Bandara Sepinggan Kalimantan Timur

Diposting pada
    Pembangunan Pengembangan Bandara Sepinggan ( Sepinggan Airport) pada tahun 2012 sekarang merupakan salah satu proyek negara yang masuk dalam master plan pembangunan sarana dan prasarana fasilitas publik Indonesia terutama untuk pengembangan wilayah tengah Indonesia, khususnya sebagai penghubung utama wilayah barat dan timur.      
  Bandara Sepinggan (Sepinggan International Airport) adalah bandara domestik dan internasional untuk Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara ini dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I dan dibuka pada tanggal 6 Agustus 1997. Bandara ini memiliki luas 300 hektare dan merupakan bandar udara ke-4 terbesar dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura I. 
Proyek Pengembangan bandara Sepinggan
Kalimantan Timur
    Dengan posisi yang strategis dan didukung oleh potensi alam Kalimantan Timur sehingga menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keberadaan Bandar Udara Sepinggan diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur dan wilayah Kalimantan lainnya. 
   Rencana pengembangan pada lahan-lahan yang tersedia disekitar bandara ini terus dilaksanakan, antara lain hotel transit, business center, pusat informasi investasi, warehousing, meeting room, restoran dan mini market termasuk pengembangan terminal penumpang dan perpanjangan landasan pacu (Runway). Sedangkan pada lahan seluas 70.000 m2 disekitar pantai di selatan Bandara Udara dapat pula dikembangakan menjadi lapangan golf, cotteges, pantai wisata dan lain-lain.
  Sejarah pembangunan Sepinggan telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Itu digunakan terutama untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda di daerah Balikpapan. Bandara ini menjadi bandara publik dan komersial setelah pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada tahun 1960. Sepinggan akhirnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I (sekarang PT Angkasa Pura I) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.1 pada tanggal 9 Januari 1987.
   Bandara Sepinggan telah direnovasi dua kali selama 1991 sampai 1997. Fase pertama dimulai pada tahun 1991 dan berakhir pada tahun 1994, untuk merenovasi taxy way, terminal penumpang dan kargo dan juga memperpanjang landasan pacu. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia mengumumkan Sepinggan sebagai bandara kelima Indonesia embarkasi haji untuk kalimantan (borneo) wilayah yang juga terdiri dari provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
   Fase kedua renovasi terjadi pada tahun 1996 untuk merenovasi hangars, depot bahan bakar dan gedung administrasi. Fase kedua selesai dan bandara akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan baru dan fasilitas pada tahun 1997.
Untuk mengantisipasi dan mengakomodasi pewasat yang lebih besar di masa depan, rencananya pemerintah akan memperpanjang landasan pacu menjadi 3100 meter.
   Pengembangan Bandara di tahun 2012 sekarang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan yaitu: paket 1, paket 2 dan paket 3. Yang dilaksanakan beberapa kontraktor besar semisal: PT. Waskita Karya, PT. Adhi Karya, PT. WIKA, PT. Jaya Kontruksi dan kontraktor – kontraktor lain sebagai pendukung pelaksanaan.
    Paket 1 yang dilaksanakan PT. waskita Karya mencakup pembangunan Gedung – gedung sbb.:
  1. Gedung ASB,
  2. Gedung Groundling EMPU,
  3. Gedung Cargo,
  4. Gedung Hanggar,
  5. Gedung Selter,
  6. Gedung Air Lines,
  7. Gedung Administrasi dan Poliklinik dan
  8. Appron Taxy  Way dan
  9. Fasilitas fasilitas pendukung seperti pos pos jaga dan lain lain

Loading...
loading...
Baca Juga :  Pesona Penangkaran Buaya Tritip Kalimantan Timur
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.