Beranda » Kapal » Mengoperasikan Oily Water Separator (OWS)

Mengoperasikan Oily Water Separator (OWS)

Mengoperasikan Oily Water Separator bisa berbagai cara tergantung merek dan seri perangkat. Pada intinya fungsi OWS adalah memisahkan air dari lambung kapal dari kandungan minyak dan mengtolahnya hingga kisaran nilai PPM yang dapat diterima / disetujui untuk dibuang ke laut.

Alat pemisah air dari minyak ini adalah mesin untuk kepentingan persyaratan MARPOL dan perlu ditangani oleh para kepala teknisi-teknisi. Namun, teknisi jaga mungkin juga diminta untuk mengoperasikan di bawah pengawasan.

Cara Mengoperasikan Oily Water Separator

Oily Water Separatorhanya bisa dioperasikan ketika kapal dalam kondisi berlayar dan melakukan perjalanan.
Menurut peraturan MARPOL, kandungan minyak dari limbah / bilges harus kurang dari 15 ppm, kapal memiliki sistem pemantauan dan kontrol pembuangan minyak dan peralatan pemisah / penyaringan air berminyak.

Baca Juga :  Sounding Tangki Kapal

Jika gagal mengikuti salah satu aturan yang disebutkan di atas, kapal akan didenda dan dihentikan, dan kepala atau teknisi kedua bahkan dapat dipenjara.

Dengan resiko tinggi tersebut, pengoperasian pemisah air berminyak harus dilakukan dengan sangat presisi untuk meminimalkan risiko pencemaran laut.

“Bagaimana Mengoperasikan?”

Papan panduan selalu dipasang di dekat perangkat, ada beberapa poin mendasar yang harus diingat dan diikuti untuk mencegah kesalahan.

Mengoperasikan Oily Water Separator
Pengoperasian OWS 3SEP JOWA

Prosedur Pelaksanaan Mengoperasikan

Poin-poin berikut harus diikuti saat mengoperasikan OWS.

  1. Valve pembuangan manual OWS, biasanya posisi dekat dengan dinding kapal harus dijaga tetap terkunci dan kunci disimpan pada kepala teknisi. Buka kunci dan valve arah keluar kapal. Buka juga semua valve lain dari sistem.
  2. Buka valve tangki lambung yang diinginkan dari mana campuran air berminyak akan dikeluarkan dari OWS.
  3. Buka valve angin dari kompresor jika valve kontrol dioperasikan dengan udara / sistem pneumatik.
  4. Hidupkan catu daya dari panel kontrol dan unit OCM.
  5. Isi unit pemisah dan filter dengan air tawar atau air laut untuk membersihkan dan menjaga sistem sampai air keluar dari ventilasi tahap kedua.
  6. Nyalakan pompa suplai OWS yang merupakan pompa aliran laminar dan yang akan memasok campuran air berminyak ke OWS.
  7. Periksa OCM (Oil Content Meter) untuk memantau nilai ppm dan terus cek bunyi tangki lambung dari mana OWS mengambil suction dan dari tangki lumpur OWS.
  8. Valve sampel disediakan tepat sebelum valve overflow dan setelah valve 3-way. Periksa sampel apakah ada limbah dan cek tingkat kejernihannya.
  9. Awasi sisi kapal pada valve pembuangan out boat kapal.
  10. Setelah operasi, matikan daya dan tutup serta kunci valve keluar. Kunci untuk diserahkan kepada chief engineer.
  11. Laporan harus dibuat oleh teknisi kepala di Buku Catatan Minyak / Oil Record Book (ORB) dengan tanda tangan dari petugas jaga / operasi, Kepala Teknisi dan master.
Baca Juga :  Pengertian Anemometer dan Cara Pemakaian Anemometer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.