§   Ukuran kabel                        : 300mm2
§  Jumlah tarikan                      : 4x
§  Kekuatan daya maksimal     : 414KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  630A per line
§  Kekuatan tegangan              : 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel                            : Supreme
§  Lain lain, Merupakan kabel akses luar
§  Dari Panel PTR Gardu T6 di bagi ke sbb.:
§  Kabel Feeder dari Panel PTR 3 ke P. SDP Hanggar
§   Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 3 ke P. SDP Hanggar ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Hanggar)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§  Ukuran kabel        : 185mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x185mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 197KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  300A per 
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Kabel Feeder dari Panel PTR 3 ke p. SDP Cargo
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 3 ke P. SDP Cargo ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Cargo)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§   Ukuran kabel        : 300mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x300mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 414KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  630A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Kabel Feeder dari Panel PTR 3 ke P. LP SS 6
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 3 ke P. LP SS 6 ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Eksternal)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§  Ukuran kabel        : 4mm2
§  Jumlah tarikan      : 3x4mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 6,6KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  10A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Kabel Feeder dari Panel PTR 3 ke P. PJU
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 3 ke P. PJUv( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Eksternal)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§  Ukuran kabel        : 16mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x16mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 33KVA
§   Kekuatan arus maksimal     :  50A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Kabel Feeder dari PTR 1 ke P. SDP Empu
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 1 ke P. SDP Empu ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Empu)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 50mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x50mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 82,5KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  125A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Lain lain, Merupakan kabel tanam( under ground cable ) dengan pengamanan urugan pasir dan penandaan keamanan menggunakan bata merah untuk beberapa area melewati saluran sparingan existing.
§   Kabel Feeder dari PTR 1 ke P. SDP Administrasi
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 1 ke P. SDP Administrasi ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Administrasi)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 240mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x240mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 329KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  500A per line
§   Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Lain lain, Merupakan kabel existing dari gedung Administrasi lama
§  Kabel Feeder dari PTR 1 ke P. SDP Air Lines
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 1 ke P. SDP Air Lines ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Air Lines)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 240mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x240mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 329KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  500A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
§  Lain lain, Merupakan kabel existing dari gedung Administrasi lama.
§  Kabel Feeder dari PTR 1 ke P. LP Sub Station 2
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 1 ke P. LP SS 2
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§  Ukuran kabel        : 4mm2
§  Jumlah tarikan      : 3x4mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 6,6KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  10A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
o    Kabel Feeder dari LVMDP ( Technical) Power House ke Panel TR2 di Power House
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel LVMDP ke Panel PTR 2
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYY
§  Ukuran kabel        : 240mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x
§   Kekuatan daya maksimal     : 329KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  500A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
o    Dari Panel PTR 2 di bagi ke sbb.:
§  Kabel feeder dari PTR 2 ke P. SDP Appron Service
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 2 ke P. SDP Appron Service ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Appron Service)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 50mm2
§   Jumlah tarikan      : 4x50mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 82,5KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  125A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
o    Kabel feeder dari PTR 2 ke P. SDP Satker
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 2 ke P. SDP Satker ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Satker)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 50mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x50mm2
§  Kekuatan daya maksimal     : 82,5KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  125A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
o    Kabel feeder dari PTR 2 ke P. SDP Shelter
§  Deskripsi dan fungsi, Kabel tegangan rendah yang menghubungkan antara Panel PTR 2 ke P. SDP Shelter ( penjelasan pada SOP Instalasi dan Sistem Listrik Gedung Shelter)
§  Spesifikasi
§  Jenis kabel             : NYFGBY
§  Ukuran kabel        : 16mm2
§  Jumlah tarikan      : 4x16mm2
§   Kekuatan daya maksimal     : 3,3KVA
§  Kekuatan arus maksimal     :  50A per line
§  Kekuatan tegangan: 0,6 – 1 KV
§  Merk kabel            : Supreme
Baca Juga :  Standar Peraturan Instalasi Listrik Puil 2000

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

2 thoughts on “Sistem sumber daya listrik Bandara Sepinggan

  1. Kak, perkenalkan saya febrina.
    saat ini saya sedang bekerja di proyek Band. supadio selaku Main kont dr Hutama Karya.
    saya ingin menanyakan terkait pekerjaan MEE, krn basic saya bukan Listrik.
    pertanyaan saya terkait perhitungan panjang kabel yang terpasang.
    panjang kabel terpasang > tergambar (shop drawing), untuk memastikan panjang jumlah tersebut selain dengan melakukakan CEK LAPANGAN/OPNAME bersama PIU, adakah peraturan yang menyebutkan adanya PANJANG SPARE UNTUK KABEL.

    terima kasih.

  2. Salam kenal juga Febrina Rahmaniar. Untuk perhitungan panjang kabel instalasi gedung biasa saya bedakan menjadi dua bagian instalasi, yaitu instalasi penerangan dan instalasi stop kontak. Perhitungan itupun masih melihat jenis gedung terutama ketinggian dinding terbukanya, yaitu ketinggian level palfon dengan dasar lantai.
    Untuk instalasi penerangan tipe gedung dengan level plafon standar , saya biasa menggunakan perhitungan 8 meter panjang kabel pertitik dan untuk instalasi stop kontak 10 meter panjang kabel per titik. Kelebihan dan kekurangan tiap titik adalah tarikan main line-nya.
    Namun beberapa estimator memiliki hitungan lain yang tentunya berhubungan dengan perintah atasan dalam pengefektifan material. Hitungan saya untuk beberapa proyek memang cukup melegakan.
    Saya kira tidak ada peraturan baku tentang perhitungan panjang spare kabel. Kembali lagi memperkirakan keadaan lapangan, semisal untuk panjang spare stop kontak dan sakelar penerangan dipersiapkan spare kemungkinan terjauh penempatan titik tersebut, untuk titik penerangan atau lampu juga di perhitungkan titik terjauh dari kemungkinan perpindahan titik.
    Untuk spare di panel, saya cukup menyarankan bahwa panjang spare bisa menjangkau di semua titik koneksi terjauh dari luas semua penampang panel melalui sudut manapun ( melalui kabel duct manapun).
    Sebagai main con, tentunya anda tinggal menegur pihak sub con dalam hal ini persiapan instalasi sesuai dengan shop drawing sebagai acuan dan memberikan masukan untuk mempersiapkan spare di setiap ujung instalasi agar tidak perlu melakukan pekerjaan ulang atau penyambungan.
    Terima kasih kunjungannya , semoga membantu.
    NB.: Sudah lebih dua tahun saya tidak lagi bekerja di kontruksi gedung / proyek darat. Jika ada kekeliruan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.