Beranda » Kapal » Magnetometer

Magnetometer

Tentang Magnetometer

Magnetometer adalah instrumen pasif yang digunakan untuk mengukur perubahan medan magnet bumi. Dalam pekerjaan eksplorasi laut, dapat digunakan untuk mensurvei bangkai kapal dan pesawat terbang serta untuk mengkarakterisasi fitur geologi di dasar laut.

Cara Kerja Magnetometer

Inti bumi mengandung lapisan cairan luar besi magnet dan nikel. Kedua elemen ini bersifat magnetis karena atomnya mengandung elektron yang tidak berpasangan, sehingga menciptakan kutub yang menarik benda magnet lainnya. Pada saat bumi berputar pada porosnya, arus listrik dari logam-logam ini menghasilkan medan magnet. Kekuatan medan ini bervariasi di seluruh permukaan bumi dan dapat diukur menggunakan alat ini.

Baca Juga :  Istilah yang berhubungan dengan sistem Dynamic Positioning

Pada kapal ekspedisi penjelajahan laut, magnetometer sering kali ditempatkan dengan cara ditarik di belakang kapal dengan kabel derek, meskipun bisa juga dipasang pada Autonomous Underwater Vehicle (AUV) atau drone udara. Magnetometer mengambil sampel magnet dengan kecepatan sekitar satu pembacaan per detik, atau satu hertz (Hz), meskipun laju pengambilan sampel dapat diubah.

Angka ini umumnya konsisten kecuali mendeteksi sesuatu yang mengandung besi, seperti pecahan lambung kapal, jangkar, atau formasi geologi basal. Ini tercatat sebagai perubahan magnet yang tidak terduga, atau anomali, pada tampilan magnetometer. Alat ini dapat mendeteksi artefak dan bahkan bangkai kapal, baik yang terpapar di atas dasar laut maupun terkubur seluruhnya.

Magnetometer

Penggunaan Data Magnetometer

Data yang dihasilkan lalu dikumpulkan dengan data posisi lintang / bujur yang sesuai dari GPS dan diproses untuk membuat peta. Peta kontur yang dihasilkan menampilkan kemagnetan area survei dan target potensial terlihat sebagai gradien yang curam atau perubahan cepat dalam kemagnetan.

Baca Juga :  Begini Ternyata Prinsip Kerja Mesin Penggerak Utama Kapal

Langkah selanjutnya dari proses arkeologi adalah mengirim penyelam atau kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh atau Remotely Operated Vehicle(ROV) ke bawah untuk memastikan keberadaan artefak dan mengambil foto. Jika ditemukan sesuatu, gambar-gambar tersebut dapat digabungkan untuk membuat sebuah foto mozaik atau model tiga dimensi dengan menggunakan software fotogrametri.

Pentingnya Magnetometer

Magnetometer adalah salah satu alat yang dibutuhkan untuk mencari tempat atau peninggalan. Ini sering digunakan bersama-sama dengan sonar pemindai, yang menghasilkan peta dengan memantulkan gelombang suara dari fitur dasar laut. Namun, tidak seperti magnetometer, sonar tidak dapat mendeteksi artefak yang terkubur di bawah dasar laut.

Baca Juga :  Pengoperasian OWS 3SEP JOWA

Peta yang dibuat dengan bantuan magnetometer dan sonar menunjukkan hubungan spasial pecahan bangkai kapal. Terkadang para arkeolog memiliki informasi latar belakang yang terbatas tentang tempat yang dijelajahi; memeriksa tata letak bangkai kapal dapat mengisi celah pengetahuan. Pweralatan ini sangat membantu mengungkap kisah lengkap tempat penting sebagai peninggalan yang tidak akan terungkap.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.