Transistor penguat RF ( Radio Frequency) jenis 2SC1946

Mengenal Transistor penguat RF ( Radio Frequency) jenis 2SC1946

Pecinta radio amatir atau yang biasa mengotak atik radio transmitter FM tentu tidak asing lagi dengan transistor 2SC1946. Karena transistor ini biasa kita pakai sebagai transistor terakhir atau transistor final pada perangkat pemancar FM.

Janis Transistor 2SC1946 adalah transistor NPN dari silicon tipe epitaxial planar. 2SC1946 memang dirancang sebagai penguat RF ( Radio Frequency) yang bekerja apada frekwensi VHF.

Transistor penguat RF 2SC1946 memiliki kekuatan gain yang lumayan dapat di andalkan bisa bekerja maksimal menghasilkan daya kisaran 25W. Dengan system emitter ballasted memungkinkan kinerja yang sangat baik, bahkan mampu menahan lebih dari 20:1 beban VSWR ketika dioperasikan pada tegangan VCC 15,2 Volt, Po= 30Watt pada frekwensi= 175MHz
Transistor SC1946 biasa diaplikasikan pada channel VHF termasuk di dalamnya adalah frekwensi modulasi (FM) :

Berikut adalah karakteristik lengkap transistor 2SC1946:

Rating absolut

Parameter
Kondisi
Rating
Unit
VCBO
Tegangan antara kolektor dan basis
35
V
VEBO
Tegangan antara emitor dan basis
4
V
VCEO
Tegangan antara kolektor dan emitor
REB=00
17
V
IC
Arus pada kolektor
7
V
PC
Disisipasi kolektor
Ta=25˚C
3
W
To=25˚C
50
W
TI
Suhu/temperature Simpang
175
˚C
Tstg
Suhu/temperature diam/tersimpan
-65 s/d 175
˚C
Rtha
Suhu ambient
50
C/W
Rtho
Suhu case
3
C/W

Karakteristik kelistrikan

Parameter
Kondisi tes
Batas
Unit
Min
Tipe
Maks
V(BR)EBO
Tegangan breakdown antara Emitor dan Basis
IE=10mA, IC=0
4
V
V(BR)CBO
Tegangan breakdown antara Kolektor dan Basis
IC=10mA, IE=0
35
V
V(BR)CEO
Tegangan breakdown antara Kolektor dan Emitor
IC=100mA,RBE=00
17
V
ICBO
Cutoff arus Kolektor
VCB=25V, IE=
2
mA
IEBO
Cutoff arus Emitor
VEB=3V, IC=0
1
mA
hFE
Gain arus maju DC
VCE=10V, IC=0,2A
10
50
180
PO
Daya Output
VCC=13,5V, PIN=6W
28
32
W
µC
Efisiensi Kolektor
60
70
%

Rangkaian contoh penggunaan Transistor 2SC1946

Transistor penguat RF ( Radio Frequency) jenis 2SC1946
Baca Juga :  Apakah Arduino Microcontroller, pemahaman dasar
Loading...
loading...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *