Penggunaan Rumus pada Hukum Kirchoff

Diposting pada

Pemahaman Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff berhubungan dengan jumlah aljabar dari arus pada persimpangan (node) atau tegangan dalam rangkaian/jaringan (mesh). Istilah aljabar hanya sebagai penunjuk bahwa polaritas pada masing-masing arus atau tegangan harus diperhitungkan dengan memberi tanda yang tepat, baik positif (+) maupun negatif (-).

Hukum Kirchoff untuk arus dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Hukum Kirchoff untuk arus listrik
Hukum Kirchoff untuk arus listrik

Hukum Kirchoff untuk tegangan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Hukum Kirchoff untuk tegangan listrik
Hukum Kirchoff untuk tegangan listrik

Contoh permasalahan penghitungan dengan rumus hukum Kirchoff

Tentukan besar arus dan tegangan pada rangkaian gambar di bawah ini:

Gambar contoh soal
Gambar contoh soal

Cara penyelesaian:

Untuk menyelesaiakan permasalahan diatas maka yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi arus maupun tegangan seperti yang ditunjukkan pada gambar dua di bawah ini:

Dengan menerapkan hukum Kirchoff untuk arus listrik pada gambar diatas, simpul A, maka kita gunakan formula:

(1). I1 + I2 = I3

Arus dalam contoh soal
Arus dalam contoh soal

Dengan menerapkan hukum Kirchoff untuk tegangan listrik pada gambar diatas dalam lingkaran A

(2).  I2 = V1 + V3

Tegangan dalam contoh soal
Tegangan dalam contoh soal

Dengan menerapkan hukum Kirchoff untuk tegangan dalam lingkaran B

(3). 9 = V2 + V3

Dengan menerapkan hukum Ohm

(4). V1 = I2R1 = I1 x 68

(5) V2 = I2R2 = I2 x 33

Dan

(6). V3 = I3R3 = I3 x 22

Dari (1) dan (6):

(7). V3 = (I1 + I2) x 22

Menggabungkan (4), (7) dan (2):

12 = I1 x 68 + (I1 + I2) x 22

Atau

12 = 68I1 + 22I1 + 22I2

Demikian:

(8). 12 = 90I1 + 22I2

Menggabungkan (4), (7) dan (3):

(9). 9 = I2 x 33 + (I1 + I2) x 22

Atau

9 = 33I2 + 22I1 + 22I2

Demikian

(10). 9 = 22I1 + 55I2

Mengalikan (8) dengan 5 memberikan:

(11). 60 = 450I1 + 110I2

Mengalikan (10) oleh 2 memberikan:

(12). 18 = 44I1 + 44I1

Mengurangkan (12) dari (11):

60-18 = 450I1 – 44I1

42 = 406I1

Demikian

I1 = 42/406 = 0,103A

Dari (8):

12 = 90 x 0,103 + 22I2

Demikian

12 = 9,27 + 22I2

Atau

2,73 = 22I2

Demikian

I2 = 2,73 / 22 = 0,124A

Dari (1)

I3 = I1 + I2

Demikian

I3 = 0,103 + 0,124 = 0,227A

Dari (4)

V1 = 0,103 x 68 = 7V

Dari (5):

V2 = 0,124 x 33 = 4V

Dari (6):

V3 = 0.227 x 22 = 5V

Periksa dari (2)

12 = V1 + V3 = 7 + 5 = 12

Periksa dari (3)

9 = V2 + V3 = 4 + 5 = 9

Loading...
loading...
Baca Juga :  Prinsip Amplifier (penguat) hubungannya dengan Hukum Kekekalan Energi
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.