Jenis Level Transmiter dan Cara Kerjanya

Diposting pada

Jenis Level TransmiterLevel transmitter adalah perangkat instrumentasi yang berfungsi  membaca hasil pengukuran ketinggian secara terus menerus dan mengirimkan signal pembacaannya ke perangkat indikasi atau perangkat kontrol utama.

Pengukuran level atau ketinggian termasuk media muatan cair, kental maupun bahan bakar. bahkan bisa digunakan untuk pembacaan ketinggian bahan padat curah.

Penggunaan level transmitter banyak ditemukan pada pengukuran ketinggian media pada tangki, pada industri makanan minuman, kelistrikan, kimia, pengolahan minyak dan juga kapal kargo / tanker.

Baca Juga :  Mengenal PLC ( Programmable Logic Controller) dan keuntungan menggunakan PLC
Jenis Level Transmiter

Prinsip Kerja Level Transmiter

Banyak jenis prinsip kerja level transmitter tergantung dari media yang disensing. Dan metode yang digunakan misalnya metode level kapasitansi yang beroperasi menggunakan nilai kapasitor, hidrostatik yang beroperasi tergantung pada tekanan cairan, dan ultrasonic yang membaca jarak tempuh gelombang elektromagnetik.

Beberapa metode pembacaan umum yang digunakan antara lain:

  • Berat cairan,
  • Tekanan cairan,
  • Posisi cairan dalam wadah.

Tiga factor diatas merupakan dasar perhitungan untuk menentukan ketinggian cairan. Secara garis besar pengukuran level dapat dibagi menjadi dua jenis pengukuran besar, yaitu:

  • Pengukuran ketinggian secara langsung
  • Pengukuran ketinggian secara tidak langsung.

Dari dua jenis diatas, pengukuran ketinggian secara langsung lebih ideal dengan pertimbangan nilai persimpangannya kecil. Namun level transmitter lebih banyak digunakan karena kemampuan untuk tingkat sensingnya sangat  tinggi maupun rendah yang tidak mungkin menggunakan metode pengukuran secara langsung.

Jenis Level Transmiter

Ada tujuh  jenis metode pengukuran ketinggian yang disesuaikan dengan media yang diukur, antara lain:

1. Level Transmiter Kapasitansi

Jenis transmitter ini menggunakan cairan yang disimpan dalam sebuah tanki atau wadah media dielektrika antara dua atau lebih batang elektroda.

Kapasitas energi dari rangkaian kapasitor berubah  pada saat ketinggian cairan meningkat atau menurun. Kapasitansi meningkat pada saat semakin banyak media cairan menjadi konduktor. Sebaliknya nilai kapasitansi akan menurun pada saat semakin sedikit media cairan yang menjadi konduktor arus antara elektroda.

Jadi, dengan mengukur variasi dalam nilai kapasitansi maka transmitter ini dapat mengkalkulasi ketinggian cairan pada tangki.

2. Level Transmiter Hidrostatik

Juga biasa disebut level transmitter tekanan, dengan membaca tekanan pada dasar wadah atau tangki maka akan terbaca nilai ketinggiannya. Semakin tinggi tekanan di dasar tangki maka semakin tinggi media cairan didalamnya, sebaliknya semakin rendah tekanan di dasar tangki, maka semakin rendah cairan di dalam tangki tersebut.

3. Jenis Level Transmiter Magnetik

Transmiter ini menggunakan materi magnetic, yang dipasang pada pelampung. Biasanya berada di dalam pipa presisi di dalam tangki untuk membatasi pergerakan pelampung magnetiknya.

Pada saat pelampung mengikuti ketinggian cairan di dalam tangki, pada sisi dalam pelampung terdapat rangkaian sensor kontak (bisa menggunakan reed switch ataupun half sensor) yang dipengaruhi oleh medan magnetic yang berada di dalam pelampung.

Kontak yang dihasilkan pada sensor sesuai posisi pelampung menghasilkan resistansi yang kemudian dikirimkan ke bagian kontrol.

4. Level Transmiter Radar

Dengan menggunakan prinsip emisi gelombang radio yang dipancarkan kemudian diterima kembali setelah terpantul pada media.

Jenis ini ideal dipasang dibagian atas tangki yang berisi muatan, bagian pemancar gelombang radio memancarkan gelombangnya kea rah media yang diukur, kemudian memantul dan kembali diterima oleh bagian receiver.

Nilai pengukurannya di dapat dari cepat dan lambatnya waktu yang dibutuhkan dari pada saat gelombang memancar hingga pada saat gelombang diterima kembali.

5. Level Transmiter Ultrasonik

Mirip dengan metode atau jenis radar, penempatannya berada diatas tangki muatan. Transduser mengirimkan pulse kepermukaan muatan dan kemudian dipantulkan kembali ke sensor.

Rangkaian elektronika di dalam tranbsmiter dan receiver menentukan ketinggian berdasar waktu yang dibutuhkan pulse diatas dari mulai dipancarkan hingga diterima kembali.

6. Level Tranmiter Gelombang Mikro

Berbeda pada jenis gelombang, pada jenis ini yang dipancarkan adalah gelombang microwave melalui kabel sensor atau batang sensor. Sinyal yang dipancarkan menyentuh permukaan muatan dan dipantulkan kembali ke sensor.

Untuk mendapatkan nilai ketinggian, maka tenggang waktu antara saat memancarkan dan saat diterima diproses dalam rangkaian elektronika terintegrasi.

7. Level Transmiter Cairan

Menggunakan prinsip tekanan pada tangki muatan, bisa digunakan untuk mendeteksi perbedaan antara dua cairan yang berbeda, misalnya minyak dan air. Banyak digunakan pada tangki air, tangki penyimpanan, dan tangki bahan bakar.

Secara umum pada semua penggunaan pembacaan ketinggian dalam proses kontrol, entah itu cairan maupun gas, penting untuk memastikan nilai ketinggian muatan. Hal ini menghindari pengisisn tangki yang berlebihan yang berakibat meluap.

Inilah peranan penting jenis level transmiter apapun metodenya, terutama di tangki kapal, maupun industri darat.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.