Beranda » Elektronika » Penyebab Resistor Panas

Penyebab Resistor Panas

Penyebab Resistor Panas ~ Resistor merupakan komponen elektronik yang dirancang untuk membatasi aliran listrik dalam suatu rangkaian. Resistor terbuat dari bahan semikonduktif, bahan yang tidak sepenuhnya dapat mengalirkan listrik. Pada saat listrik melalui resistor, akan menghasilkan panas dan diserap ke udara sekitarnya. Karena tegangan masuk yang berlebihan, resistor menghasilkan panas yang tinggi penyerapan udara di sekitar tidak cukup menghilangkan panas dengancepat.

Penyebab Resistor Panas
Penyebab Resistor Panas

Panas Resistor yang Normal

Resistor dibuat untuk beroperasi dengan nilai tegangan tertentu. Nilai tegangan resistor ditentukan oleh nilai watt (daya). Ketika sebuah resistor berfungsi di bawah beban tegangan normal, maka akan beroperasi sebagaimana mestinya. Resistor akan tetap dingin hingga hangat jika disentuh. Suhu yang relatif rendah adalah hasil dari resistor yang bekerja sebagai semikonduktor, yang berarti hanya memungkinkan arus dalam jumlah tertentu.

Baca Juga :  Fungsi Dioda

Arus adalah aliran elektron. Ketika elektron melewati hambatan, seperti yang terjadi pada bahan semikonduktif, akan menghasilkan panas. Resistor dirancang untuk menghilangkan panas sehingga material semikonduktif tidak rusak.

Resistor Terlalu Panas

Ketika resistor digunakan pada tegangan yang mendekati batas dari kemampuan dayanya, resistor menghasilkan lebih panas lebih dari biasanya. Ini karena tegangan mencoba untuk memaksa lebih banyak arus (elektron) melalui resistor, lebih dari batas kemampuan untuk mengalirkannya. Resistor akan terasa panas jika disentuh dan sedikit ada bau terbakar dapat dideteksi langsung. Munculnya bau terbakar merupakan tanda rusaknya komponen-komponen resistor yaitu karbon, bahan kapur dan kode warna pigmen yang dilukis pada resistor tersebut.

Baca Juga :  Mengukur nilai tahanan Isolasi dan Polarisation Index

Resistor Terbakar

Ketika sebuah resistor kelebihan beban dengan tegangan yang melebihi nilai daya, resistor akan menjadi sangat panas untuk disentuh, menjadi menghitam atau berubah warna dan bahkan mungkin meleleh atau terbakar. Meskipun resistor mungkin tampak rusak, mungkin resistor tersebut masih dapat berfungsi. Namun, mungkin berfungsi dengan resistansi yang lebih rendah dari nilai semula.

Baca Juga :  Belajar Kumpulan Rangkaian Elektronika Unik

Pada titik ini, resistor tidak dapat menahan aliran arus yang dipaksa oleh tegangan berlebih dan resistor akhirnya rusak. Ketika resistor rusak, arus biasanya mengalir melalui resistor yang terbakar tanpa hambatan apa pun. Komponen lain di sirkuit dapat menjadi rusak karena arus berlebih yang mengalir.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.