Tegangan dan hambatan ListrikAbi Blog

Tegangan dan hambatan Listrik

Kemampuan sumber daya atau energi dari sumber daya seperti baterai, aki, adaptor DC dan lain-lain akan menghasilkan arus listrik dalam konduktor / penghantar dan hal ini disebut sebagai kekuatan elektromotif ( electromotif force).

Pada saat kekuatan elektromotif tersebut diterapkan pada sebuah sirkuit maka munculah beda potensial atau tegangan listrik. Kedua kekuatan yaitu kekuatan elektromotif dan beda potensial di ukur dalam satuan Volt (V).

Dalam beberapa rangkaian atau sirkuit hanya ada satu kekuatan elektromotif , sedangkan beda potensial akan muncul setelah adanya penempatan komponen dalam rangkaian tersebut.

Aliran arus konvensional pada rangkaian adalah dari titik potensial positif tertinggi ke titik potensial negatif terendah ( ingat! elektron bergerak dalam penerapan kekuatan elektromotif secara langsung berasal dari baterai atau pasokan daya DC yang lain). 
Tegangan dan hambatan ListrikKarakteristik penting dalam hal ini bahwa kekuatan elektromotif yang diterapkan tidak berubah nilai polaritas-nya meskipun itu adalah nilai yang mungkin terpengaruh karena fluktuasi. 

Untuk apapun jenis penghantar, aliran arus listrik adalah berbanding lurus dengan kekuatan elektromotif yang diterapkan. Arus yang mengalir juga akan tergantung pada dimensi fisik ( luas penampang dan panjang penghantar) dan bahan pembuat konduktor / penghantar. 
Jumlah arus yang mengalir pada penghantar pada saat kekuatan elektromotif di terapkan adalah berbanding terbalik dengan hambatan / resistansi. Jadi resisitansi dapat dianggap sebagai penentang arus listrik, semakin tinggi nilai tahan / hambatan maka semakin rendah arus yang akan mengalir dengan asumsi bahwa kekuatan elektromotif yang diterapkan adalah konstan. 

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *