Prinsip dan Konfigurasi Uninterruptible Power Supply (UPS)

 Prinsip Sistem UPS

1. Prinsip sistem UPS Statis.

a. Operasi Normal

– Kehilangan daya.
– Pemulihan daya.
– Kehilangan daya sementara.

b. Mode Bypass

– Sakelar UPS Statis.
– Sakelar UPS Statis dengan Circuit Breaker (SS SB).
– Perawatan Circuit Breaker bypass.
  • Tujuan perawatan Sakelar.
  • Operasi perawatan Sakelar.
Sistem UPS
Sistem UPS

c. Test Mode

d. Karakteristik dan keterbatasan

e. Dasar sistem UPS Statis tanpa baterai khusus

f. Prinsip kerja Rectifier dan Inverter

– Karakteristik Semikonduktor.
– Karakteristik SCR single phase.
Transistor Bipolar.
FET.
IGBT.

g. Perbaikan

Rectifier tunggal phase tanpa kontrol.
Rectifier tiga phase tanpa kontrol.
Rectifier Kontrol.
  • Jembatan penyearah satu phase dengan beban Resistif.
  • Jembatan penyearah satu phase dengan beban Induktif.
  • Jembatan penyearah tiga phase dengan beban Resistif.
  • Jembatan penyearah tiga phase dengan beban Induktif,

h. Inversi

– Prinsip kerja Inverter.
Pengontrol tegangan Inverter
  • Pengontrol lebar pulse.
  • PWM.
  • Penggunaan Transformator Ferroresonant.
Inverter tiga phase.

i. Sakelar transfer Statis ( Static Transfer Switch)

– Desain sakelar transfer statis
  • Operasi.
  • Inisiasi.
  • Sakelar transfer statis tiga phase.
– Sakelar transfer statis dengan rating waktu singkat.

j. Baterai

– Baterai Lead-Acid
  • Desain baterai Lead-Acid.
  • Tegangan baterai Lead-Acid.
  • Tingkat desain baterai Lead-Acid.
  • Vented baterai Lead-Acid.
  • Valve Regulated Lead-Acid (VRLA).
– Baterai Ni-Cad.
  • Desain baterai Ni-Cad.
  • Tegangan baterai Ni-Cad.
  • Tingkat desain baterai Ni-Cad.
  • Keuntungan baterai Ni-Cad.
– Baterai Lead Acid dibanding Baterai Ni-Cad.

k. Pengisi Baterai

l. Pengaruh terhadap lingkungan

Voltage Tapping.
– Efek siklus.
– Pengisian atau pertimbangan pemakaian.
  • Arus.
  • Tegangan.
  • Sel Lead-Acid.
  • Sel Ni-Cad
– Arus Ripple
– Efek memori

m. Pengaruh beban pada sistem UPS Statis

– Beban Non-linear
– Beban dengan lonjakan arus yang tinggi

n. Pengaruh sistem UPS Statis terhadap power supply

  1. Besaran efek harmonik.
  2. Masalah dari harmonik.
  3. Perilaku harmonik netral.
  4. Harmonik dan peringkat peralatan.
  5. Faktor daya yang rendah.
  6. Perubahan nilai crest.
  7. Persimpangan nol meningkat.
  8. Noise feedback.
  9. Pengaruh induktif dan kapasitif.
  10. Teknik koreksi harmonik.

2. Prinsip sistem UPS Rotari

a. Karakteristik Motor

  1. Motor Induksi.
  2. Motor Sinkron.
  3. Motor DC.

b. Karakteristik Generator

  1. Generator Sinkron.
  2. Generator DC.
  3. Exciters.
  4. Roda gila.
  5. Kopling Induksi.
  6. Baterai Kinetik.

c. Pengaruh beban pada UPS Rotari

  1. Beban Non-linier.
  2. Beban dengan lonjakan arus tinggi.
  3. Beban tidak seimbang.

d. Pengaruh sistem UPS Rotari terhadap sistem power supply

e. Keuntungan dan kerugian sistem UPS Rotari

  1. Keuntungan UPS Rotari.
  2. Kerugian UPS Rotari.

3. Konfigurasi umum sistem UPS Statis

  1. Sistem non-redundant.
  2. Sistem dengan sakelar bypass.
  3. Sistem redundant.
  4. Sistem redundant Cold standby.
  5. Sistem dual redundant dengan transfer sakelar statis.

4. Konfigurasi umum sistem UPS Rotari

  1. Sistem inertia-driven ride through dengan motor sinkron.
  2. Sistem inertia-driven ride through dengan motor induksi.
  3. Sistem inertia-driven ride through dengan motor induksi dan kopling arus eddy.
  4. Sistem inertia pendukung baterai dengan motor DC.
  5. Baterai M-G set.
  6. Sistem Rotari dengan sakelar transfer ke sumber bypass.
  7. Sistem rotari paralesisasi redundant.
Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *