Dioda Bridge

Diposting pada

Di dalam dioda bridge terdapat empat dioda tersusun, rangkaian empat dioda tersebut menghasilkan polaritas output yang sama terhadap polaritas inputnya.

Dioda bridge dapat dibuat sendiri dengan menggunakan empat dioda yang dirangkai seperti pada gambar di bawah ini.

Dioda Bridge

Rangkaian dioda bridge merupakan jenis penyearah gelombang penuh, dengan input tegangan bolak balik dua phase maupun tiga phase.

Dioda bridge ditemukan pertama kali oleh ahli elektronika asal Polandia bernama Karol Pollak yang merupakan hak paten sejak 14 Januari 1896 dengan nomor 96564. Pada tahun 1897, Leo Graetz melakukan penelitian dan menerbitkan sebuah buku berjudul Elektronische Zeitung, vol. 25. Hasil penelitiannya adalah apa yang disebut sebagai rangkaian Graetz atau Graetz Bride.

Teori Dasar Dioda Bridge

Menurut Banjamin Franklin, arus listrik didefinisikan sebagai positif ketika mengalir melalui konduktor listrik dari kutub positif ke kutub negative. Kenyataannya bahwa elektron bebas di dalam konduktor hampir selalu mengalir dari kutub negative ke kutub positif.

Dalam banyak pennggunaan, arah arus sebenarnya tidaklah relevan.

  • Pada saat input yang terhubung disebelah kiri adalah positif dan input yang terhubung kesisi kanan adalah negative, arus mengalir dari terminal atas kekanan di sepanjang jalur merah (positif) output. Dan kembali ke terminal suplai melalui jalur biru.
  • Pada saat input yang terhubung disebelah kiri adalah negative dan input yang terhubung kesisi kanan adalah positif, arus mengalir dari terminal bawah kekanan di sepanjang jalur merah (positif) ke output. Dan kembali ke terminal melalui jalur biru (negative).

Dalam prakteknya output kanan atas selalu positif sementara kanan bawah adalah negative. Entah menggunakan input AC maupun DC.

Selain menghasilkan output DC dari input DC, dioda bridge juga bisa sebagai perlindungan kesalahan polaritas terbalik. Tentunya lebih sebagai pengamanan bagi rangkaian beban selanjutnya untuk meyakinkan bahwa kutub masuk tidak terbalik.

Dioda bridge yang dibuat dalam satu paket komponen tunggal di produksi sejak tahun 1950, sebelumnya rangkaian dioda bridge dibuat menggunakan empat dioda terpisah.

KomponenTambahan

Pada banyak penggunaan, output dioda bridge perlu penambahan komponen filter. Inilah peran kapasitor, yang berfungsi meredam denyut yang keluar dari rangkaian dioda bridge.

Kapasitor pada posisi ini berfungsi sebagai kapasitor reservoir atau smooting, yang bermanfaat untuk mengurangi denyut dan arus akan semakin halus. Kapasitor ini memiliki jalur impedansi rendah untuk output AC dan mengurangi tegangan AC, beban resistif.

Pada saat tegangan relative turun maka kapasitor akan tetap mempertahankan dengan cara memberi tambahan tegangan. Sebaliknya pada saat tegangan output dioda bridge relative naik, maka kapasitor akan menyimpan kelebihannya.

Kapasitor dan tahanan memiliki konstanta waktu tipikal t = RC dimana C dan R adalah kapasitansi dan resistansi. Selama resistansi beban cukup besar , konstanta waktu akan jauh lebih lama dibanding waktu siklus lonjakan, konfigurasi demikian akan menghasilkan tegangan DC yang lebih halus melintasi beban.

Pada saat kapasitor dihubungkan ke bridge, arus akan mengalir hanya dalam bagian kecil dari setiap siklus. Dioda harus berukuran yang sesuai untuk menahan lonjakan arus yang terjadi ketika daya dimasukkan pada puncak tegangan AC dan kapasitor akan terisi penuh.

Kadang perlu tambahan resistor beukuran kecil sebelum masuk ke kapasitor untuk membatasi lonjakan arus ini, meskipun dalam sebagian penggunaan resistansi catu daya sudah cukup.

Penambahan komponen-komponen seperti induktor dan resistor pada rangkaian untuk memastikan bahwa lonjakan arus yang masuk dapat diminimalisir.

Rangkaian tambahan penambahan kapasitor, resistor dan induktor untuk mengurangi lonjakan, dalam hal ini induktor berperan sebagai choke.

Saat ini perkembangan stabilizer lebih mengandalkan pemakaian chip pengatur tegangan, penggunaan filter pasif sudah mulai jarang digunakan.

Dioda Bridge Polifase

Penyearah tegangan untuk arus tiga phase menggunakan penyearah setengah gelombang yang terdiri dari tiga buah dioda. Sementara penyearah gelombang penuhnya menggunakan enam dioda.

Rangkaian penyearah setengah gelombang pada arus tiga phase mirip rangkaian star (wye), karena mengembalikan arus melalui kabel netral. Sementara penyearah gelombang penuh mirip koneksi delta.

Loading...
loading...
Baca Juga :  Pengertian Speed Relay pada system Safety Device Main Engine
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.