Oil Mist Detector, Jenis, Tes, Alarm, Proses, Resiko, Sumber

Diposting pada

Proses Terbentuknya Oil Mist (Kabut Minyak)

Oil Mist Detector – Ada beberapa penyebab timbulnya kabut minyak, yang sering terjadi terutama karena tiga hal dibawah ini.

Baca Juga :  Macam Jenis Anemometer
  • Kabut minyak / oli / bahan bakar / fuel terbentuk ketika bahan bakar bertekanan tinggi dilepaskan atau disemprotkan melalui lubang atau celah sempit.
  • Minyak yang sengaja atau tidak sengaja bersentuhan dengan permukaan dengan suhu tinggi.
  • Kabut minyak juga terjadi ketika bahan bakar bersentuhan dengan alat yang memiliki putaran tinggi / kencang.

Kabut bahan bakar ini memiliki tingkat kemudahan pembakaran yang relative tinggi dan dapat menjadi masalah besar ketika berada di dalam blok mesin.

Percikan bahan bakar dengan diameter 1 mikrometer dan diameter lebih kecil ditetapkan sebagai kabut minyak.

Baca Juga :  Cara Pengoperasian Kontrol Pneumatik Bys Epcon
Oil Mist Detector
Oil Mist Detector

Resiko Terjadinya Kabut Minyak

Bahaya terjadi ketika ukuran partikel minyak yang terbentuk dari dua point pembentukan diatas membentuk partikel dengan ukuran 3 hingga 10 mikron dan dibiarkan bercampur dengan udara bebas. Hal ini menyebabkan kabut akan mudah terbakar, ini menjadi benar-benar bahaya hanya butuh suhu rendah untuk menyalakan kabut ini.

Kabut minyak yang dihasilkan dengan pemanasan menghasilkan partikel 3 hingga 10 mikron, kabut terlihat sebagai asap biru. Suhu terendah yang dapat menyalakan kabut ini sekitar 150C.

Sumber Kabut Minyak

Ada beberapa sumber kabut minyak, antara lain:

  • Pompa Minyak
  • Kebocoran Injektor
  • Pipa longgar / tidak terpasang dengan benar
  • Perawatan mesin buruk.

Sumber Panas yang Menyebabkan Penyalaan

  • Heat Exchange
  • Exhaust
  • Turbocharger
  • Kontak Listrik
  • Listrik Statis
  • Kebocoran Kabel
  • Turbin bertekanan.

Saat kuantitas atau konsentrasi kabut minyak meningkat, hingga pada level LEL: 5omg/lt, sesuai definisi IACS. Ledakan akan terjadi pada suhu 200C (392F) ini akan terjadi percikan.

Sesuai aturan International Association of Classification Societies (IACS) bahwa semua kapal dengan diameter silinder mesin 300 mm atau mesin dengan daya 2.250 kW harus dilengkapi dengan Oil Mist Detector.

Sementara, Occupational Safety and Health Administration dan National Institute for Occupational Safety and Health menetapkan batas pajanan pekerjaan pada 5 ppm selama 8 jam dengan batas pajanan jangka pendek pada 10 ppm.

Batas Paparan Kabut Minyak yang Disarankan

  • OSHA menetapkan batas pemajanan yang diijinkan adalah 5,0 mg/m3 (TWA 10 jam),
  • NIOSH dengan Recommended Exposure Limit (REL) – nya pada 0,5 mg/m3 (TWA 10 jam),
  • IFA (dulu BGIA) menetapkan pada nilai 10 mg/m3,
  • INRS (Institute National de Recherche et de Securite) menetapkanhanya 0,2 mg/m3 pada suhu 350C.

Jenis Sistem Deteksi

  • Unit Pengambilan Sample Tunggal
  • Unit Pengambilan Sampel Multi

Lokasi Detektor dan Jalur Pengambilan Sampel

Dalam kondisi tertentu, jumlah detector atau titik pengambilan sampel tergantung pada ukuran dan tata letak. Untuk samp[el tunggal unit dapat dipasang langsung pada jalur pengambilan sampel, sementara untuk sampel multi, dipasang pada posisi yang jauh dari titik.

Line sampel dimasukkan ke manifold yang sama dengan unit control yang sesuai untuk memungkinkan sampel alternative diambil dari samp[el yang mengalirke stream, sehingga satu unit dapat digunakan untuk memantau beberapa titik.

Kabut minyak dapat dikirim ke unit pendeteksi dengan fan bawaan atau blower tersendiri.

Posisi yang cocok dalam penempatan unit detector adalah perlu melakukan tes untuk meyakinkan bahwa pergerakan udara yang menuju ventilasi ekstraktor dan turbo pengisi dayadiposisikan sedekat mungkin dengan mesin.

Demikian juga dengan detector atau jalur sampel sebaiknya tidak disebelah blower ventilasi karena akan mencegah pembentukan kabut.

Pada saat pemasangan, tes kabut dilakukan pada semua mesin, ventilasi dan mesin secara menyeluruh untuk memastikan bahwa detector beserta jalurnya diposisikan dengan benar.

Jika unit deteksi ditempatkan terlalu dekat dengan sumber sampel, harus diperhatikan tingkat getaran, tingkat suhu, kemudahan pemeliharaan, tingkat kelembaban dan resiko interferensi gelombang elektromagnetik.

Pengaturan Level Alarm Oil Mist Detector

Biasanya ada dua tahap yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Alarm peringatan dini, menunjukkan ada sesuatu yang salah pada system
  • Alarm sekunder yang menunjukkan status deteksi penuh.

Hasil deteksi pada detector harusjelas menunjukkan area yang tepat dimana kabut minyak terdeteksi.

Level alarm yang ditetapkan harus mempertimbangkan kondisi atmosfer ketika ada dan tidaknya masalah, misalnya selalu ada sejumlah kecil kabut yang dihasilkan dalam ruang yang sama. Hal ini mempengaruhi seting l evel awal namun tidak boleh melebihi konsentrasi lebih dari 2 ppm kandungan minyak udara bebas.

Level alarm akanmenunjukkansaat level naik kepersentasetertentu yang telahditetapkan

Langkah Pengetesan

Seperti peralatan deteksi lain, unit deteksi Oil Mist Detector harus dipastikan nilainya atau sudah terkalibrasi sehingga memiliki sedikit penyimpangan nilai yang didapat.

Perawatan Oil Mist Detector

Tidak banyak perawatan yang dibutuhkan, yang perlu diperhatikan adalah filter line sampel atau pembersihan di dalam unit deteksi.

Bagian sensor kabut juga perlu dilakukan pembersihan dan penggantian jika perlu, karena pada bagian ini, sensor bersentuhan langsung dengan kabut yang mengalir.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.