Studi Banding atau Pelesiran

Studi banding

Asli namanya studi banding, dari kata studi dan banding, mungkin di gabungkan menjadi belajar dengan membandingkan milik kita dengan milik orang lain.

Yang perlu ditanyakan apa layak milik kita di bandingkan ???? Bukan lebih baik diperbaiki dulu baru di bandingkan atau bahkan bukan hanya di bandingkan tapi  ditunjukkan menjadi suatu kebanggaan. Nanti biar berubah namanya menjadi Studi Pamer.

Studi Banding

Tapi lagi – lagi namanya perbuatan selalu mencari alasan pembenaran. Entah itu berguna entah itu sangat amat tak berguna, tetap saja ngotot bahwa itu “baik” dan berguna untuk membangun kemajuan negeri, negeri yang antah-barantah. Alasan yang paling tepat sebenarnya adalah bahwa itu “ baik” untuk pengalaman pribadi,sebagai bahan cerita kepada anak cucu kelak, agar terlihat ..WOW.

Baca Juga :  Politik

Itulah yang selama ini dinanti- nantikan oleh kebanyakan wakil kita, yang lebih menyukai studi banding atau-pun kunjungan luar negeri daripada menjenguk keterpurukan rakyatnya. Dan itu bukan hanya bualan. Untuk memperjuangkan rakyat di belakang kursi saja selalu terlihat loyo, tidak bergairah, kurang bertenaga, begitu membosankan mungkin. Tapi untuk acara kunjung- kunjungan pasti full tidak ada yang loyo sama sekali.

Ironis memang, tapi memang begitulah dinamika-nya ya paling tidak setiap studi banding dan kunjungan ke luar negeri selalu melaporkan dengan hasil baik alias “ beres”. Meskipun rakyat sudah bosan mendengar cerita cerita tak bermutu itu, tapi begitulah namanya tugas dan apalagi memang hal itu sudah di rencanakan dan di anggarkan sejak lama, akan menjadi dosa kalau tidak dinikmati semestinya.

Baca Juga :  Efisiensi Energi Melalui Manajemen Energi Yang Tepat

Rakyat selalu dipaksa untuk mengerti tanpa ada yang mengerti , dipaksa merasakan tekanan yang semakin hari semakin berat tanpa ada harapan dari sebuah pertolongan. Dipaksa mengerti bahwa wakil kita juga manusia yang perlu penyegaran dan penambahan wawasan keluar negeri. Dipaksa menyadari dan terus menyadari kemanjaan wakil wakilnya.

Pelesiran

Semua memang luar biasa, dan itulah iramanya , lagu yang selalu kita dengar tiap hari, menyanyi tanpa mawas diri, lupa siapa yang yang membawanya kepanggung agar mereka bisa bisa berceloteh tentang penderitaan ini, meski harapan itu sudah samar samar tertutup berbagai hal kemewahan dan keduniawian yang  mereka idamkan.

Baca Juga :  Sejuta Manfaat Internet Dalam Bidang Pendidikan

Hak bujet yang dimiliki wakil kita sebagai hak konstitusional itu yang selalu menjadi alasan suka suka hati merancang untuk mengukuhkan berbagai kegiatan kemewahan itu ( kunjungan, studi banding ataupun pelesiran tidak jauh beda). Celah dari sebuah peraturan yang menggiurkan, dan selalu membuat liur selalu menetes untuk menikmatinya.

Semuanya memang benar , semua memang di atas aturan yang berlaku. Tapi mana kebenaran yang hakiki? Mana aturan yang paling hakiki?, Jangan mencari kepuasan dan kenikmatan di atas penderitaan orang yang telah memberi kepercayaan.

Dari Rakyat Oleh Rakyat Untuk rakyat….

Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *