Pengukuran Ketinggian DP Transmitter Tangki Tertutup

Diposting pada

Dalam setiap proses otomasi, pengukuran ketinggian atau level sangatlah penting bertujuan sebagai proses monitor, proses kontrol dan safety.

Ada beberapa metode pengukuran ketinggian, yaitu:

  • Metode langsung, dan
  • Metode tidak langsung.

Dalam artikel ini kita akan membahas metode langsung khususnya penggunaan Differential Pressure Transmitter (DP Transmitter).

Metode pengukuran ketinggian menggunakan perangkat DP Transmitter terdiri dari kondisi untuk tangki tertutup dan tangki terbuka. Keduanya bisa berbeda dalam perhitungannya.

Baca Juga :  Atmospheric Dumb Controller

Pengukuran Ketinggian DP Transmitter Tangki Tertutup

Dalam kondisi tangki tertutuppun pengukuran ketinggian dibagi menjadi dua cara, yaitu:

1. Metode Dry Leg / metode Kering

Metode ini dipakai untuk tangki tertutup yang mengandung muatannya memiliki suhu sama dengan suhu udara luar, dan tidak mengandung uap kondensat.

Metode ini digunakan ketika sisi LP (Low Pressure) dari DP Transmitter diisi dengan gas / udara jenis apapun.

Baca Juga :  Pengertian dan Tujuan Dokumen Instrument Data Sheet
Pengukuran Ketinggian DP Transmitter Dry Leg

Pada ketinggian NOL (LRV = tekanan pada sisi HP(High Pressure) – tekanan pada sisi LP (Low Pressure)

= H2 x berat jenis – 0

= 200 x 0,9 – 0

= 180 mmwc

Pada ketinggian 100% (URV) = tekanan pada sisi HP – tekanan pada sisi LP

= (H2– H1) x Spesifik gravitasi – 0

= (200 – 500) x 0,9 – 0

= 630 mmwc

Range = URV – LRV = 630 – 180 mmwc = 450 mmwc

Jadi yang utama adalah harus ditentukan nilai LRV = 180 mmwc dan nilai URV = 630 mmwc pada DP Transmitter, ini dilakukan menggunakan HART Communicator.

2. Metode Wet Leg / Metode Basah

Metode wet leg dipakai pada tangki tertutup yang mengandung muatan dengan suhu berbeda dengan suhu luar / atmosfir, dan tidak mengandung uap kondensat.

Metode ini digunakan ketika sisi LP DP Transmitter diisi dengan cairan.

Pengukuran Ketinggian DP Transmitter Wet Leg

Y = H1 + H2 = 500 + 200 = 700 mm

Pada ketinggian NOL (LRV) = tekanan pada sisi HP – tekanan pada sisi LP

= H2 x SG1 – Y x SG2

= 200 x 0,9 – 700 x 1,0

= 180 – 700

= – 520 mmwc

Pada ketinggian 100% (URV) = tekanan pada sisi HP – tekanan pada sisi LP

= (H2+H1) x SG1 – Y x SG2

= 630 – 700

= -70 mmwc

Range = URV – LRV = -70 – (-520) = 450 mmwc

Yang utama adalah menetapkan nilai LRV = -520 mmwc dan nilai URV= -70 mmwc pada DP Transmitter menggunakan HART Communicator.

Kondisi muatan menjadi pertimbangan pada saat melakukan setting dan konfigurasi DP Transmitter. Yang utama adalah mengetahui Titik nol ketinggian dan berapa rentang ketinggiannya.

Nilai tersebut digunakan dalam konfigurasi LRV (Lower Range Value = Rentang nilai bawah) dan URV (Upper Range Value = Rentang nilai atas), menggunakan HART Communicator.

Loading...
loading...
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.